TintaSiyasi.id -- Merespons aksi demo besar-besaran rakyat dibberbagai daerah di negeri ini pada akhir Agustus lalu dengan berbagai tuntutan perbaikan pemerintahan, Pengamat Politik Dr. Riyan mengatakan, perubahan sejati dimulai dari dakwah pengubah pola pikir.
"Penggerak perubahan sejati memulai dari dakwah mengubah pola pikir dengan basis argumentasi rasional sehingga dihasilkan kesadaran akan fakta yang rusak dan menginginkan fakta pengganti yang benar dan baik," ungkapnya di akun TikTok Doktor.Riyan, Sabtu (6/9/2025).
Ia menjelaskan, ketika dakwah dilakukan dalam skala yang luas di tengah-tengah masyarakat, maka terciptalah kekuatan politik yang menginginkan diterapkannya seluruh aturan Islam tanpa kekerasan.
"Karena kekuasaan yang menolong atau disebut dengan sultanan, nasiroh sebagaimana dicontohkan Rasulullah Saw di Madinah, didukung oleh umat yang sadar dan kekuasaan itu diberikan oleh mereka yang memiliki pengaruh di tengah-tengah masyarakat, agar Islam yang kaffah diterapkan bukan melalui kudeta atau demokrasi," ungkapnya.
Ia menyangkan, data yang dirilis Komnas HAM 2 September 2025 korban meninggal akibat berbagai aksi di berbagai daerah ternyata tragedi Affan tidak berhenti di satu nyawa.
Oleh karena itu, stop jangan bertambah lagi kematian, kekerasan, penghancuran fasum (fasilitas umum), penjarahan sekali lagi stop usut tuntas dan jatuhkan sanksi yang setimpal bagi para pelaku.
"Aspirasi harus terus dilantangkan, amar makruf nahi mungkar kepada penguasa pun harus tetap dilakukan, tetapi bukan untuk membuat jatuh korban lagi apalagi sampai kematian, sungguh perubahan sejati memiliki arah untuk menggapai keridhaan ilahi menempuh tapak jejak suci yang telah diteladankan oleh Rasulullah Saw," pungkasnya. [] Alfia Purwanti