Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Derita Gaza Makin Meningkat, Kesadaran Umat Akan Solusi Hakiki Harus Makin Meningkat

Kamis, 11 September 2025 | 23:38 WIB Last Updated 2025-09-11T16:38:47Z

TintaSiyasi.com -- Gambaran suram terhampar dari Jalur Gaza, di mana kejahatan zionis semakin hari meningkat. Dalam pers di markas PBB New York, Kamis (4/09/2025), Manajer Komunikasi Dana Anak-Anak PBB (UNICEF), Tess Ingram, menggambarkan Gaza City yang sebelumnya menjadi tempat perlindungan terakhir bagi warga Gaza Utara telah berubah menjadi tempat mencekam, bahkan menjadi kota yang diliputi ketakutan, pengungsian, dan pemakaman. Zionis bukan hanya merampas, membunuh, namun juga melakukan genosida terhadap warga Palestina untuk menguasai tanah Palestina.

Melansir dari berita Detiknews, Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu, mengumumkan bahwa serangan militer terbaru di Jalur Gaza akan segera dimulai. Netanyahu menegaskan pada Minggu (10/08/2025) bahwa dirinya tidak memiliki pilihan selain “menyelesaikan pekerjaannya” untuk mengalahkan Hamas dan membebaskan para sandera yang diculik dari wilayah Israel. Penegasan itu mendapat dukungan dari Trump agar zionis dapat mengambil alih Gaza dari penguasaan Hamas, dengan dalih akan menyerahkan wilayah penguasaan itu kepada kekuatan Arab.

Dukungan global internasional pun berdatangan. Sumud Flotilla adalah gerakan kemanusiaan sipil internasional dari berbagai aktivis yang melibatkan 44 negara dengan mengirimkan bantuan ke Gaza dan menembus blokade Israel terhadap Jalur Gaza melalui jalur pelayaran. Gerakan ini juga menjadi kritik atas kegagalan para pemimpin dunia bertindak tegas terhadap krisis kemanusiaan yang terus berlangsung di Gaza.

Hari ini, sebagian umat Muslim dan masyarakat telah banyak melakukan berbagai aksi kemanusiaan, mulai dari pemboikotan produk, mengirimkan bantuan kemanusiaan, aksi di berbagai belahan dunia hingga di perbatasan pintu Rafah. Namun, penguasa negeri-negeri Muslim tidak bergeming sedikit pun. Pengkhianatan penguasa Arab dan dunia semakin membuat zionis meningkatkan kejahatan mereka.

Masalah ini semakin menegaskan bahwa masalah Palestina bukan sekadar isu kemanusiaan, tetapi persoalan politik yang membutuhkan solusi hakiki. Sedangkan solusi kemanusiaan yang ditawarkan masih belum cukup untuk menghentikan kejahatan zionis dan membebaskan wilayah Palestina.

Islam telah memberikan solusi syar’i untuk menumpas penjajahan, yakni dengan jihad fisabilillah.

Allah SWT telah berfirman:
وَقَٰتِلُوا۟ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ ٱلَّذِينَ يُقَٰتِلُونَكُمْ وَلَا تَعْتَدُوٓا۟ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ ٱلْمُعْتَدِينَ

“Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.”
(QS. Al-Baqarah: 190)

Penerapan jihad fisabilillah akan mampu menjaga kehormatan dan keselamatan kaum Muslim. Memerangi penjajah dan membebaskan Palestina adalah kewajiban dan tanggung jawab umat Islam. Memang benar, jihad telah dilakukan mujahidin di Palestina, namun kekuatan mereka dengan militer zionis tidaklah sepadan. Zionis disokong oleh negara kapitalisme, dijaga lembaga internasional, dan dibiarkan oleh penguasa Arab serta Muslim.

Negara yang mampu menyatukan kekuatan militer kaum Muslimin di seluruh dunia hanyalah Daulah Khilafah. Berada dalam satu komando dan kepemimpinan Islam dengan aktivitas jihad fisabilillah oleh seorang khalifah. Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya imam/khalifah adalah perisai, orang-orang berperang di belakangnya dan menjadikannya pelindung.” (HR. Muslim, Bukhari, Ahmad, Abu Dawud)

Khalifah berperan sebagai junnah (perisai) yang melindungi umat Islam dari ancaman musuh, serta menjadi benteng kemurnian agama.

Hendaknya umat terus meningkatkan kesadaran dan menyuarakan tuntutannya dengan menuntut bantuan militer untuk menghentikan genosida di Gaza. Membangun persatuan umat, menyamakan pemikiran, perasaan, dan aturan yang ingin ditegakkan hingga mampu mewujudkan serta mengupayakan kebangkitan peradaban Islam dan bersatunya negeri-negeri Muslim dalam hadirnya Daulah Khilafah Islam.

Wallahu a’lam bish-shawab

Oleh: Misyanti
Aktivis Muslimah

Opini

×
Berita Terbaru Update