Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Meraih Syafaat Al-Qur'an

Rabu, 04 Maret 2026 | 13:04 WIB Last Updated 2026-03-04T06:05:13Z
TintaSiyasi.id -- Bulan ini, kita berada di bulan Ramadhan, yaitu bulan penuh berkah. Banyak amaliyah yang dianjurkan untuk kita kerjakan salah satunya adalah membaca dan mentadabburi ayat suci Al-Quran.
Banyak nash hadis yang menerangkan keutamaan membaca Al-Quran, salah satunya bahwa syafaat Al-Quran itu derajatnya lebih tinggi dari nabi, malaikat dan lainnya. Berikut adalah dalilnya:
Rasulullah Saw., bersabda:

مَا مِنْ شَفِيعٍ أَفْضَلُ مَنْزِلَةً عِنْدَ اللَّهِ تَعَالَى مِنَ الْقُرْآنِ، لَا نَبِيٌّ وَلَا مَلَكٌ وَلَا غَيْرُهُ."

"Tidak ada pemberi syafa'at yang memiliki kedudukan lebih tinggi di sisi Allah ta'ala melebihi Al-Qur'an, baik itu nabi, malaikat, maupun yang lainnya."

Hadis ini bersumber dari kitab Ihya Ulumuddin karya imam Ghazali bab membaca Al-Quran.

Al ‘Iraqi memberi komentar tentang hadis tersebut sebagai berikut:

قَالَ العِرَاقِيُّ: رَوَاهُ عَبْدُ المَلِكِ بْنُ حَبِيبٍ مِنْ رِوَايَةِ سَعِيدِ بْنِ سُلَيْمٍ مُرْسَلًا، وَلِلطَّبَرَانِيِّ مِنْ حَدِيثِ ابْنِ مَسْعُودٍ.

Al-'Iraqi berkata: "Hadis ini diriwayatkan oleh ‘Abdul Malik bin Habib dari riwayat Sa‘id bin Sulaim secara mursal dan oleh At-Tabarani dari hadis Ibnu Mas‘ud."

Di hari kiamat semua makhluk memikirkan nasib diri masing-masing, semua menghadapi hisab amal masing-masing. Apakah amal shalihnya cukup sebagai bekal keselamatan menuju surga atau justru berkurang dibandingkan dengan amal buruknya.

Disitulah syafaat sangat dibutuhkan manusia agar nasibnya selamat. Saat itu tidak ada yang dapat memberikan syafaat kecuali atas izin Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa. Oleh karena itu Al-Quran Kalamullah menghadap Allah Ta'ala untuk memberi syafaat kepada 'ahli al-Quran' sebagaimana sabda Rasulullah Saw.,. 

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « الصِّيَامُ وَالْقُرْآنُ يَشْفَعَانِ لِلْعَبْدِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ يَقُولُ الصِّيَامُ أَىْ رَبِّ مَنَعْتُهُ الطَّعَامَ وَالشَّهَوَاتِ بِالنَّهَارِ فَشَفِّعْنِى فِيهِ.
وَيَقُولُ الْقُرْآنُ مَنَعْتُهُ النَّوْمَ بِاللَّيْلِ فَشَفِّعْنِى فِيهِ. قَالَ فَيُشَفَّعَانِ  رواه احمد

Dari Abdullah bin Amr, bahwa Rasulullah Saw., bersabda:
"Puasa dan Al-Qur'an akan memberi syafa'at bagi seorang hamba pada hari kiamat. Puasa berkata: ‘Wahai Rabbku, aku telah mencegahnya dari makan dan syahwat di siang hari, maka izinkan aku memberi syafa'at untuknya."

Dan Al-Qur'an berkata: ‘Aku telah mencegahnya dari tidur di malam hari, maka izinkan aku memberi syafa'at untuknya.’
Beliau bersabda: Maka keduanya pun diberi izin untuk memberi syafa'at. (HR. Ahmad). 

Al-Qur’an itu bacaan, bukan mushafnya. Sesuatu yang non fisik nanti di akhirat akan menjadi fisik. Sehingga, bisa bicara layaknya manusia. Maka, kesempatan itu dipakai untuk membela orang-orang yang meluangkan diri untuk membaca Al-Quran.

Hadis tersebut dikuatkan lagi dengan sabda Rasulullah berikut:

حَدَّثَنِي أَبُو أُمَامَةَ الْبَاهِلِيُّ، قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - يَقُولُ: اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لِصَاحِبِهِ. رواه ابو عوانه

Abu Umamah Al-Bahili meriwayatkan: Aku mendengar Rasulullah Saw., bersabda: "Bacalah Al-Qur'an, karena sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafa'at bagi pembacanya." (HR. Abu Awanah). 

Berdasarkan hadis di atas bahwa Al-Quran akan memberikan syafaat kepada 'ahli al-quran. Bahkan, Imam Ghazali menyebutkan adanya satu hadis yang menyatakan bahwa syafaat Al-Qur’an itu lebih tinggi derajatnya dari syafaat Nabi Muhammad dan malaikat sekalipun. 

Kenaapa? Karena Malaikat itu makhluk dan nabi Muhammad Saw., juga makhluk. Sementara Al-Qur’an adalah kalamullah, yaitu firman Allah. Maka, jika kalamullah lebih tinggi kedudukannya dalam memberi syafaat dari makhluk masuk di nalar.

Ini bulan ramadhan. Bulan Al-Qur’an. Di bulan Ramdhanlah Al-Qur’an diturunkan. Oleh karena itu, memperbanyak membaca Al-Qur’an menjadi sangat penting. Dulu Rasulullah  Saw., selalu tadarus Al-Qur’an dengan malaikat Jibril setiap malam di bulan Ramadhan. Berikut teks hadisnya :

عن ابن عباس رضي الله عنهما قال: كان رسولُ الله ﷺ أجودَ الناس، وكان أجودَ ما يكون في رمضان حين يلقاه جبريل، فيدارسه القرآن كلَّ ليلة؛ فلرسولُ الله ﷺ أجودُ بالخير من الريح المرسلة.رواه البخاري

"Dari Ibnu Abbas tadhiyallahu 'anhuma, dia berkata: adalah Rasulullah Saw., paling dermawannya manusia. Apalagi ketika ditemui Jibril bertadarus Al-Quran dengan Nabi setiap malam bulan Ramadhan, Rasul lebih dermawan dengan kebaikan dari pada angin yang bertiup". (HR.Al-Bukhari,).

Masya Allah, setiap malam di bulan Ramadhan Nabi dan malaikat jibril saling simaan atau tadarus Al-Quran. Di malam-malam ini Rasulullah sangat dermawan dengan kebaikan.

Oleh karena itu, kita umat Muslim harus meneladani untuk membaca dan tadarus Al-Quran. Banyak hadis yang menunjukkan keutamaan baca Al-Quran. Setiap huruf Al-Quran yang kita baca berbuah kebaikan berlipat sepuluh apalagi di bulan suci ini.

Imam Malik selalu menutup majelis ilmunya di bulan Ramadhan. Padahal, majelis ilmu itu sangat mulia, tetapi tetap tidak semulia membaca Al-Qur’an. Yang lebih top, walaupun imam Malik itu hafal Al-Qur’an, tetapi ketika bulan Ramadhan beliau membacanya memakai mushaf karena interaksi dengan mushaf itu jauh lebih baik daripada hafalan.

Harus Ikhlas dan Konsisten

Apa pun amal ibadahnya termasuk membaca Al-Quran itu harus ikhlas semata-mata mengharap ridha Allah Swt., 
Firman Allah Swt,

وَمَآ اُمِرُوْٓا اِلَّا لِيَعْبُدُوا اللّٰهَ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ ەۙ حُنَفَاۤءَ وَيُقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَيُؤْتُوا الزَّكٰوةَ وَذٰلِكَ دِيْنُ الْقَيِّمَةِۗ ۝٥

"Mereka tidak diperintah, kecuali untuk menyembah Allah dengan mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya lagi hanif (istikamah), melaksanakan salat, dan menunaikan zakat. Itulah agama yang lurus ( QS.Al-Bayyinah : 5).

Jangan sampai baca Al-Quran riya' dan sum'ah. Riya' itu bahasa Arab yang berasal dari kata 'ra'a' artinya melihat. Jadi, kalau kita baca Al-Quran diperlihatkan orang lain karena mengharap pujian, ini jelas tidak ikhlas karena tak ikhlas tentu tak dapat syafaat Al-Quran.

Baca Al-Quran dengan ‘sum’ah’ juga tanda tak ikhlas karena Allah Ta’ala. Sum’ah itu bahasa Arab dari kata ‘sami’a’ artinya mendengar. Jadi, kalau kita membaca Al-Quran diperdengarkan orang lain pakai pengeras suara dengan niat agar mendapat pujian dan apresiasi, berarti membaca Al-Qurannya tidak ikhlas karena Allah Ta'ala.

Alih-alih akan mendapat syafaat dari Al-Quran yang dibacanya, tetapi justru mendapat laknat, na'udzubillah mindzalik

Selain harus niat ikhlas karena Allah, juga harus mentadabburi makna yang terkandung di dalam ayat yang dibacanya dan konsisten mengamalkan apa yang dibacanya. Berikut ada 'tahdzir' atau wanti-wanti  yang disampaikan ulama salaf. Ini tahdzirnya ;

رب قارئ للقرآن والقرآن يلعنه

"Banyak orang yang membaca Al-Quran tetapi justru Al-Quran melaknatinya,"

Tahdzir tersebut dari ulama salaf yaitu dari Maimun bin Mahran (Fatawa Lajnah Daimah 213/3).

Hampir senada juga Imam Ghazali dalam kitab Ihya Ulumuddin menukil ucapan Anas bin Malik :
رب تال للقرآن والقرآن يلعنه

"Banyak orang yang membaca Al-quran tapi justru Al-quran melaknatinya"( Ihya Ulumuddin/274/1).

Mereka wanti-wanti kepada para pembaca Al-Quran agar memedomani dan mentadabburinya serta mengamalkan isi kandungan kitab suci Al-Quran karena Al-Quran bukan hanya untuk dibaca, tetapi sebagai pedoman hidup, petunjuk bagi manusia, penjelas petunjuk, dan pembeda antara yang haq dan bathil, antara yang baik dan yang buruk.

Kalau tidak konsisten, Al-Qur'an justru akan melaknati orang yang membacanya karena tidak melaksanakan perintah-perintah-Nya dan melanggar hal-hal yang dilarang-Nya. Membaca ayat keharaman riba atau ayat tentang kezaliman, tetapi dia sendiri berbuat riba atau zalim. Maka, profil qari' Al-Qur'an semacam ini, alih-alih akan mendapat syafaat dari Al-Quran, tetapi justru mendapat laknat dari Al-Quran itu sendiri karena tidak konsisten mengamalkan sesuai yang dibacanya.

Yuk, kita raih syafaat Al-Quran dengan mengintensifkan membaca, memahami makna, dan mengamalkannya dengan niat ikhlas karena Allah Ta'ala. Terkhusus di bulan Ramadhan ini, dan insya Allah sebentar lagi masuk sepuluh terakhir bulan Ramadhan waktu turunnya 'lailatur qadar'. Dimana ibadah di malam 'lailatul qadar' ini keutamaannya lebih baik dari seribu bulan.  Masya Allah.

Semoga kita dapat meraih syafaat Al-Quran. Aamiin.

Abd. Mukti
Pemerhati Kehidupan Beragama

Opini

×
Berita Terbaru Update