TintaSiyasi.id -- Pengamat Politik Dr. Riyan, memaparkan tiga peristiwa penting di bulan Rabiul Awal.
"Pertama, kelahiran Muhammad Saw, nabi akhir zaman yang mulia, kelahirannya pada Senin 12 Rabiul Awal di tengah serangan gajah dari Abrahah penguasa Yaman, untuk menghancurkan Kakbah yang dibangun oleh Nabi Ibrahim as dan Nabi Ismail as," paparnya di akun TikTok Doktor.Riyan, Sabtu (6/9/2025).
"Kisah ini diabadikan dalam Al-Qur'an surah Al Fil kalahin Rasulullah pun di tengah kezaliman penyembahan berhala dan kuasa adidaya angkara murka di Barat Romawi dan di Timur Persia," tambahnya.
Ia menjelaskan, ada pelajaran penting yakni adalah kelahiran Muhammad Saw membawa harapan baru di tengah kondisi jahiliah dan kezaliman yang merajalela, maka jangan pernah putus harapan bila kita bersandar kepada kebenaran.
Kedua, hijrahnya Nabi Muhammad Saw dari Mekah ke Madinah bersama Abu Bakar as Shiddiq ra, dimulai dari Gua Tsur di Mekah sampai di Madinah. Jumat 12 Rabiul Awal tahun 1 hijriah.
"Beliau membangun Masjid Nabawi, mempersaudarakan kaum Muhajirin dan Anshar, membuat perjanjian tertulis pertama Piagam Madinah untuk mengatur keragaman warga di Madinah, dan mempersiapkan pasukan militer untuk jihad fisabilillah," sambungnya.
Ada pelajaran penting dari peristiwa tersebut yakni perubahan sosial politik yang dilakukan Nabi Saw menandai dan menjadi model sebuah masyarakat dan negara Islam yang sesungguhnya, meninggalkan kegelapan menuju cahaya Islam untuk seluruh alam semesta.
Ketiga, wafatnya Rasulullah Saw di Madinah pada Senin 12 Rabiul Awal 11 hijriah. "Beliau meninggalkan kita semua, para sahabat dan seluruh kaum muslimin berduka, saat jenazah beliau disemayamkan, para sahabat berkumpul untuk bermusyawarah memilih pemimpin negara Madinah menggantikan Beliau, bukan sebagai nabi dan rasul, dan terpilihlah Abu Bakar as Shiddiq ra menjadi khalifah pertama dalam bingkai sistem pemerintahan Islam khilafah," ceritanya.
"Pelajaran pentingnya adalah estafet kepemimpinan global Islam pasca nabi Saw yang merupakan puncak atau mahkota kewajiban terus dilanjutkan oleh para Khalifah mulai dari Khulafaur Rasyidin, Khilāfah Umayah, Khilāfah Abbasiyah sampai Khilāfah Utsmaniah," pungkasnya. [] Alfia Purwanti