Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Merdeka Adalah Terpenuhinya Hak-Hak Rakyat Hasil Sistem Politik

Senin, 25 Agustus 2025 | 07:59 WIB Last Updated 2025-08-25T00:59:00Z

Tintasiyasi.ID -- Direktur Indonesia Justice Monitor Agung Wisnuwardana mengatakan makna kemerdekaan adalah tentang seberapa besar hak-hak rakyat dipenuhi oleh sistem politik yang sedang berlaku saat ini.

 

"Memaknai kemerdekaan lebih luas lagi kan bicara tentang seberapa besar hak-hak rakyat ini dipenuhi. Hak-hak rakyat yang dihasilkan dari sistem politik yang ada sekarang," ujarnya dalam wawancara di program Indonesia, Merdeka? yang disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube UIY Official, Minggu (17/08/2025).

 

"Misalnya saja kalau kita bicara tentang apa saja yang terjadi dalam konteks perpajakan yang ramai di Pati beberapa waktu yang  lalu, ini kan sebenarnya kalau kita baca secara keseluruhan enggak bisa dipisahkan dari sistem politik yang diambil negeri ini," jelasnya.

 

Agung menjelaskan bahwa keputusan politik oligarkis tentu dipengaruhi oleh sistem yang berlaku di negeri ini, yaitu secara politik sistemnya demokrasi, secara ekonomi kapitalisme.

 

“Demokrasi ini akhirnya mengalami bentuk transaksional antara apa? Korporasi dan birokrasi. Jadi bagaimana elected official memenangkan pemilu membutuhkan anggaran besar dan anggaran besar itu didanai oleh para oligark, dan akhirnya para pemimpin itu mengabdi pada oligark. Ini kan persoalan besar sekali yang terjadi pada kita hari ini," bebernya.

 

Menurutya, dampak dari sistem hari ini adalah hak-hak rakyat yang harusnya terpenuhi oleh negara menjadi nihil pemenuhannya.

 

"Nah, akhirnya yang terjadi itu ketika proses korporatokrasi itu terbangun, membangun transaksional politik itu berlangsung. Nah, hak-hak rakyat yang harusnya dijamin dalam sistem politik itu nggak terlaksana," terangnya.

 

Dalam wawancara tersebut, Agung memberikan harapannya terkait sistem politik yang seharusnya berlangsung.

 

"Secara politik jangan sampai oligark itu membuat keputusan, tetapi bagaimana rakyatlah yang harus dikedepankan secara kemaslahatan," ungkapnya.

 

Ia juga mengungkapkan bahwa rakyat harus mendapatkan pelayanan ekonomi yang layak seperti pemenuhan kebutuhan dasar, pendidikan, dan kesehatan. “Pelayanan ini tak akan terlaksana secara memadai dan layak jika sistem politiknya tak layak,” lugasnya.

 

"Untuk memastikan bahwa rakyat mendapatkan keadilan ekonomi ini tadi maka membutuhkan politik yang kuat, politik yang benar-benar berpihak kepada rakyat, politik yang benar-benar untuk kepentingan rakyat," ujarnya.

 

Oleh karena itu, ia mengajak untuk mencari alternatif sistem yang kuat dan mewadahi tujuan tersebut. “Sistem adil sangatlah diperlukan,” tegasnya.

 

"Sistem yang sedang kita lakukan ini sudah rusak gitu, pabeulit. Benar-benar benang kusut. Nah, ketika benang kusut, maka kita membutuhkan, sekali lagi sistem yang adil," terangnya.

 

“Kita harus mencari sistem apa yang kira-kira memang betul-betul memberikan keberpihakan pada rakyat dalam pelayanan publik," pesannya.

 

Terkait sistem yang saat ini sedang berlaku, ia mengatakan bahwa hanya berpihak pada penguasa dan pengusaha saja.

 

"Kita harus tinggalkan kapitalisme dan demokrasi karena demokrasi itu transaksional dan oligarkis. Itu sebuah kemestian yang terjadi ketika negeri ini mengawinkan antara korporasi dan birokrasi, apa yang disebut peng-peng itu, penguasa dan pengusaha. Nah, pola ini harus dicabut dan digantikan dengan sistem adil," pungkasnya.[] Hima Dewi

Opini

×
Berita Terbaru Update