Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tamer Qarmout: Target Zionis Bukan Sekadar Menjajah tetapi Menghancurkan secara Ethnically Cleansing

Sabtu, 13 September 2025 | 06:28 WIB Last Updated 2025-09-12T23:32:45Z

TintaSiyasi.id -- Asosiasi Profesor dari Doha Institute Tamer Qarmout menyatakan bahwa Zionis bukan sekadar menjajah Palestina, tetapi lebih jauh ingin menghancurkan dengan cara ethnically cleansing (pembersihan etnis).

 

“Target Israel di Gaza bukan hanya sekadar menjajah, tetapi sudah sampai menghancurkan dengan cara pembersihan etnis (ethnically cleansing) tanah Palestina secara keseluruhan,” ujarnya dalam video yang dirilis oleh Al-Jazeera English, Selasa (09/09/2025). 

 

Tingkatan kerusakan yang kini tengah terjadi di Gaza cukup memberikan petunjuk dan kesimpulan bahwa target Zionis adalah benar-benar untuk menghancurkan bukan sekadar menjajah, dan antara keduanya memiliki perbedaan yang jelas.

 

Jika targetnya hanya untuk menjajah, maka perlakuan yang ditunjukkan adalah merawat wilayah jajahan baik penduduk maupun pemukimannya. Akan tetapi fakta yang terjadi di Gaza, Zionis menginginkan kota tanpa penduduk dan menghancurkannya secara total.

 

“Mereka (Zionis) sama sekali tidak memiliki moral atau tanggung jawab resmi untuk menjaga pemukiman ini. Dan itulah rumus sempurna untuk sebuah agenda genosida,” tuturnya.

 

Baru-baru ini, Israel telah menghancurkan Menara Pemukiman di Kota Gaza, dan telah meratakan seluruh bangunan terdekat di sekitarnya.

 

Penampakan itu adalah strategi yang sama ketika militer Israel menghacurkan  Rafah, yang merupakan kota terbesar ketiga di Gaza.

 

“Di area tempat  Israel mengontrol, mereka memastikan bahwa area-area itu menjadi tempat yang tidak dapat ditinggali dan tidak ada warga Palestina yang kembali ke sana. Kita telah menyaksikan ini, di kota terluas ketiga di Gaza, yaitu Rafah,” lanjut Tamer.

 

Rafah adalah kota yang padat penduduk, makmur, dan perbatasan yang paling dekat dengan Mesir. “Kini  sudah tidak ada lagi,” jelasnya.

 

Lanjut, ia menuturkan bahwa Zionis sedang melakukan langkah yang sama atau setidaknya dari arahan petunjuk tertulis yang sama ketika melenyapkan Gaza Utara, dan Israel telah mengumumkan  bahwa saat ini operasi militernya  yaitu daerah Timur Gaza telah lenyap. “Semua lingkungan bersejarah juga telah diratakan,” lugasnya.

 

Tujuan dari negara Israel  selanjutnya adalah mendorong warga Palestina untuk dipindah  ke zona konsentrasi, yaitu menuju ke luar dipindahkan ke luar negeri. Meskpun rencana itu sebenarnya telah dikecam sebagai catatan untuk kejahatan melawan kemanusiaan.

 

Tamer menyatakan seharusnya Komunitas Internasional merasa sangat khawatir untuk pemindahan lanjutan warga Palestina yang jumlahnya banyak dan tidak punya rumah, akan dikirim melalui laut atau memaksa mereka ke Mesir.

 

Jika itu terjadi, maka Israel telah meraih tujuan utamanya, yaitu membersihan jalanan Gaza, dan telah banyak aksi-aksi seruan global melawan Israel untuk mencegah akibat tersebut agar tidak terjadi.

 

Oleh karena itu, setidaknya menurut Tamer, ada dua pesan yang bisa diambil dari kebrutalan Israel.

 

“Pesan yang dikirim Israel dalam hal ini menurut pandangan saya, pertama, Israel memiliki kesempatan emas untuk melancarkan proyeknya. Karena saat ini mereka tinggal menyingkirkan sisa-sisa warga Palestina yang tertinggal di wilayah pendirian proyek Israel sebagai proyek kolonial (penjajahan),” bebernya.

 

Kedua, tidak peduli  sebagai negara yang berada di komunitas internasional, Israel merasa diakui sebagai suatu negara yang punya legal standing, dan status yang unik.

 

Sehingga Israel selalu meyakini mereka akan kebal, terlindung di atas hukum internasional, dan tidak peduli dengan kecaman dunia, selama dunia tidak mampu mengambil tindakan nyata untuk melawan.

 

 

“ Setidaknya akankah keajaiban terjadi. Saya katakan sebuah keajaiban itu adalah adanya kebangkitan nyata internasional. Sehingga akan bisa menyaksikan adanya negara-negara mengambil sikap, kebangkitan global, memboikot negara Israel, sanksi Israel, sehingga Israel merasakan sakit atas perbuatan mereka di Gaza. Israel butuh untuk diisolasi dan dimarjinalkan,” pungkasnya.[] M. Siregar

Opini

×
Berita Terbaru Update