Tintasiyasi.ID -- Aktivis Dakwah Malaysia Suzana Lee menyatakan bahwa setiap individu perlu mengetahui tujuan pernikahan dan mempersiapkan diri sebelum memasuki gerbang pernikahan agar memiliki ilmu sebagai bekal dalam menjalani kehidupan berumah tangga.
"Sebelum memasuki gerbang pernikahan, setiap
individu perlu mengetahui tujuan pernikahan karena pernikahan bukan main-main,
kita perlu mempersiapkan diri agar memiliki ilmu sebagai bekal dalam menjalani
kehidupan berumah tangga agar para wanita tahu apa perannya, agar tahu
bagaimana menjadi seorang istri, bagaimana menjadi seorang ibu," ujarnya
dalam acara Open Circle Sahabat Muslimah bertajuk Terima Nikahnya,
Ahad (20/07/2025).
Ia menjelaskan, salah satu tujuan pernikahan adalah
menyalurkan naluri berkasih sayang dengan cara yang diperbolehkan oleh syariat
Islam.
"Tujuan pernikahan adalah agar naluri berkasih
sayang dapat tersalurkan dengan benar, sesuai dengan tuntutan hukum syarak.
Jika naluri ini tidak tersalurkan dengan benar, dapat menimbulkan kerusakan
dalam masyarakat, misalnya budaya pacaran, munculnya pemuasan nafsu sesama
jenis, dan sebagainya," jelasnya.
Lanjutnya, naluri berkasih sayang ini merupakan naluri
fitrah yang diciptakan Allah Swt. dalam diri manusia dan ada aturan-aturannya.
"Naluri untuk berkasih sayang, menyukai lawan
jenis, Allah Swt. telah nyatakan bahwa itu harus berdasarkan syariat Islam,
bukan melalui perbuatan yang melanggar hukum, cara-cara yang salah. Maka
satu-satunya jalan adalah melalui ikatan pernikahan," tambahnya.
Jelasnya lagi, selain itu seorang wanita perlu ada
persiapan untuk memasuki gerbang pernikahan.
"Setelah memahami tujuannya, kita perlu
mempersiapkan diri dan mengetahui dasar-dasar pernikahan, seluk-beluk
pernikahan. Kita perlu mengetahui peran dan tanggung jawab sebagai seorang ibu
dan seorang rabatul bayt, sebagai pengurus rumah tangga sebagai seorang
istri, sebagai seorang ibu,” paparnya.
“Kita perlu tahu bahwa sebelum menerima ini, kita siap.
Kita perlu menaati suami dan tidak melawan mereka sesuka hati. Kemudian kita
perlu menjadi ibu. Menjadi ibu bukanlah hal yang mudah, mulai dari hamil,
melahirkan, membesarkan, mendidik, semuanya sangat sulit, sangat berat. Maka
dari itu, kita perlu mempersiapkan diri untuk menjalani pahit manis kehidupan
dalam berumah tangga," jelasnya.
Selain itu, ia menekankan bahwa seorang wanita juga
harus menjaga kehormatannya dan beragama sebagaimana sabda Nabi Muhammad saw.
"Seorang wanita dinikahi karena empat hal:
hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan agamanya. Maka pilihlah wanita yang
beragama, niscaya kamu akan beruntung," sebutnya menukil hadis riwayat Imam
Bukhari.
Ia menyatakan bahwa Nabi Muhammad saw. menganjurkan
dan mengutamakan memilih wanita karena agamanya.
"Ketika Nabi Muhammad saw. berpesan agar
laki-laki memilih perempuan karena agamanya, yang harus dilakukan perempuan
adalah belajar ilmu agama, belajar untuk mensalehahkan diri agar tahu bagaimana
menjaga batasan dan kehormatan sebagai perempuan,” tuturnya.
Lanjut dijelaskan, ketika ingin mencari pasangan,
mencari suami, harus punya visi dan misi untuk mencari laki-laki yang saleh dan
mengerti agama. “Jadi untuk menemukan laki-laki yang saleh, kita sendiri perlu
mensalehahkan diri," tambahnya.
Ia menyimpulkan bahwa pernikahan adalah ibadah dan
dari pernikahan seseorang dapat membentuk keluarga Islami yang diimpikannya.
"Pernikahan adalah anugerah dan dianggap sebagai
ibadah karena menyalurkan naluri berkasih sayang dengan cara yang benar. Dari
pernikahan kita juga dapat membentuk keluarga islami yang kita impikan hingga
surga,” ujarnya.
“Maka persiapkan diri sebagai bekal dalam menjalani
kehidupan berumah tangga dan membentuk keluarga islami," pungkasnya.[] Hidayah
Muhammad