Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Perjuangan Partai Politik Islam Adalah Mendirikan Negara Islam

Sabtu, 09 Agustus 2025 | 14:21 WIB Last Updated 2025-08-09T07:21:45Z

Tintasiyasi.ID -- Aktivis Muslim Malaysia Ustaz Abdul Hakim Othman menyatakan bahwa perjuangan partai politik Islam seharusnya adalah mendirikan negara Islam.

 

“Bagi partai politik Islam, mereka seharusnya memahami bahwa negara saat ini adalah negara sekuler yang tidak menerapkan Islam. Maka perjuangan mereka seharusnya adalah perjuangan untuk mendirikan negara Islam,” ujarnya dalam acara Kupas Tuntas bersama juru bicara HTM bertajuk Adakah Bilangan Pengukur Kebenaran dan Kemenangan?", Jumat (01/08/2025).

 

Ia menjelaskan bahwa tujuan pendirian partai politik Islam seharusnya adalah untuk menerapkan Islam. “Partai politik Islam seharusnya tidak berjuang untuk mempertahankan sistem sekuler, yaitu sistem dan hukum yang berasal dari penjajah,” lugasnya.

 

“Dengan kata lain, mengganti negara yang ada dengan negara Islam dan mengganti semua hukum, semua sistem yang ada dengan sistem dan hukum Islam,” jelasnya.

 

Ia melanjutkan, kegiatan apa pun yang dijalankan oleh partai politik Islam harus sejalan dengan tujuan pendiriannya.

 

“Jadi, kalau namanya partai politik Islam, tujuannya adalah menegakkan Islam, mengubah sistem sekuler, hukum sekuler menjadi hukum Islam.

 

“Tetapi tiba-tiba ia melakukan kegiatan hanya untuk menggulingkan perdana menteri, menggantinya dengan siapa pun yang kita tidak pedulikan, tanpa mereka peduli dengan sistem yang diterapkan, lalu bagaimana ia akan mencapai tujuan pendirian partainya?” tanyanya.

 

Ia menunjukkan bahwa jika partai politik Islam masih berjuang untuk mengganti pemimpin tetapi tidak berjuang untuk mengubah sistemnya, pada kenyataannya mereka tidak berbeda dengan partai politik sekuler.

 

Partai politik sekuler, lanjutnya, tidak ingin mengubah sistem sekuler menjadi sistem Islam dan negara sekuler menjadi negara Islam.

 

“Jika para anggota gerakan Islam masih menginginkan demokrasi, berjuang dalam ruang lingkup demokrasi, menaati semua ajaran, semua hukum yang ditetapkan dalam demokrasi, maka sesungguhnya meskipun namanya partai Islam, meskipun namanya gerakan Islam, pada kenyataannya apa yang mereka lakukan tidak berbeda dengan partai politik sekuler,” tegasnya.

 

Ia menambahkan bahwa kegiatan partai politik sekuler hanya berfokus pada pergantian pemimpin atau pergantian pemerintahan karena tujuannya adalah untuk meraih kekuasaan.

 

"Jadi, jika partai tersebut adalah partai sekuler, maka ia pasti akan bergerak di dalam sistem sekuler, ia akan bermain di dalam sistem sekuler, semua kegiatannya adalah kegiatan yang tidak akan bertentangan dengan sistem sekuler dan hukum sekuler yang berlaku, dan bahkan jika ia ingin mengganti Perdana Menteri, bahkan jika ia ingin mengganti pemerintah, ia tidak akan mengganti sistem yang diterapkan karena memang itulah tujuannya," ujarnya.

 

Ia menjelaskan bahwa partai politik Islam tidak akan mampu menerapkan ajaran Islam ketika mereka hanya berfokus pada perjuangan atau kegiatan untuk mengubah manusia, bukan mengubah sistem.

 

"Sesungguhnya tujuan mendirikan partai politik Islam jauh dari tercapai ketika mereka melakukan kegiatan yang hanya berfokus untuk menjatuhkan manusia, bukan menjatuhkan seluruh sistem sekuler untuk digantikan dengan seluruh sistem Islam," pungkasnya.[] Syamsiyah Jamil

Opini

×
Berita Terbaru Update