Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Solusi Gaza: Desakan Berkelanjutan Akan Lebih Kuat Jika Berbagai Pihak Bersatu

Senin, 25 Agustus 2025 | 03:30 WIB Last Updated 2025-08-24T20:32:27Z

Tintasiyasi.ID -- Aktivis Dakwah Malaysia Ustaz Abdul Hakim Othman menyatakan bahwa desakan berkelanjutan untuk menggerakkan pemimpin dan tentara ke Gaza akan lebih kuat jika berbagai pihak melakukannya secara bersama-sama.

 

"Jika gerakan-gerakan, tokoh-tokoh memberikan solusi yang sama, artinya mereka mendesak pemerintah agar tentara bergerak ke Gaza. Jadi, desakan berkelanjutan itu datang dari berbagai pihak, dari tokoh-tokoh yang menjadi pemimpin gerakan ini. Jadi, itu sebenarnya lebih kuat," ujarnya dalam program edisi khusus Kupas Tuntas di akun Facebook Juru Cakap HTM, Jumat (08/08/2025).

 

Hal itu ia lihat ketika memandang kenyataan bahwa umat Islam telah menggelar berbagai pertemuan kecil maupun besar untuk menyuarakan solidaritas bagi Gaza, namun masalah Gaza masih belum terselesaikan.

 

"Persoalannya adalah kita melihat Gaza masih berdarah, masih terjajah. Entitas Yahudi dan juga Amerika masih membantai di Gaza," ujarnya.

 

Ia melanjutkan, diperlukan solusi menyeluruh untuk Gaza, dari dua sisi, korban dan predator. “Dari sudut pandang korban, berbagai bantuan kemanusiaan dan material memang penting dan telah dilakukan oleh banyak pihak,” sebutnya.

 

"Namun masalah utamanya adalah predator yang belum dihadapi atau belum sepenuhnya diatasi. Predator ini adalah entitas Yahudi. Jadi, predator inilah yang harus disingkirkan," tegasnya.

 

Ia menjelaskan bahwa para pemimpin dan tentara Muslim harus bergerak untuk menyingkirkan entitas Yahudi.

 

"Para predator ini harus disingkirkan dengan perang. Karena mereka memiliki kekuatan perang. Mereka menggunakan semua senjata perang yang mereka miliki untuk membantai Gaza. Jadi untuk menyingkirkan predator, kekuatan itu juga harus dilawan dengan kekuatan. Perang harus dilawan dengan perang. Tentara harus dilawan dengan tentara," jelasnya.

 

Ia menambahkan bahwa seluruh dunia dimobilisasi untuk memberikan bantuan kemanusiaan ke Gaza dan menekan entitas Yahudi agar mencabut pengepungan mereka agar bantuan pangan dapat masuk ke Gaza, tetapi masih diblokir.

 

"Namun kenyataannya, coba lihat sejauh ini, dan sejak awal, berapa banyak hal serupa yang telah dilakukan. Mereka adalah orang-orang Muslim yang tidak bersenjata. Jadi mereka melakukan hal-hal itu tetapi mereka dihentikan oleh entitas Yahudi dengan kekuatan militer," jelasnya.

 

Seruan

 

Ia mengatakan bahwa Hizbut Tahrir telah menyerukan kepada pemerintah dan militer untuk berjihad guna melenyapkan para predator dan membebaskan tanah Palestina yang diduduki.

 

“Jadi, kami selalu menyerukan hal itu karena ini adalah solusi akhir untuk masalah Gaza. Jadi, suara kami, kami tahu tidak didengar, tetapi kami akan terus berjuang. Kami akan melanjutkan seruan kami,” ujarnya.

 

Jadi, katanya, Hizbut Tahrir selalu menyerukan tegaknya khilafah karena para pemimpin yang ada saat ini tidak akan memobilisasi tentara.

 

“Pada saat yang sama, Hizbut Tahrir menyerukan kepada para pemimpin, menyerukan tentara, kami berusaha menegakkan khilafah. Insya Allah, ketika khilafah tegak, tentara akan dimobilisasi,” ujarnya.

 

Ia kemudian menyampaikan harapannya agar umat Islam dari berbagai lembaga swadaya masyarakat (LSM), partai politik, dan tokoh masyarakat untuk menyerukan solusi nyata bagi Palestina melawan pemerintah dan tentara, selain berdemonstrasi dan mengirimkan bantuan.

 

"Tapi inilah yang harus kalian lakukan. Jangan mencari-cari alasan karena solusinya sudah ada. Jadi, jihad adalah solusinya, dan inilah satu-satunya solusi yang tuntas. Jika ini tidak terjadi, maka tindakan dan aktivitas apa pun yang dilakukan umat Islam, walau pun bagus, tidak akan menyelesaikan masalah Palestina," pungkasnya.[] Syamsiyah Jamil

Opini

×
Berita Terbaru Update