TintaSiyasi.id -- Konselor Keluarga dan Pengasuh Rumah Qur’an As-Salam Ustazah Reni Raden Sugriwo menuturkan, jangan pernah menempatkan cinta pada tempat atau pada suatu hal yang salah.
“Jangan pernah menempatkan cinta pada
tempat atau pada suatu hal yang salah,” sebutnya pada kajian Tematik MTR
bertema Cinta Nabi Cinta Rasululullah, Rasululullah Muhammad Teladan
Sepanjang Zaman, Ahad (14/09/2025).
“Cinta kepada Allah, cinta kepada
Rasul, dan cinta pada jihad fi sabilillah harus di atas segala-galanya, karena
di situlah kunci kebahagiaan sesungguhnya,” bebernya.
Ia melanjutkan, jika cinta Allah dan
Rasulnya diabaikan, maka akan terjangkitlah penyakit wahn, yakni cinta
dunia dan takut mati.
“Orang-orang yang Allah cintai adalah
orang-orang yang senantiasa mengutamakan
Allah dan Rasul-Nya,” serunya.
Reni menegaskan, cinta Allah dan
Rasul bukan sekadar klaim, melainkan harus dibuktikan. “Bukti cinta haruslah
sesuai antara ucapan dengan perbuatan,” tegasnya seraya menyebutkan cara
membuktikan.
Pertama, men-dawam-kan
(membiasakan) lisan untuk selalu menyebut-nyebut namanya dengan berselawat.
“Cinta Nabi tidak hanya mencukupkan
diri dengan berselawat, namun juga melaksanakan apa yang Rasulullah bawa dan
sampaikan,” singgungnya.
Kedua, jangan
membuat sakit hati Rasululullah. “Yang membuat sakit hati Rasulullah adalah
ketika kita meragukan apa yang Rasulullah bawakan,” ujar Reni.
Dikisahkannya, Rasulullah saw pernah
datang menemui seorang sahabat dalam keadaan marah. “Sahabat berkata, 'Siapa
yang telah membuat Engkau marah, wahai Rasulullah? Semoga Allah memasukkan
mereka ke dalam neraka.’ Beliau menjawab, ‘Bagaimana perasaanmu ketika aku
memerintahkan orang-orang dengan suatu perintah, lalu mereka bimbang (ragu
untuk melaksanakan perintah tersebut).’,” ungkapnya menukil hadis riwayat Imam Muslim
dan Imam Ibnu Hibban.
Ia mengutip firman Allah Swt. di dalam
Al-Quran surah At-Taubah ayat 61:
... وَالَّذِيْنَ
يُؤْذُوْنَ رَسُولَ اللَّهِ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ
... orang-orang yang menyakiti
Rasulullah bagi mereka azab yang sangat pedih.
Rasulullah adalah penyempurna agamam,
lanjutnya, sehingga apa-apa yang di bawa olehnya maka diambil dan ditinggalkan
apa-apa yang dilarang.
Ketiga, itibak
kepada Rasulullah. “Rasulullah harus menjadi role model umat Islam,”
lugasnya.
“Kedudukan Rasulullah tidak hanya
sebagai nubuat pembawa risalah, melainkan kedudukannya juga sebagai pemimpin,”
tandasnya.
Reni menjelaskan, posisi beliau
sebagai nubuat pembawa risalah tidak bisa diikuti karena beliau adalah penutup
para Nabi, tidak ada lagi Nabi yang diutus setelahnya sehingga wahyu pun telah
sempurna diturunkan sebagai risalahnya.
“Yang bisa kita lakukan untuk itibak
kepada Rasul adalah dari sisi kepemimpinannya, karena Rasulullah menuturkan bahwa
tidak ada Nabi setelahnya tetapi akan ada khalifah dan jumlahnya banyak,” ungkap
Reni.
Teladan Rasul
“Keteladan Rasul dari sisi
kepemimpinan, yaitu Rasul memutuskan perkara di antara manusia dan mengurusi
urusan manusia dengan Al-Qur'an. Yang Rasul contohkan bukan hanya mengajarkan
akhlak tetapi juga membawa aturan untuk diterapkan dalam semua aspek kehidupan,”
lugas Reni.
“Kita mengaku cinta pada Rasul tetapi
justru jauh dari ajarannya dan bermaksiat kepada Rasul dengan tidak mengamalkan
apa yang di bawanya, serta menjauhkan agama dari kehidupan,” timpalnya
“Kita tidak akan pernah tersesat jika
kita berpegang teguh pada Al-Qur'an dan sunahnya (thariqah atau jalan)
yang di contohkan Rasulullah dalam menjalankan seluruh aspek kehidupan,”
tandasnya.[] Nuraida
