Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Bullying Terulang Lagi, Mengapa Sistem Pendidikan Belum Mampu Melindungi Anak?

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:38 WIB Last Updated 2026-10-10T09:39:01Z

Tintasiyasi.id.com -- Aksi perundungan di sekolah kembali terjadi, kali ini menimpa seorang siswa di Pemalang. Korban bernama Aqib (7) warga Kebondalem, Pemalang, meninggal dunia usai diduga menjadi korban perundungan (bullying) kakak kelasnya (DetikJateng. Com, 02/10/2026).

Kasus meninggalnya pelajar kelas 2 SD di Pemalang akibat perundungan oleh kakak kelasnya, menambah daftar panjang kasus bullying/perundungan di negeri ini. Mirisnya, hal ini terjadi di lingkungan pendidikan yang seharusnya menjadi tempat yang aman bagi para peserta didik.

Perundungan memang dapat dilakukan oleh individu dan dipengaruhi berbagai faktor termasuk lingkungan keluarga, pergaulan, dan kondisi psikologis. Namun, ketika kasus serupa terus berulang diberbagai lingkungan pendidikan, persoalannya tidak cukup diselesaikan dengan menghukum pelaku atau mengganti kurikulum.

Perlu dilihat bagaimana sistem pendidikan membentuk kepribadian peserta didik, bagaimana sekolah menjalankan perlindungan anak, serta bagaimana negara membangun lingkungan sosial yang mendukung pembentukan akhlak.

Sistem yang dianut suatu negeri mempengaruhi sistem pendidikan yang diterapkan di negeri tersebut. Sistem sekuler kapitalisme yang berlandaskan pada pemisahan antara agama (Islam) dengan urusan kehidupan, saat ini mendominasi dunia.

Dalam paradigma sekuler kapitalistik, orientasi material dan capaian yang terukur dapat menjadi sangat dominan, sehingga pembentukan kepribadian, adab, dan akhlak beresiko tidak mendapatkan perhatian yang sebanding.

Sistem pendidikan akan berkaitan dengan sistem yang lain seperti sistem pergaulan sosial, sistem ekonomi, sistem politik dan sebagainya. Maka membentuk generasi yang lebih baik tidak cukup dengan merubah-rubah kurikulum pendidikannya saja.

Dengan pengelolaan sistem ekonomi yang benar, negara mampu menyediakan fasilitas pendidikan yang berkualitas dan guru yang kompeten. Sehingga para guru fokus dalam pembelajaran dan pembentukan kepribadian para peserta didik yang berkualitas. 

Terulangnya kasus bullying menjadi alarm lemahnya sistem pendidikan yang berakar dari sistem sekuler kapitalisme. Institusi pendidikan didalamnya begitu kompleks bukan sekedar transfer pengetahuan dan pencapaian dari angka mata pelajaran semata.

Sistem Pendidikan dalam Pandangan Islam

Islam mempunyai seperangkat aturan yang komprehensif dalam mewujudkan generasi yang berkualitas yaitu dengan penerapan sistem pendidikan yang berbasis akidah Islam. Akidah Islam merupakan pondasi yang ditanamkan sejak dini, seperti mengenalkan tentang pencipta yakni Allah SWT melalui proses berpikir dari penciptaan dan pengaturan pada alam semesta, manusia dan kehidupan.

Negara bertanggungjawab atas keberlangsungan pendidikan dengan menyediakan fasilitas pendidikan, guru yang kompeten, kurikulum yang baku dan mampu mewujudkan generasi yang berkepribadian Islam. Sistem pendidikan diperkuat dengan sistem ekonomi, pergaulan sosial dan politik yang berlandaskan pada akidah Islam.

Pendidikan dalam Islam bukan sekadar transfer ilmu tapi membentuk pola pikir dan pola sikap berdasarkan akidah Islam. Institusi pendidikan juga menjadi tempat membentuk adab dan akhlak peserta didik yang sesuai dengan tuntunan Al-Qur'an dan Sunnah.

Terdapat tiga pilar untuk menegakkan sistem pendidikan yang berkualitas dalam pandangan Islam,

Pertama, individu: ditanamkan akidah dan ketakwaan sehingga anak memahami bahwa menyakiti orang lain adalah perbuatan yang dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT. 

Kedua, keluarga dan masyarakat: orang tua, guru dan masyarakat memiliki tanggung jawab melakukan pembinaan serta mencegah kemungkaran. 

Ketiga, negara: negara menyediakan fasilitas pendidikan, membangun lingkungan yang kondusif, melakukan pengawasan serta memberikan sanksi ketika terjadi pelanggaran. Wallahu a'lam bishshowwab.[]

Oleh: Ita Supriatin
(Aktivis Muslimah)

Opini

×
Berita Terbaru Update