Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Phoenix Express 2026 Tunisia, Ada Konsekuensi Besar Akan Hal Ini

Minggu, 11 Oktober 2026 | 11:40 WIB Last Updated 2026-10-11T04:40:37Z


TintaSiyasi.id — Aktivis muslim Tunisia mengecam dan menolak keras ekspansi militer Amerika Serikat di Tunisia. Pernyataan ini dikeluarkan menyusul pertemuan Menteri Pertahanan Nasional Tunisia dengan Laksamana Jeffrey Anderson, Komandan Armada Keenam AS, di sela-sela pelaksanaan latihan militer Phoenix Express 2026 Rabu (16-9-2026) yang diselenggarakan di lepas pantai Tunisia di bawah pengawasan Komando Afrika AS (AFRICOM) dan diikuti oleh pasukan dari 13 negara.

“Penerimaan Jeffrey Anderson mengonfirmasi kesetiaan Tunisia kepada Amerika sebagai musuh Islam dan kaum muslim. Kami memperingatkan konsekuensi dan bencana besar akan hal ini,” ucapnya dalam siaran pers, Kamis (17-9-2026).

Ia menilai penerimaan terhadap pimpinan militer AS tersebut sebagai bentuk pengulangan kebijakan yang mengabaikan besarnya dampak negatif bagi kedaulatan negara. “Kami memperingatkan bahaya dari sikap pemerintah yang terus menganggap ekspansi militer AS sebagai bentuk ‘kemitraan’ atau ‘persahabatan’. Laju kehadiran militer Amerika Serikat di Tunisia menunjukkan peningkatan signifikan sejak penandatanganan status Sekutu Utama Non-NATO (Major Non-NATO Ally/MNNA) 2015,” imbuhnya.

Ia menyampaikan, indikasi peningkatan ini terlihat dari intensitas program pelatihan bersama hingga pembukaan tender ekspansi fasilitas militer di Bizerte. “Fasilitas yang dikenal sebagai ‘Pusat Keunggulan Maritim’ tersebut mencakup pembangunan pelabuhan untuk kapal perang serta landasan pendaratan helikopter. Kami khawatir Tunisia secara bertahap dijadikan sebagai basis belakang (rear base) untuk operasi AFRICOM di wilayah Afrika Utara dan Mediterania dengan dalih penanggulangan terorisme serta penanganan migrasi illegal,” bebernya.

Menurutnya, menyerahkan wilayah negara dan membuat kesepakatan militer atau keamanan dengan Amerika Serikat merupakan tindakan kerja sama dengan pihak yang dilarang dalam ajaran Islam. Ia mengutip sabda Rasulullah Muhammad saw. sebagai berikut, “Sesungguhnya kami tidak meminta bantuan kaum musyrik untuk melawan kaum musyrik.” (HR Ahmad dan Abu Dawud)

Ia juga merujuk firman Allah Swt. dalam Surah An-Nisa ayat 141, “Dan Allah tidak akan pernah memberi jalan kepada orang-orang kafir atas orang-orang beriman.”

Dalam seruannya kepada rakyat Tunisia, ia menyatakan, kerja sama militer dengan negara-negara Barat tidak memberikan manfaat selain kehancuran, sebagaimana yang mereka nilai terjadi pada negara-negara Teluk dan Yordania dalam keterlibatan konflik kawasan. “Kami menyeru kepada masyarakat untuk menuntut pembatalan seluruh perjanjian militer dan mengakhiri keberadaan pasukan asing di Tunisia. Sehingga, Tunisia bisa menjadi pionir pembebasan Palestina dan Masjid Al-Aqsa,” tuntasnya. [] Ika Mawarningtyas

 

 




Opini

×
Berita Terbaru Update