Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Membaca Peluang Solusi Hakiki Problem Gaza-Palestina

Rabu, 20 Agustus 2025 | 06:19 WIB Last Updated 2025-08-19T23:20:09Z

TintaSiyasi.id -- Pada akhirnya Rabu, 13 Agustus 2025 Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berencana untuk melakukan perebutan Kota Gaza secara menyeluruh dan telah disetujui oleh Panglima Angkatan Bersenjata Israel. Padahal sebelumnya Pihak Militer Israel menolak rencana tersebut. (detik.com, 13/08/2025)

Hal ini telah membuktikan bahwa sejatinya Israel tidak pernah rela dengan tawaran solusi two state. Yang Israel inginkan sejatinya adalah penguasaan secara menyeluruh atas tanah Palestina. Dan menghapus serta membersihkan penduduk Palestina.

Hal ini diperkuat dengan pernyataan Netanyahu seperti dilansir Anadolu saat diwawancarai oleh FOX News: “Kami bermaksud (mengambil alih kendali Gaza) untuk menjamin keamanan kami, menyingkirkan Hamas di sana, memungkinkan penduduk Israel bebas dan menyerahkan kekuasaannya kepada pemerintahan sipil yang bukan Hamas dan bukan siapa pun yang menginginkan kehancuran Israel” (tempo.com, 08/08/2025)

Karakter ini sangat sesuai dengan yang Allah firmankan dalam surat Ali Imron: 118 yang artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu menjadikan orang-orang yang di luar kalanganmu (seagama) sebagai teman kepercayaanmu, (karena) mereka tidak henti-hentinya menyusahkan kamu. Mereka mengharapkan kehancuranmu. Sungguh, telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang tersembunyi di hati mereka lebih jahat. Sungguh, telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu mengerti.”

Solusi yang disuarakan lembaga dan negara internasional telah terbukti tidak mampu mengubah kondisi Palestina semakin baik. Bahkan sikap bungkam penguasa negeri Muslim memperkuat posisi mereka sebagai pengkhianat umat islam. Karena mereka hanya bisa mengutuk sikap Zionis Israel tanpa memberikan dukungan langsung dengan mengirimkan militer untuk melawan kejahatan Zionis Israel laknatullah.

Allah SWT telah menyerukan jihad fii sabilillah jika umat islam secara terang-terangan diserang oleh musuh-musuh Islam. Dalam Surat Al,-Baqarah ayat 190 Allah SWT berfirman yang artinya, “Perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kalian”. Terkait jihad tersebut juga pernah menjadi fatwa ulama dunia sebagai solusi pembebasan Palestina, Ini bukanlah sekedar solusi yang efektif yang dibutuhkan, tetapi lebih dari itu bahwa seruan jihad fii sabilillah adalah bagian dari syariat dan perintah dari Allah SWT.

Namun, seruan jihad ini hanya akan bisa terwujud dengan adanya komando dari seorang pemimpin politik sebuah negara. Di sinilah letak penting mengapa kita harus memperjuangkan kembali Khilafah Islam ‘alaa minhaaj an-nubuwwah. Sebagai kekuatan politik Islam global (khilafah) akan mampu menghadapi kekuatan global Barat dan mencampakkan para penguasa pengkhianat di negeri Islam. Khilafahlah yang akan mengomando tentara-tentara di negeri-negeri Islam untuk membebaskan tanah Palestina yang diberkahi. 

Tinggal satu permasalahan lagi seberapa besar peluang terwujudnya khilafah? Seberapa besar kekuatan negeri-negeri Muslim menjadi negara independent yang siap melawan negara kafir penajajah? Berikut ini kekuatan yang tersimpan di negeri-negeri Islam dalam situs www.nationmaster.com:
Ketersediaan pangan untuk kemandirian, tercatat negeri Muslim menguasai 29,8% produksi gandum dunia.
Industrialisasi sumber daya alam dunia Islam, tercatat negeri Muslim menguasai 48,15% produksi minyak.
Deposit pasokan sumber energi, tercatat negeri Muslim menguasai 61,45% cadangan gas dunia.
Deposit uranium tercatat negeri Muslim menguasai 22,60% cadangan uranium dunia.
Tenaga kerja dan pasar domestik tercatat negeri Muslim menguasai 17,23% tenaga kerja global.

Hal ini semakin diperkuat dengan kekuatan militer dunia Islam yang tidak kalah dengan kekuatan global Barat. Kekuatan Angkatan Darat AS mempunyai 29.920 unit land based weapon, Dunia Islam (5 negara Muslim saja: Pakistan, Indonesia, Mesir, Iran, Turki) 27.519 unit. Kekuatan Angkatan laut Dunia Muslim (5 negara saja): 400 kapal perang. AS 1.559 kapal perang. Namun kapal niaga dunia Muslim 4 kali lebih banyak dari pada kapal niaga AS. Kekuatan Angkatan Udara 5 negara muslim 3.536 unit pesawat sedangkan AS memiliki 18.169 pesawat. Dunia Muslim tertinggal tapi beberapa negara Muslim tertentu bisa membuat jet tempur.

Dengan kekuatan yang dimiliki oleh negeri Muslim tersebut seharusnya menjadikan umat Islam semakin optimis bahwa Khilafah ‘ala minhaj an-nubuwah akan segera kembali tegak dan menyelesaikan seluruh urusan umat, termasuk membebaskan Gaza-Palestina dari penjajahan entitas Zionis Yahudi dengan jihad fii sabilillah

Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW, “… Selanjutnya akan ada kembali khilafah yang mengikuti minhaj kenabian.” Beliau kemudian diam. (HR Ahmad dan Al-Bazar). Wallahu a'lam bishshawab. []


Eka Sri Wulandari
Aktivis Muslimah

Opini

×
Berita Terbaru Update