Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Surga Memanggilmu untuk Berdakwah, Melangsungkan Kehidupan Islam

Senin, 18 Agustus 2025 | 04:57 WIB Last Updated 2025-08-17T21:57:57Z
Tintasiyasi.ID-- Refleksi QS. Ali ‘Imran: 110 dan Thariqah Dakwah Rasulullah ﷺ

"Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah…"
(QS. Ali ‘Imran: 110)

1. Panggilan Surga yang Nyata di Dunia

Surga tidak hanya memanggil di akhir hayat, tetapi sejak kita hidup di dunia. Panggilan itu datang melalui Al-Qur’an, yang menuntut kita menjadi khairu ummah (umat terbaik) dengan amar ma’ruf, nahi munkar, dan iman kepada Allah.

Menjawab panggilan ini berarti mengemban amanah dakwah seperti yang telah dijalani Rasulullah ﷺ: mengajak manusia kepada Islam secara utuh, hingga terwujudnya kehidupan yang tunduk kepada Allah di seluruh aspek — pribadi, keluarga, masyarakat, dan negara.

2. Tiga Pilar Umat Terbaik

QS. Ali ‘Imran: 110 menegaskan bahwa umat terbaik memiliki tiga fondasi:

1. Amar Ma’ruf — menyeru kepada seluruh kebaikan yang ditetapkan Allah.

2. Nahi Munkar — mencegah segala bentuk kemaksiatan dan kerusakan.

3. Iman kepada Allah — menegakkan tauhid dan ketaatan penuh kepada syariat-Nya.

Rasulullah ﷺ mencontohkan ketiga pilar ini dengan metode dakwah yang sistematis, sabar, dan terarah, bukan sekadar spontan atau emosional.

3. Thariqah Dakwah Rasulullah ﷺ

Dakwah beliau bukan hasil improvisasi, tetapi wahyu yang terarah dan terbukti efektif membangun peradaban Islam. Secara garis besar, ada tiga fase utama:

a. Fase Pembinaan (Sirriyah) — Membangun Pondasi Aqidah

Rasulullah ﷺ memulai dakwah secara sembunyi-sembunyi selama ± 3 tahun.

Fokusnya adalah pembinaan pribadi melalui halaqah kecil, seperti yang dilakukan di rumah Al-Arqam bin Abi Al-Arqam.

Materi utama adalah tauhid, iman kepada hari akhir, dan pembentukan akhlak.

Tujuannya melahirkan kader dakwah yang kokoh iman dan sabar menghadapi ujian.

Pelajaran untuk kita: Melangsungkan kehidupan Islam dimulai dari pembinaan individu agar siap menjadi pengemban dakwah yang tangguh.

b. Fase Terbuka (Jahriyah) — Menyampaikan Seruan kepada Publik

Setelah kader inti terbentuk, Rasulullah ﷺ mulai berdakwah terbuka, menyeru Quraisy di bukit Shafa.

Beliau menyampaikan kebenaran secara terbuka dan jelas, meski menghadapi ejekan, fitnah, bahkan ancaman fisik.

Fokusnya adalah menggugah kesadaran masyarakat tentang kerusakan sistem jahiliyah dan menawarkan Islam sebagai solusi.

Pelajaran untuk kita: Dakwah tidak cukup hanya di lingkup pribadi; ia harus menghadapi masyarakat secara langsung dan menyerukan perubahan sosial.

c. Fase Penegakan Sistem Islam (Daulah)

Rasulullah ﷺ melakukan hijrah ke Madinah setelah mendapatkan perlindungan politik dari suku Aus dan Khazraj.

Di Madinah, beliau menegakkan Khilafah Islam yang menerapkan syariat dalam pemerintahan, ekonomi, pendidikan, dan hubungan internasional.

Dari sinilah kehidupan Islam berlangsung secara menyeluruh hingga membentuk peradaban yang mulia.

Pelajaran untuk kita: Melangsungkan kehidupan Islam berarti menegakkan aturan Allah dalam seluruh aspek kehidupan, bukan sekadar ibadah personal.

4. Mengaitkan QS. Ali ‘Imran: 110 dengan Thariqah Dakwah

Ayat ini menuntut kita bukan hanya berbuat baik secara individual, tetapi membentuk masyarakat yang baik melalui dakwah yang meneladani Rasulullah ﷺ.

Amar Ma’ruf → Dilakukan dengan membina individu dan menyeru kebaikan secara publik.

Nahi Munkar → Menghapus kemungkaran dari sistem dan budaya masyarakat.

Iman kepada Allah → Menjadi motivasi utama yang membuat kita istiqamah dalam jalan dakwah.

Tanpa mengikuti thariqah dakwah Rasulullah ﷺ, perjuangan sering berhenti di tengah jalan atau hanya menghasilkan perubahan parsial.

5. Panggilan Surga untuk Zaman Ini

Di tengah maraknya kerusakan moral, hegemoni ideologi sekuler, dan jauhnya umat dari syariat, panggilan surga semakin mendesak. Menjawabnya berarti:

Membina diri dan keluarga dengan aqidah yang lurus.

Aktif berdakwah di lingkungan sekitar.

Mengajak masyarakat kembali kepada sistem Islam sebagai jalan hidup.

6. Penutup: Janji Allah untuk Para Pengemban Dakwah

Allah menjanjikan kemuliaan bagi mereka yang istiqamah di jalan amar ma’ruf nahi munkar:

"Janganlah kamu bersikap lemah dan jangan pula bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi derajatnya jika kamu beriman."
(QS. Ali ‘Imran: 139)

Menjawab panggilan surga berarti menapaki jejak Rasulullah ﷺ dalam dakwah — dari pembinaan individu, penyampaian kebenaran secara publik, hingga terwujudnya kehidupan Islam yang penuh berkah.
Jika kita istiqamah di jalan ini, kelak kita akan dipanggil dengan seruan indah:

"Wahai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang ridha dan diridhai. Maka masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku, dan masuklah ke dalam surga-Ku."
(QS. Al-Fajr: 27–30)

Dr. Nasrul Syarif, M.Si. (Penulis Buku Gizi Spiritual dan Dosen Pascasarjana UIT Lirboyo)

Opini

×
Berita Terbaru Update