TintaSiyasi.id -- Cendekiawan Muslim, Ustaz Ismail Yusanto (UIY) menegaskan bahwa tidak ada kemuliaan kecuali dengan Islam.
“Hayatunna, hayatul Muslim, hayat dakwah. Kita harus punya satu keyakinan yang paripurna, tuntas, bahwa tidak ada kemuliaan kecuali dengan Islam. La izzata illa bil Islam,” tegasnya dalam kanal YouTube UIY Official bertajuk Memaknai Cinta Nabi di Masa Kini – Spesial Maulid Nabi Saw, Ahad (7-9-2025).
UIY menyinggung fakta bahwa sosialisme telah ditinggalkan oleh para pengusungnya sendiri. Hari ini, sosialisme hanya tersisa di Korea Utara dan Kuba. Bahkan Cina yang disebut komunis saja sudah meninggalkan sosialisme, bergeser menuju kapitalisme.
Namun, kapitalisme pun menurutnya telah nyata-nyata gagal. Peradaban sekuler kapitalis bukan hanya merusak tatanan hidup umat Islam, melainkan juga menimbulkan krisis kemanusiaan di jantung negeri kapitalis itu sendiri.
“Coba apa yang bisa diharapkan dari peradaban yang bahkan tidak lagi mengenal perkawinan yang benar. Ketika Mahkamah Agung Amerika melegalkan same-sex marriage, perdebatan yang muncul justru absurd" jelasnya.
Kemudian UIY mengutip, perdebatan Mahkamah Agung Amerika Serikat, 'Kenapa tidak boleh nikah sejenis? Ya karena harus nikah dengan lawan jenis. Kenapa harus dengan lawan jenis? Supaya punya anak.'
"Loh, siapa yang bilang bahwa nikah itu harus punya anak? Jadi kan absurd? Ini kan peradaban kacau, ini yang menghancurkan kemanusiaan kita. Eksploitasi, pertentangan, ketidakadilan seperti yang kita lihat di Gaza," imbuhnya.
Lebih jauh, ia menyoroti krisis di Gaza sebagai potret nyata korban dari sistem kapitalisme global. “Gaza itu korban peradaban sekuler kapitalisme yang eksploitatif. Tetapi korban bukan hanya di dunia Islam, di jantung kapitalisme sendiri banyak yang menderita. Lihat saja demo besar di Manhattan, New York, orang teriak ‘Capitalism is not working. Kapitalisme hanya untuk 1 persen, sementara 99 persen ditinggalkan,” ungkapnya.
Karena itu, UIY menegaskan tidak ada arah lain selain kembali pada Islam.
“Kemana kita akan mengadu setelah sosialisme runtuh dan kapitalisme makin nampak bobroknya? Jika bukan kepada Islam, lalu kepada siapa lagi Sayangnya, masih ada umat Islam hari ini yang justru tetap percaya pada ekonomi kapitalis, bukan menengok Islam sebagai alternatif,” paparnya.
Ia menegaskan, Islam hanya bisa tegak jika syariat diterapkan secara kaffah. “Dan tidak ada penerapan syariah secara kaffah kecuali di dalam sebuah daulah. Daulah itulah yang dulu ditegakkan oleh Nabi Muhammad Saw.,” pungkasnya.[] Nabila Zidane