Tintasiyasi.ID -- Aktivis Dakwah Malaysia Ustaz Abdul Hakim Othman menyatakan bahwa desakan berkelanjutan untuk menggerakkan pemimpin dan tentara ke Gaza akan lebih kuat jika berbagai pihak melakukannya secara bersama-sama.
"Jika gerakan-gerakan, tokoh-tokoh memberikan
solusi yang sama, artinya mereka mendesak pemerintah agar tentara bergerak ke
Gaza. Jadi, desakan berkelanjutan itu datang dari berbagai pihak, dari
tokoh-tokoh yang menjadi pemimpin gerakan ini. Jadi, itu sebenarnya lebih
kuat," ujarnya dalam program edisi khusus Kupas Tuntas di akun Facebook
Juru Cakap HTM, Jumat (08/08/2025).
Hal itu ia lihat ketika memandang kenyataan bahwa umat
Islam telah menggelar berbagai pertemuan kecil maupun besar untuk menyuarakan
solidaritas bagi Gaza, namun masalah Gaza masih belum terselesaikan.
"Persoalannya adalah kita melihat Gaza masih
berdarah, masih terjajah. Entitas Yahudi dan juga Amerika masih membantai di
Gaza," ujarnya.
Ia melanjutkan, diperlukan solusi menyeluruh untuk
Gaza, dari dua sisi, korban dan predator. “Dari sudut pandang korban, berbagai
bantuan kemanusiaan dan material memang penting dan telah dilakukan oleh banyak
pihak,” sebutnya.
"Namun masalah utamanya adalah predator yang
belum dihadapi atau belum sepenuhnya diatasi. Predator ini adalah entitas
Yahudi. Jadi, predator inilah yang harus disingkirkan," tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa para pemimpin dan tentara Muslim
harus bergerak untuk menyingkirkan entitas Yahudi.
"Para predator ini harus disingkirkan dengan
perang. Karena mereka memiliki kekuatan perang. Mereka menggunakan semua
senjata perang yang mereka miliki untuk membantai Gaza. Jadi untuk
menyingkirkan predator, kekuatan itu juga harus dilawan dengan kekuatan. Perang
harus dilawan dengan perang. Tentara harus dilawan dengan tentara,"
jelasnya.
Ia menambahkan bahwa seluruh dunia dimobilisasi untuk
memberikan bantuan kemanusiaan ke Gaza dan menekan entitas Yahudi agar mencabut
pengepungan mereka agar bantuan pangan dapat masuk ke Gaza, tetapi masih
diblokir.
"Namun kenyataannya, coba lihat sejauh ini, dan
sejak awal, berapa banyak hal serupa yang telah dilakukan. Mereka adalah
orang-orang Muslim yang tidak bersenjata. Jadi mereka melakukan hal-hal itu
tetapi mereka dihentikan oleh entitas Yahudi dengan kekuatan militer,"
jelasnya.
Seruan
Ia mengatakan bahwa Hizbut Tahrir telah menyerukan
kepada pemerintah dan militer untuk berjihad guna melenyapkan para predator dan
membebaskan tanah Palestina yang diduduki.
“Jadi, kami selalu menyerukan hal itu karena ini
adalah solusi akhir untuk masalah Gaza. Jadi, suara kami, kami tahu tidak
didengar, tetapi kami akan terus berjuang. Kami akan melanjutkan seruan kami,”
ujarnya.
Jadi, katanya, Hizbut Tahrir selalu menyerukan
tegaknya khilafah karena para pemimpin yang ada saat ini tidak akan
memobilisasi tentara.
“Pada saat yang sama, Hizbut Tahrir menyerukan kepada
para pemimpin, menyerukan tentara, kami berusaha menegakkan khilafah. Insya
Allah, ketika khilafah tegak, tentara akan dimobilisasi,” ujarnya.
Ia kemudian menyampaikan harapannya agar umat Islam
dari berbagai lembaga swadaya masyarakat (LSM), partai politik, dan tokoh
masyarakat untuk menyerukan solusi nyata bagi Palestina melawan pemerintah dan
tentara, selain berdemonstrasi dan mengirimkan bantuan.
"Tapi inilah yang harus kalian lakukan. Jangan
mencari-cari alasan karena solusinya sudah ada. Jadi, jihad adalah solusinya, dan
inilah satu-satunya solusi yang tuntas. Jika ini tidak terjadi, maka tindakan
dan aktivitas apa pun yang dilakukan umat Islam, walau pun bagus, tidak akan
menyelesaikan masalah Palestina," pungkasnya.[] Syamsiyah Jamil