"Kita tidak layak mengatakan merdeka, kita
meneriakkan jeritan kemerdekaan, meskipun secara fisik kita telah melihat
penjajah ke luar dari Malaysia, namun hakikatnya penjajah masih lagi
memgekalkan sistem kehidupannya dan penjajah juga telah berhasil mempersiapkan
orang-orang yang bersedia dan patuh menjalankan sistem kehidupan peninggalan
penjajah," ujarnya dalam akun Facebook Abu Hamzah bertajuk Hakikat
Penjajahan, Senin (18/08/2025).
Ia melanjutkan, hal itu merupakan pertanyaan yang
perlu dipikirkan karena sistem yang mengatur kehidupan umat Islam adalah sistem
penjajah.
"Satu pertanyaan yang perlu kita renungkan
adalah, mari kita lihat apakah sistem pemerintahan yang digunakan di Malaysia
saat ini, sistem ekonomi yang diterapkan, hukum yang diterapkan di lembaga
peradilan di Malaysia, budaya yang diagungkan, sistem sosial yang mengatur
kehidupan masyarakat, semuanya benar-benar bebas dari penjajahan? Faktanya
tidak!" tegasnya.
Ia menjelaskan, sistem pemerintahan yang
'dianugerahkan' oleh penjajah adalah sistem demokrasi, sedangkan dalam Islam
ada sistem pemerintahan.
"Dalam Islam ada sistem pemerintahan Islam,
sistem politik Islam. Pemerintahan agama itu harus berdasarkan Al-Qur'an dan sunah,
dan bentuk pemerintahan itu adalah khilafah," jelasnya.
Ia menambahkan bahwa sistem ekonomi, sistem peradilan,
sistem sosial, politik luar negeri, dan kebijakan pendidikan masih belum bisa
lepas dari aturan-aturan yang dibawa oleh Barat.
"Sistem ekonomi yang berasaskan riba, padahal
riba adalah dosa yang dinyatakan perang oleh Allah dan Rasul-Nya. Sistem
peradilan, hukum yang digunakan dalam lembaga peradilan di Malaysia jelas bukan
hukum yang berasal dari wahyu. Begitu pula dengan sistem sosial, budaya yang
mendominasi masyarakat, bahkan umat Islam saat ini dan sistem lainnya, masih
belum lepas dari cengkeraman penjajah," tambahnya.
Ia menyimpulkan bahwa kemerdekaan hakiki hanya dapat
diraih melalui Islam, apabila umat Islam menjadi hamba Allah Swt. yang tunduk
dan patuh sepenuhnya kepada sistem aturan yang diturunkan Allah Swt..
"Hal yang perlu kita renungkan bersama, jika kita
sungguh-sungguh menginginkan kemerdekaan hakiki, hanyalah melalui Islam.
Kemerdekaan yang dibawa oleh Islam adalah ketika kita saat ini menjadi hamba
yang tunduk, patuh sepenuhnya kepada sistem atau aturan yang diturunkan oleh
Allah Swt., baik dalam konteks politik, ekonomi, budaya, hukum di lembaga
peradilan, dan sebagainya. Inilah hakikat kemerdekaan yang hakiki,"
pungkasnya.[] Hidayah Muhammad
