TintaSiyasi.id -- Pengamat Politik Dr. Riyan menyatakan tiga catatan politik atas pernyataan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyanhu bahwa mereka akan menguasai/menduduki wilayah Jalur Gaza seluruhnya melalui genosida dan pepalaran massal yang mereka lakukan terhadap penduduk Palestina di Gaza.
"Entitas Yahudi ini begitu sombong dan arogan seolah-olah mereka tidak terkalahkan. Pertanyaannya benarkah? Jawabannya tidak. Sesungguhnya mereka lemah. Oleh karena itu setidaknya ada tiga catatan politik dari apa yang disampaikan oleh Netanyahu," ujarnya di akun TikTok Doktor.Riyan, Jumat (5/9/2025).
Pertama, begitu sombong dan arogannya Netanyahu. "Karena dia tahu bahwa pemimpin-pemimpin Muslim terutama yang ada disekitar Palestina berkhianat kepada kaum muslimin (Palestina) mulai dari Mesir, Lebanon, Yordania, Suriah, Turki, Arab Saudi pun tidak jauh berbeda dengan penguasa-penguasa muslim lainnya termasuk seperti yang ada di Indonesia mereka enggan untuk mengirim tentara untuk membebaskan Palestina," paparnya.
Kedua, akar masalah Palestina. Sesungguhnya akar masalah Palestina adalah sederhana yaitu penjajahan atau kolonialisme dari entitas Yahudi yang didukung oleh Amerika. Maka solusinya tidaklah solusi yang disebut two state solution atau solusi dua negara. Karena sesungguhnya solusi ini bathil, permisalannya sederhana kalau ada seorang yang dirampok rumahnya masa iya dia kemudian akan berdampingan hidup dengan orang yang merampok rumahnya tadi ini adalah jelas bathil.
Ketiga, solusi hakiki Palestina. Di dalam Islam, Islam mengajarkan dua hal pertama jihad. Jihad itu adalah untuk mengirimkan tentara-tentara Muslim, untuk mengusir entitas Yahudi. Kedua, Islam mengajarkan bagaimana mengalahkan Amerika, kalau Israel didukung oleh Amerika maka sesungguhnya harus ada negara adidaya yang mampu untuk mengalahkan Amerika dan itulah Khilāfah Islam," jelasnya.
Maka, solusi hakiki dari penjajahan di Palestina adalah jihad dan khilafah, sebagai mana yang dilakukan Rasulullah Saw ketika mereka mengusir Yahudi dari Madinah, bagaimana kemudian Umar bin Khattab khalifah yang kedua itu membebaskan Palestina tahun 637 Masehi dari orang-orang Romawi.
"Sebagaimana panglima Shalahuddin Al Ayyubi pada tahun 1187 Masehi membebaskan Palestina untuk yang kedua kalinya dari tangan penjajah Salib. Sebagaimana Sultan Abdul Hamid II pada tahun 1897 mempertahankan Palestina dari rongrongan tangan Yahudi," pungkasnya. [] Alfia Purwanti