Tintasiyasi.ID -- Pengamat Isu Generasi Ustazah Dr. Faizah Rosyidah, M.Ked.Trop. mengatakan bahwa pernikahan adalah kebaikan yang diajarkan oleh Rasulullah saw. kepada umatnya.
“Kita juga kemudian menjumpai pujian-pujian juga
kepada aktivitas menikah itu dengan Rasul mengatakan nikah itu annikahu min
sunnati, nikah itu sunnahnya Rasul. Artinya itu adalah kebaikan yang
diajarkan Rasul,” ujarnya dalam rakaman program Fajar Syiar El Victor Radio
Surabaya bertajuk Marriage is Scary dalam saluran YouTube Faizah
Rosyidah Channel, Kamis (28/08/2025).
Ia mengulas fenomena marriage is scary yang
muncul di pikiran generasi muda saat ini sehingga ada yang menganggap
pernikahan itu masih terlalu jauh untuk dipikirkan. “Padahal menikah itu
ketetapan Allah Swt.,” tuturnya.
“Kalau kemudian hari ini banyak orang yang mengatakan,
banyak kemudian narasi di sosmed itu mengajarkan kalian untuk takut dengan
menikah, ingatlah, kita itu punya Allah,” sebutnya.
“Allah itu yang telah menciptakan kita yang
dibentuknya ada laki, ada perempuan, lalu ditetapkannya tentang pernikahan,”
katanya.
Ia mengungkapkan, pernikahan adalah satu-satunya jalan
yang disyariatkan Allah Swt. bagi manusia untuk melangsungkan keturunan.
“Bahwa kalau kalian itu ada tugas untuk bertumbuh
kembang, melangsungkan keturunan dan jenis manusia itu adalah hanya melalui
pernikahan. Berarti kan Dia yang mensyariatkan pernikahan itu,” tegasnya.
Lanjutnya, Allah Swt. justru menunjukkan bahwa
pernikahan adalah hal yang bagus. “Rasulullah saw. mengatakan kalau seseorang
hamba itu menikah, maka dia sudah menyempurnakan separuh agamanya,” ulasnya.
“Ketika seorang hamba menikah, berarti dia telah
menyempurnakan setengah agamanya. Maka bertakwalah kepada Allah pada setengah
sisanya. Bahkan kalau ada yang tidak suka dengan sunah menikah ini, oleh Rasul
diberi sebuah keterangan falaisa minni, berarti bukan termasuk
golongankum,” jelasnya mengutip hadis riwayat Ibnu Majah dan Ahmad.
Ia juga menukil ayat 21 surah Ar-Rum yang artinya, “Dan
di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri
dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan
dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang
demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.”
Lanjut dikatakan, apabila Allah Swt. memerintahkan
hamba-Nya untuk menikah, maka Allah malah menjanjikan sakinah, cinta, dan kasih
sayang bersama pasangan.
“Bukan siksaan, bukan kemudian menakutkan, yang
kemudian akan saling tinggi-tinggian, untuk saling menyakiti. Kan tidak gitu
ya,” tuturnya.
Tambahnya, pernikahan adalah bagian amal yang
diajarkan dan disyariatkan oleh Rasulullah saw. kepada umatnya.
“Jadi di situ malah ada celaan sebenarnya kalau
kemudian orang kok benci dengan aktivitas yang itu menjadi sunahnya Rasul,”
imbuhnya.
Di sisi yang lain, ia menjelaskan, memang nanti
pernikahan akan ada banyak kebutuhan. “Di sini ada penjelasan yang diberikan
oleh Rasulullah saw. bahwa salah
satu orang yang berhak mendapatkan
pertolongan dari Allah Swt. adalah orang yang menikah, seperti yang disebut
dalam hadis yang bermaksud.
“Tiga golongan yang menjadi hak Allah untuk diberikan
pertolongan: seorang mujahid yang berjuang di jalan Allah, seorang hamba yang
berusaha membebaskan diri dengan melunasi utangnya, dan seorang lelaki yang
ingin berkawin untuk menjaga maruahnya,” bebernya menyitat hadis riwayat An-Nasa’i,
Ibnu Majah, dan Ahmad.
Lanjutnya, salah ketika mengatakan bahwa zina atau
ganti-ganti pasangan itu lebih enak daripada menikah kemudian bertahan dengan
satu orang.
“Jelas itu berarti kalimat kekufuran, itu kalimat
salah. Maksudnya kalimat yang mengajak maksiat, malah kemudian merendahkan dan
mengatakan buruk pernikahan itu. Tetapi justru malah memuji atau mempopulerkan
atau menawarkan maksiat zina tadi dengan mengatakan itu lebih menguntungkan,”
terangnya.
Ia mengatakan, orang yang menikah karena ingin menjaga
kehormatannya adalah perbuatan terpuji, malah berat untuk mendapatkan
pertolongan dari Allah Swt..
“Jadi kalau kemudian anda itu mau menikah, mau justru
mencegah diri dari melakukan perzinaan, itu malah kehormatan, itu malah
kemuliaan. Gitu, loh. Masyaallah,”
simpulnya.[] Syamsiyah Jamil
