TintaSiyasi.id -- Negara-negara Muslim seperti Arab Saudi, Qatar, Mesir pertama kalinya mendesak Hamas untuk melucuti senjata dan menyerahkan kekuasaan atas Jalur Gaza kepada Otoritas Palestina (PA). Seruan tersebut disampaikan dalam deklarasi bersama yang di umumkan dalam Konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York Selasa (29/7/2025). Deklarasi ini ditandatangani oleh 22 Negara anggota Liga Arab, seluruh Uni Eropa serta 17 negara lainnya. (cnbcindonesia.com, 31/7/2025)
Kekejaman Zionis terhadap Gaza yang terus berlangsung hingga kini semakin menjadi-jadi. Selain membombardir dengan serangan-serangan yang tidak mengenal situasi dan kondisi, Zionis juga menciptakan genosida model baru yaitu kelaparan sistematis yang sengaja mereka ciptakan untuk menambah penderitaan masyarakat Gaza. Sungguh kondisi ini membuat kita semakin sedih, saudara seiman kita di Gaza sangat menderita dan tidak mendapatkan pertolongan yang bisa mengakhiri derita panjang mereka.
Ada hal yang membuat kita lebih miris lagi yaitu sikap para penguasa negeri Muslim yang masih enggan untuk menolong saudaranya. Mereka seakan menutup mata dan telinga dengan penderitaan yang terjadi di hadapan mereka. Iman mereka tergadaikan dengan kursi-kursi kekuasaan.
Berbagai jenis bantuan telah dikerahkan bahkan hingga saat ini, mulai dari donasi, demo dan berbagai tuntutan hingga untaian doa yang terus dipanjatkan untuk menolong saudara kita di Gaza. Namun, hingga kini belum menjadi solusi hakiki.
Allah SWT dan Rasul SAW telah mengingatkan pentingnya ikatan ukhuwah islamiyah sebagai landasan hubungan antar sesama Muslim di mana pun berada. Namun, kepentingan dunia, jabatan serta kekuasan telah mematikan ukhuwah islamiyah dan menjerumuskan mereka pada kelemahan di hadapan musuh Allah SWT. Para penguasa negeri Muslim sangat berhitung akan konsekuensi jika menolong saudara mereka rakyat Gaza. Hal ini terbukti dengan tidak adanya satu negara Muslim pun yang berani mengirimkan pasukan tentara ke Gaza bahkan dengan tega menutup pintu perbatasan yang membiarkan saudara seiman kita diblokade dan kelaparan panjang.
Maka, kondisi buruk ini seharusnya menyadarkan umat Islam bahwa solusi hakiki atas penderitaan rakyat Gaza adalah jihad. Jihad adalah cara yang belum pernah dicoba selain dari cara-cara yang telah ditempuh. Jihad tidak akan bisa diwujudkan dalam kepemimpinan kapitalisme sekuler seperti saat ini. Jihad membutuhkan kepemimpinan sistematik yang menyatukan umat dalam bingkai khilafah. Hanya dengan keberadaan Daulah Khilafah Islam, kewajiban jihad yang diserukan oleh Allah SWT dapat diwujudkan. Umat Islam adalah umat terbaik. Bahkan kemuliaan umat akan terwujud kembali sebagaimana janji Allah SWT dalam QS. An-Nur : 55. Hal ini pernah terwujud selama 14 abad lamanya Islam memimpin dunia, mempersatukan suku dan bangsa dalam hidup kedamaian dan sejahtera. Ini adalah prestasi gemilang yang belum pernah dicapai peradaban manapun selain peradaban Islam.
Kemuliaan umat harus diperjuangkan kembali. Kesadaran umat harus dibangun akan janji Allah SWT dan tentang bisyarah Rasul SAW yaitu kembalinya masa kepemimpinan Islam global setelah pemerintahan diktator. Tentu saja metodenya seperti yang diterapkan Rasulullah SAW sebagai teladan kita dan tidak bergeser sedikit pun dari yang dicontohkan Rasulullah. Melalui jamaah dakwah ideologis yang tulus mengajak umat untuk berjuang dengan tiga tahapan yaitu pembinaan individu berbasis akidah, interaksi aktif dengan masyarakat dalam membentuk opini umum dan mencari dukungan politik dari pemilik kekuasaan. Inilah metode dakwah yang telah dijalankan oleh Rasulullah SAW. Dengan Rahmat Allah SWT jalan dakwah akan mendapatkan hasil sepanjang istiqamah menapaki tariqah Rasul SAW sebagaimana yang diemban oleh Jamaah dakwah ideologis yang tulus menerapkan Islam kaffah.
Maka, perjuangan pembebasan Palestina akan terwujud ketika khilafah tegak dengan menyerukan jihad sebagai solusi tuntas. Umat harus memanfaatkan momentum ini (Genosida Gaza) untuk membangkitkan umat dan mewujudkan kemuliaan Islam. Saatnya kita bangkit melawan kediktatoran global dengan kepemimpinan Islam yang global. Membebaskan negeri-negeri Islam yang terjajah. Inilah solusi hakiki bagi kesejahteraan umat di dunia.
Wallahu a'lam bishshawab. []
Oleh: Farida Marpaung
Aktivis Muslimah