TintaSiyasi.id -- Viralnya video penembakan Charlie Kirk, seorang aktivis pendukung Israel garis keras dan sekutu terdekat Donald Trump, yang tiba-tiba ditembak oleh sniper di tengah diskusi publik di Utah Valley University, diterangkan Budayawan Muslim Doni Riw bahwa Kirk menyuarakan hak kepemilikan senjata api depan publik dan menjadi korban atas kebebasan kepemilikan senjata api di Amerika.
"Ketika dia menyuarakan hak kepemilikan senjata
itu di depan publik, ketika itu pula dia menjadi korban atas kebebasan
kepemilikan senjata api di Amerika," terangnya dalam kanal YouTube
Khilafah News, Kamis (18/09/2025).
Doni Riw menjelaskan dalam forum tersebut bukan sedang
membahas soal Israel-Palestina, tetapi membahas hak kepemilikan senjata api di
Amerika.
"Forum tersebut adalah forum debat soal hak
kepemilikan senjata api di Amerika," jelasnya dalam rubrik yang bertajuk Pesan
Tersirat dari Kematian Charlie Kirk.
Pelaku Sesungguhnya
Doni Riw menyebutkan pelaku sebenarnya adalah Tyler
Robinson, anak seorang penegak hukum sekaligus pendeta, pendukung Partai
Republik dan pendukung Trump.
"Tyler sendiri mengaku kepada orang tuanya bahwa
dia tidak suka Kirk karena orasinya kerap kali menyebarkan kebencian,"
bebernya.
Ia pun menuturkan ungkapan Donald Trump, beserta para
pendukungnya, termasuk pendukung Israel, dan yang ada di Indonesia bahwa
kejadian itu merupakan serangan atas nilai-nilai demokrasi, nilai-nilai
kebebasan berekpresi, dan hak asasi manusia.
"Kejadian ini juga dianggap menyeret Amerika ke
dalam masa kelam," tuturnya.
Doni Riw menjelaskan kekejaman Israel dan genosida
yang terjadi di Gaza hari ini bukan bermula dari penembakan atas Charlie Kirk,
tetapi bermula dari penjajahan Palestina oleh Zionis yang didukung oleh
Amerika, Donald Trump, dan Charlie Kirk.
"Masa kelam itu sesungguhnya bukan terjadi di
Amerika, tetapi di seluruh dunia," tandasnya.[] Aini
