TintaSiyasi.id -- Cendekiawan Muslim, Ustaz Ismail Yusanto (UIY) menyatakan bahwa ittibak kepada Nabi yang paling nyata adalah pada cara berpikir dan perbuatan.
“Maulid Nabi sekarang ini adalah maulid yang next level. Next level itu adalah semangat untuk ittibak kepada Nabi. Dan ittiba yang paling nyata adalah pada cara berpikir dan perbuatan kita,” ujarnya dalam kanal YouTube UIY Official bertajuk Memaknai Cinta Nabi di Masa Kini – Spesial Maulid Nabi Saw., Ahad (7/9/2025).
UIY mengingatkan bahwa Nabi Muhammad Saw. bukan hanya sosok pemimpin spiritual, tetapi juga pendiri negara yang membawa Islam tegak sebagai peradaban agung. Michael Hart menulis buku hasil riset 18 tahun. Dengan jujur ia menempatkan Nabi Muhammad di posisi pertama tokoh paling berpengaruh di dunia.
"Nabi itu memimpin keluarga, memimpin negara, mengatur masyarakat, dan menyelesaikan persoalan rakyat. Itu yang tidak dilakukan Yesus. Jadi negara itu adalah sunnah Nabi yang paling besar,” jelasnya.
Menurutnya, keberhasilan Rasulullah Saw. mendirikan Negara Madinah menjadi fondasi bagi tegaknya peradaban Islam yang bertahan ratusan tahun, melintasi benua dan samudra.
"Kalau para sejarawan menyebut The Golden Age itu 700 tahun, kita percaya lebih dari itu, kurang lebih 1400 tahun. Peradaban paling lama tegak di muka bumi," ujarnya.
UIY sapaan akrabnya, menekankan bahwa syariah Islam tidak mungkin tegak secara kaffah tanpa sebuah daulah. Karena itu, cinta kepada Nabi harus diwujudkan dengan istiqamah dalam dakwah.
“Dakwah inilah metode yang diajarkan Nabi untuk menyelesaikan persoalan. Dakwah merubah, jihad menaklukkan. Islam lebih menginginkan perubahan ketimbang penaklukan. Jika pun ada penaklukan, maka disertai dengan perubahan menjadi bagian dari dunia Islam,” jelasnya.
Ia menegaskan, semangat dakwah harus menjadi kunci untuk mengakhiri penderitaan umat Islam hari ini, termasuk tragedi kemanusiaan yang menimpa rakyat Palestina.
“Harkat martabat umat Islam luar biasa di hadapan Allah. Nabi bersabda, hancurnya dunia ini lebih remeh dibanding terbunuhnya seorang muslim. Tetapi hari ini, tiap hari kita saksikan di Gaza, puluhan syahid berjatuhan. Maka dakwah inilah jalan untuk mengakhiri semua penderitaan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, UIY menekankan bahwa dengan dakwah, umat Islam bisa kembali bersatu, menegakkan syariah secara kaffah, dan mengembalikan kehormatan umat.
“Maulid kali ini harus benar-benar menjadi maulid yang next level, dengan kesetiaan kita di jalan dakwah. Karena inilah jalan untuk menegakkan kembali kehidupan Islam yang mulia, bukan hanya untuk umat Islam, tetapi untuk umat manusia secara keseluruhan,” pungkasnya.[] Nabila Zidane