Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Charlie Krik Menjadi Korban atas Kepemilikan Senjata Api di Amerika

Selasa, 30 September 2025 | 21:19 WIB Last Updated 2025-09-30T22:40:04Z

TintaSiyasi.id -- Viralnya video penembakan Charlie Kirk, seorang aktivis pendukung Israel garis keras dan sekutu terdekat Donald Trump, yang tiba-tiba ditembak oleh sniper di tengah diskusi publik di Utah Valley University, diterangkan Budayawan Muslim Doni Riw bahwa Kirk menyuarakan hak kepemilikan senjata api depan publik dan menjadi korban atas kebebasan kepemilikan senjata api di Amerika.

 

"Ketika dia menyuarakan hak kepemilikan senjata itu di depan publik, ketika itu pula dia menjadi korban atas kebebasan kepemilikan senjata api di Amerika," terangnya dalam kanal YouTube Khilafah News, Kamis (18/09/2025).

 

Doni Riw menjelaskan dalam forum tersebut bukan sedang membahas soal Israel-Palestina, tetapi membahas hak kepemilikan senjata api di Amerika.

 

"Forum tersebut adalah forum debat soal hak kepemilikan senjata api di Amerika," jelasnya dalam rubrik yang bertajuk Pesan Tersirat dari Kematian Charlie Kirk.

 

Pelaku Sesungguhnya

 

Doni Riw menyebutkan pelaku sebenarnya adalah Tyler Robinson, anak seorang penegak hukum sekaligus pendeta, pendukung Partai Republik dan pendukung Trump.

 

"Tyler sendiri mengaku kepada orang tuanya bahwa dia tidak suka Kirk karena orasinya kerap kali menyebarkan kebencian," bebernya.

 

Ia pun menuturkan ungkapan Donald Trump, beserta para pendukungnya, termasuk pendukung Israel, dan yang ada di Indonesia bahwa kejadian itu merupakan serangan atas nilai-nilai demokrasi, nilai-nilai kebebasan berekpresi, dan hak asasi manusia.

 

"Kejadian ini juga dianggap menyeret Amerika ke dalam masa kelam," tuturnya.

 

Doni Riw menjelaskan kekejaman Israel dan genosida yang terjadi di Gaza hari ini bukan bermula dari penembakan atas Charlie Kirk, tetapi bermula dari penjajahan Palestina oleh Zionis yang didukung oleh Amerika, Donald Trump, dan Charlie Kirk.

 

 

"Masa kelam itu sesungguhnya bukan terjadi di Amerika, tetapi di seluruh dunia," tandasnya.[] Aini

Opini

×
Berita Terbaru Update