Tintasiyasi.ID -- Direktur Forum on Islamic World Studies Farid Wadjdi menegaskan bahwa semua solusi penyelesaian penjajahan Palestina yang ditawarkan oleh negara-negara Barat adalah solusi yang tetap mempertahankan eksistensi penjajahan Zionis Yahudi.
“Semua solusi
yang ditawarkan oleh negara-negara Barat itu adalah solusi yang tetap
mempertahankan eksistensi penjajahan Zionis Yahudi," tegasnya di rubrik Kabar
Petang, YouTube Khilafah Chanel, Kamis (07/08/2025).
Farid
mengatakan, persoalan mendasarnya adalah selama solusi-solusi yang ditawarkan
tetap mempertahankan eksistensi penjajahan Zionis Yahudi maka persoalan itu
tidak pernah selesai.
"Seperti
Perjanjian Oslo pada tahun 1993 yang digambarkan sebagai jalan perdamaian, realitasnya
justru menunjukkan ekspansi sistemi Zionis Israel atas tanah Palestina terus
berlanjut lebih dari 60 persen,” ungkapnya.
Bahkan,
imbuhnya, wilayah tepi Barat kini berada di bawah kontrol penuh Israel yang
disebut dengan Area C. “Sebanyak 200 lebih pemukiman ilegal berkembang dan
terus dijaga oleh tentara Israel," tambahnya.
Sementara,
ujar Farid, infrastruktur upper head seperti tembok pemisah dan pos
pemeriksaan yang mengisolasi komunitas Palestina, justru terus meningkat.
“Maka bisa
dikatakan solusi dua negara yang ditawarkan oleh Barat adalah solusi yang sama sekali tidak solutif. Karena solusi dua
negara ini tetap mempertahankan eksistensi Zionis Yahudi,” tandasnya.
Farid
menekankan, Zionis Israel sebenarnya sampai sekarang tidak pernah berniat ada
negara Palestina yang benar-benar merdeka dan berdaulat. “Palestina yang
tersisa itu adalah wilayah Palestina yang terfragmentasi dan tidak layak
disebut negara," imbuhnya.
"Antara
Gaza dan Tepi Barat yang terpisah ini, menunjukkan realitas kolonial Zionis
Israel tetep utuh. Menguasai kendali militer, udara, dan ekonomi. Dengan kata
lain, solusi dua negara ini telah gagal, bahkan sebelum dijalankan"
pungkasnya.[] EM