“Michael Hart yang menulis buku 100 tokoh
yang paling berpengaruh dalam sejarah pada tahun 1918, yang menempatkan
Muhammad Rasulullah saw. sebagai pribadi nomor satu yang paling berpengaruh
dalam perubahan peradaban dunia,” ungkapnya dalam akun TikTok @Dr. Riyan
bertajuk Mengapa Kita Harus Meneladani Rasulullah Saw. dalam Perubahan
Politik?, Kamis, (18/09/2025).
“Pengakuan ini sungguh jujur dan
objektif karena Michael Hart adalah non-Muslim,” katanya.
“Selama 23 tahun setelah mendapatkan
wahyu berupa risalah Islam, Muhammad mengubah dunia dari kegelapan menjadi
cahaya terang benderang Islam, sehingga Islam menjadi rahmatan lil-‘alamin,”
ungkapnya.
Maka Riyan melanjutkan, perubahan
politik sejati menurut Islam senantiasa memiliki arah untuk menggapai keridaan
Ilahi. “Menempuh tapak jejak suci yang telah diteladankan oleh Nabi,” tegasnya.
“Penggerak perubahan sejati memulai
dakwah mengubah pola pikir manusia dengan basis argumentasi rasional, sehingga
dihasilkan kesadaran akan fakta yang rusak dan menginginkan fakta pengganti
yang benar dan baik,” imbuhnya.
“Ketika itu dilakukan dalam skala
gerakan yang luas, di tengah-tengah masyarakat, maka terciptalah kesadaran dan
kekuatan politik yang menginginkan perubahan untuk diterapkannya seluruh
aturan-aturan Islam tanpa kekerasan,” tegasnya.
Karenanya, Dr. Riyan menyebut, kekuasaan
yang menolong atau yang disebut dengan sulthanan nashiran. “Dicontohkan
Nabi saw. di Madinah didukung oleh umat yang sadar an-thoriqil ummah dan
diberikan oleh mereka yang memiliki kekuatan pengaruh, yaitu dengan thalabun
nushrah sehingga kemudian Islam menjadi tegak,” jelasnya.
“Paham sampai di sini, salam melek
politik,” tutupnya.[] Titin Hanggasari
