Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Pernikahan Adalah Kebaikan yang Diajarkan Rasulullah Saw.

Selasa, 09 September 2025 | 15:39 WIB Last Updated 2025-09-09T08:40:23Z

Tintasiyasi.ID -- Pengamat Isu Generasi Ustazah Dr. Faizah Rosyidah, M.Ked.Trop. mengatakan bahwa pernikahan adalah kebaikan yang diajarkan oleh Rasulullah saw. kepada umatnya.

 

“Kita juga kemudian menjumpai pujian-pujian juga kepada aktivitas menikah itu dengan Rasul mengatakan nikah itu annikahu min sunnati, nikah itu sunnahnya Rasul. Artinya itu adalah kebaikan yang diajarkan Rasul,” ujarnya dalam rakaman program Fajar Syiar El Victor Radio Surabaya bertajuk Marriage is Scary dalam saluran YouTube Faizah Rosyidah Channel, Kamis (28/08/2025).

 

Ia mengulas fenomena marriage is scary yang muncul di pikiran generasi muda saat ini sehingga ada yang menganggap pernikahan itu masih terlalu jauh untuk dipikirkan. “Padahal menikah itu ketetapan Allah Swt.,” tuturnya.

 

“Kalau kemudian hari ini banyak orang yang mengatakan, banyak kemudian narasi di sosmed itu mengajarkan kalian untuk takut dengan menikah, ingatlah, kita itu punya Allah,” sebutnya.

 

“Allah itu yang telah menciptakan kita yang dibentuknya ada laki, ada perempuan, lalu ditetapkannya tentang pernikahan,” katanya.

 

Ia mengungkapkan, pernikahan adalah satu-satunya jalan yang disyariatkan Allah Swt. bagi manusia untuk melangsungkan keturunan.

 

“Bahwa kalau kalian itu ada tugas untuk bertumbuh kembang, melangsungkan keturunan dan jenis manusia itu adalah hanya melalui pernikahan. Berarti kan Dia yang mensyariatkan pernikahan itu,” tegasnya.

 

Lanjutnya, Allah Swt. justru menunjukkan bahwa pernikahan adalah hal yang bagus. “Rasulullah saw. mengatakan kalau seseorang hamba itu menikah, maka dia sudah menyempurnakan separuh agamanya,” ulasnya.

 

“Ketika seorang hamba menikah, berarti dia telah menyempurnakan setengah agamanya. Maka bertakwalah kepada Allah pada setengah sisanya. Bahkan kalau ada yang tidak suka dengan sunah menikah ini, oleh Rasul diberi sebuah keterangan falaisa minni, berarti bukan termasuk golongankum,” jelasnya mengutip hadis riwayat Ibnu Majah dan Ahmad.

 

Ia juga menukil ayat 21 surah Ar-Rum yang artinya, “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.

 

Lanjut dikatakan, apabila Allah Swt. memerintahkan hamba-Nya untuk menikah, maka Allah malah menjanjikan sakinah, cinta, dan kasih sayang bersama pasangan.

 

“Bukan siksaan, bukan kemudian menakutkan, yang kemudian akan saling tinggi-tinggian, untuk saling menyakiti. Kan tidak gitu ya,” tuturnya.

 

Tambahnya, pernikahan adalah bagian amal yang diajarkan dan disyariatkan oleh Rasulullah saw. kepada umatnya.

 

“Jadi di situ malah ada celaan sebenarnya kalau kemudian orang kok benci dengan aktivitas yang itu menjadi sunahnya Rasul,” imbuhnya.

 

Di sisi yang lain, ia menjelaskan, memang nanti pernikahan akan ada banyak kebutuhan. “Di sini ada penjelasan yang diberikan oleh Rasulullah saw.  bahwa salah satu  orang yang berhak mendapatkan pertolongan dari Allah Swt. adalah orang yang menikah, seperti yang disebut dalam hadis yang bermaksud.

 

“Tiga golongan yang menjadi hak Allah untuk diberikan pertolongan: seorang mujahid yang berjuang di jalan Allah, seorang hamba yang berusaha membebaskan diri dengan melunasi utangnya, dan seorang lelaki yang ingin berkawin untuk menjaga maruahnya,” bebernya menyitat hadis riwayat An-Nasa’i, Ibnu Majah, dan Ahmad.

 

Lanjutnya, salah ketika mengatakan bahwa zina atau ganti-ganti pasangan itu lebih enak daripada menikah kemudian bertahan dengan satu orang.

 

“Jelas itu berarti kalimat kekufuran, itu kalimat salah. Maksudnya kalimat yang mengajak maksiat, malah kemudian merendahkan dan mengatakan buruk pernikahan itu. Tetapi justru malah memuji atau mempopulerkan atau menawarkan maksiat zina tadi dengan mengatakan itu lebih menguntungkan,” terangnya.

 

Ia mengatakan, orang yang menikah karena ingin menjaga kehormatannya adalah perbuatan terpuji, malah berat untuk mendapatkan pertolongan dari Allah Swt..

 

“Jadi kalau kemudian anda itu mau menikah, mau justru mencegah diri dari melakukan perzinaan, itu malah kehormatan, itu malah kemuliaan. Gitu, loh.  Masyaallah,” simpulnya.[] Syamsiyah Jamil

Opini

×
Berita Terbaru Update