Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Penjajahan Palestina, FIWS: Semua Solusi dari Negara Barat Justru Mempertahankan Eksistensi Penjajah Zionis

Sabtu, 09 Agustus 2025 | 14:22 WIB Last Updated 2025-08-09T07:22:25Z

Tintasiyasi.ID -- Direktur Forum on Islamic World Studies Farid Wadjdi menegaskan bahwa semua solusi penyelesaian penjajahan Palestina yang ditawarkan oleh negara-negara Barat adalah solusi yang tetap mempertahankan eksistensi penjajahan Zionis Yahudi.

 

“Semua solusi yang ditawarkan oleh negara-negara Barat itu adalah solusi yang tetap mempertahankan eksistensi penjajahan Zionis Yahudi," tegasnya di rubrik Kabar Petang, YouTube Khilafah Chanel, Kamis (07/08/2025).

 

Farid mengatakan, persoalan mendasarnya adalah selama solusi-solusi yang ditawarkan tetap mempertahankan eksistensi penjajahan Zionis Yahudi maka persoalan itu tidak pernah selesai. 

 

"Seperti Perjanjian Oslo pada tahun 1993 yang digambarkan sebagai jalan perdamaian, realitasnya justru menunjukkan ekspansi sistemi Zionis Israel atas tanah Palestina terus berlanjut lebih dari 60 persen,” ungkapnya.

 

Bahkan, imbuhnya, wilayah tepi Barat kini berada di bawah kontrol penuh Israel yang disebut dengan Area C. “Sebanyak 200 lebih pemukiman ilegal berkembang dan terus dijaga oleh tentara Israel," tambahnya.

 

Sementara, ujar Farid, infrastruktur upper head seperti tembok pemisah dan pos pemeriksaan yang mengisolasi komunitas Palestina, justru terus meningkat.

 

“Maka bisa dikatakan solusi dua negara yang ditawarkan oleh Barat adalah solusi yang  sama sekali tidak solutif. Karena solusi dua negara ini tetap mempertahankan eksistensi Zionis Yahudi,” tandasnya.

 

Farid menekankan, Zionis Israel sebenarnya sampai sekarang tidak pernah berniat ada negara Palestina yang benar-benar merdeka dan berdaulat. “Palestina yang tersisa itu adalah wilayah Palestina yang terfragmentasi dan tidak layak disebut negara," imbuhnya.

 

"Antara Gaza dan Tepi Barat yang terpisah ini, menunjukkan realitas kolonial Zionis Israel tetep utuh. Menguasai kendali militer, udara, dan ekonomi. Dengan kata lain, solusi dua negara ini telah gagal, bahkan sebelum dijalankan" pungkasnya.[] EM

Opini

×
Berita Terbaru Update