Tintasiyasi.ID -- Aktivis Muslim Malaysia Ustaz Abdul Hakim Othman menyatakan bahwa perjuangan partai politik Islam seharusnya adalah mendirikan negara Islam.
“Bagi partai
politik Islam, mereka seharusnya memahami bahwa negara saat ini adalah negara
sekuler yang tidak menerapkan Islam. Maka perjuangan mereka seharusnya adalah
perjuangan untuk mendirikan negara Islam,” ujarnya dalam acara Kupas Tuntas
bersama juru bicara HTM bertajuk Adakah Bilangan Pengukur Kebenaran dan
Kemenangan?", Jumat (01/08/2025).
Ia
menjelaskan bahwa tujuan pendirian partai politik Islam seharusnya adalah untuk
menerapkan Islam. “Partai politik Islam seharusnya tidak berjuang untuk
mempertahankan sistem sekuler, yaitu sistem dan hukum yang berasal dari
penjajah,” lugasnya.
“Dengan kata
lain, mengganti negara yang ada dengan negara Islam dan mengganti semua hukum,
semua sistem yang ada dengan sistem dan hukum Islam,” jelasnya.
Ia
melanjutkan, kegiatan apa pun yang dijalankan oleh partai politik Islam harus
sejalan dengan tujuan pendiriannya.
“Jadi, kalau
namanya partai politik Islam, tujuannya adalah menegakkan Islam, mengubah
sistem sekuler, hukum sekuler menjadi hukum Islam.
“Tetapi
tiba-tiba ia melakukan kegiatan hanya untuk menggulingkan perdana menteri,
menggantinya dengan siapa pun yang kita tidak pedulikan, tanpa mereka peduli
dengan sistem yang diterapkan, lalu bagaimana ia akan mencapai tujuan pendirian
partainya?” tanyanya.
Ia
menunjukkan bahwa jika partai politik Islam masih berjuang untuk mengganti
pemimpin tetapi tidak berjuang untuk mengubah sistemnya, pada kenyataannya
mereka tidak berbeda dengan partai politik sekuler.
Partai
politik sekuler, lanjutnya, tidak ingin mengubah sistem sekuler menjadi sistem
Islam dan negara sekuler menjadi negara Islam.
“Jika para
anggota gerakan Islam masih menginginkan demokrasi, berjuang dalam ruang
lingkup demokrasi, menaati semua ajaran, semua hukum yang ditetapkan dalam
demokrasi, maka sesungguhnya meskipun namanya partai Islam, meskipun namanya
gerakan Islam, pada kenyataannya apa yang mereka lakukan tidak berbeda dengan
partai politik sekuler,” tegasnya.
Ia
menambahkan bahwa kegiatan partai politik sekuler hanya berfokus pada
pergantian pemimpin atau pergantian pemerintahan karena tujuannya adalah untuk
meraih kekuasaan.
"Jadi,
jika partai tersebut adalah partai sekuler, maka ia pasti akan bergerak di
dalam sistem sekuler, ia akan bermain di dalam sistem sekuler, semua
kegiatannya adalah kegiatan yang tidak akan bertentangan dengan sistem sekuler
dan hukum sekuler yang berlaku, dan bahkan jika ia ingin mengganti Perdana
Menteri, bahkan jika ia ingin mengganti pemerintah, ia tidak akan mengganti
sistem yang diterapkan karena memang itulah tujuannya," ujarnya.
Ia
menjelaskan bahwa partai politik Islam tidak akan mampu menerapkan ajaran Islam
ketika mereka hanya berfokus pada perjuangan atau kegiatan untuk mengubah
manusia, bukan mengubah sistem.
"Sesungguhnya
tujuan mendirikan partai politik Islam jauh dari tercapai ketika mereka
melakukan kegiatan yang hanya berfokus untuk menjatuhkan manusia, bukan
menjatuhkan seluruh sistem sekuler untuk digantikan dengan seluruh sistem
Islam," pungkasnya.[] Syamsiyah Jamil