Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Mengantar Jemaah Umrah, Menyentuh Langit Harapan

Rabu, 30 Juli 2025 | 06:02 WIB Last Updated 2025-07-29T23:02:19Z
Tintasiyasi.ID-- "Saat engkau mengantar saudaramu menuju rumah Allah, sesungguhnya engkau sedang mengetuk pintu langit agar engkau sendiri kelak dipanggil menjadi tamu-Nya."
— Dr. Nasrul Syarif, M.Si

Pendahuluan: Sebuah Amalan yang Kecil di Mata Manusia, Tapi Besar di Sisi Allah.

Di tengah hiruk pikuk kehidupan, sering kali kita melupakan bahwa hal-hal kecil yang dilakukan dengan hati tulus bisa menjadi besar di sisi Allah. Salah satunya adalah mengunjungi, mendoakan, dan mengantar orang yang akan berangkat Umrah.
Di mata dunia, mungkin itu hanya kegiatan seremonial. Tapi di mata Allah dan dalam tradisi ruhani para ulama, itu adalah cermin cinta, kesetiaan iman, dan keinginan mendalam untuk berada di sisi Allah.

1. Tanda Cinta dan Penghormatan kepada Tamu Allah
Orang yang akan berangkat Umrah atau Haji adalah tamu Allah. Rasulullah ﷺ bersabda:
"Orang-orang yang berhaji dan berumrah adalah tamu Allah. Jika mereka berdoa, Allah mengabulkan. Jika mereka memohon ampun, Allah mengampuni."
(HR. Ibnu Majah)
Mengantar mereka, menyambut mereka, atau sekadar mendoakan mereka adalah sikap penghormatan kepada siapa yang sedang 
dipanggil oleh Allah secara khusus.

Refleksi Ruhani:
Bayangkan, seseorang sedang bersiap memenuhi undangan Allah ke rumah-Nya yang suci. Lalu engkau hadir dengan hati bersih, mengiringi dengan doa, berharap semoga suatu hari dirimu juga menjadi tamu-Nya. Bukankah itu sebuah harapan ruhani yang luar biasa?

2. Doa Tulusmu Akan Menjadi Jalan Dibukakannya Rizki Umrahmu Sendiri

Rasulullah ﷺ bersabda:
"Doa seorang Muslim untuk saudaranya tanpa sepengetahuannya akan dikabulkan. Malaikat di atas kepalanya berkata, ‘Aamiin, dan untukmu juga seperti itu.’”
(HR. Muslim)

Artinya, jika engkau berkata kepada saudaramu:
"Semoga Umrahmu mabrur, semoga Allah mudahkan semua perjalananmu, semoga dosa-dosamu diampuni, dan semoga engkau kembali sebagai hamba yang bersih,"
Maka malaikat akan menjawab untukmu:
"Aamiin, dan semoga engkau juga seperti itu."

Pelajaran:
Kebaikan yang engkau harapkan untuk saudaramu, akan kembali kepadamu. Maka jangan remehkan doa yang engkau kirimkan kepada orang yang akan ke Tanah Suci. Karena ia mungkin menjadi jalan rahmat dan panggilan Allah untukmu di masa mendatang.

3. Mengantar dengan Cinta, Menyusul dengan Izin Allah
Banyak kisah dari orang-orang shalih yang belum pernah terbesit bisa Umrah atau Haji, tapi mereka rajin:
• Mengantar jamaah yang berangkat
• Mendoakan dengan sungguh-sungguh
• Memberi hadiah kecil untuk keberangkatan
• Meminta titip doa dengan tulus
Apa yang terjadi?
Tiba-tiba Allah bukakan jalan:
• Dapat hadiah Umrah
• Menang undian dari travel
• Ada keluarga yang memberangkatkan
• Tiba-tiba diberi rezeki tak terduga

Hikmah dari Ulama:
"Siapa yang mencintai suatu amal, meski belum melakukannya, Allah akan mencatatnya seakan ia telah mengamalkannya, dan akan membukakan jalan kepadanya."
— Imam Ibnul Qayyim rahimahullah

4. Momen Spiritual Menyucikan Niat dan Mereset Hati

Ketika kita hadir di tengah keberangkatan jamaah Umrah, jiwa kita tergerak dan hati kita terenyuh. Kita melihat orang-orang menangis karena akan bertemu Ka'bah. Kita mendengar doa-doa penuh harap. Kita menyaksikan para calon tamu Allah yang berpamitan kepada keluarga.

Apa yang terjadi di hati kita?
• Kita teringat dosa-dosa kita
• Kita menyesal belum memperbaiki diri
• Kita rindu menyentuh Multazam dan mencium Hajar Aswad
• Kita ingin menangis di Raudhah dan menatap makam Rasulullah ﷺ
Inilah detik-detik spiritual yang bisa menggugah hati yang lalai. Maka jangan lewatkan momentum ini.

5. Adab dan Doa Saat Mengantar Jamaah Umrah

Berikut adalah adab dan sunnah yang bisa dilakukan:
1. Ucapkan doa keberangkatan:
“Semoga Allah memberkahi perjalananmu, menjaga keselamatanmu, menerima umrahmu, dan mengampuni dosa-dosamu.”
2. Titip doa:
“Mohon doakan saya dan keluarga agar juga bisa menyusul ke Baitullah.”
3. Berikan hadiah kecil:
Seperti tasbih, mushaf kecil, buku dzikir, atau uang saku.
4. Niatkan sebagai amalan cinta karena Allah (al-hubb fillah).

6. Hadiah dari Langit: Engkau Akan Dipanggil Jika Hati Terpanggil

"Barang siapa bertekad kuat melakukan kebaikan namun belum mampu melakukannya, Allah akan mencatatnya sebagai satu kebaikan yang sempurna."
(HR. Bukhari-Muslim)

Jika engkau benar-benar ingin menyusul ke Baitullah, dan itu bukan hanya sekadar angan-angan, tapi:
• Engkau simpan niat itu dalam doa setiap hari
• Engkau sisihkan sedikit demi sedikit harta untuk itu
• Engkau perbanyak zikir dan amal
• Engkau doakan orang yang berangkat Umrah dengan ikhlas
Maka bersiaplah. Allah akan panggil engkau. Pasti. Dengan cara-Nya yang luar biasa.

Penutup: Jadikan Perjalanan Orang Lain sebagai Jalan Kembali Diri Kita kepada Allah

Mengantar jamaah Umrah bukan sekadar ikut acara pelepasan. Itu adalah momen tazkiyatun nafs, penyucian jiwa.

Itu adalah undangan langit bagi hati yang rindu.

Itu adalah amal kecil yang membawa rahmat besar.
Jangan pernah lelah mendoakan orang lain. Karena sesungguhnya saat engkau berdoa untuk keberangkatan mereka, langkah-langkah mereka menuju Ka'bah sedang membuka jalan untukmu menyusul.
“Ya Allah, sebagaimana Engkau panggil saudara kami ke rumah-Mu, panggillah juga kami dan keluarga kami ke Baitullah-Mu dalam kondisi terbaik, dengan hati yang bersih, dan jiwa yang rindu kepada-Mu.”

Oleh. Dr. Nasrul Syarif, M.Si. (Penulis Buku Gizi Spiritual dan Dosen Pascasarjana  UIT Lirboyo)

Opini

×
Berita Terbaru Update