Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Ustazah Norafidah: Muslimah Perlu Membina Diri sebelum Membentuk Umat

Rabu, 09 September 2026 | 18:01 WIB Last Updated 2026-09-09T11:01:10Z

TintaSiyasi.id -- Pendakwah Ustazah Norafidah Abdul Rahman menegaskan bahwa peran Muslimah sebagai penggerak umat perlu dimulai dengan membina diri sendiri terlebih dahulu sebelum mampu membentuk anak, keluarga, dan masyarakat.

 

“Sebelum ingin membentuk seseorang menjadi lebih baik, kita sendiri perlu membina diri kita agar menjadi lebih baik dan berilmu. Jadi, penting bagi seorang Muslimah untuk memiliki ilmu terlebih dahulu dan membentuk dirinya sendiri, barulah dia dapat membentuk anak dan keluarganya,” katanya saat menjelaskan topik Muslimah Sebagai Penggerak Umat dalam program talk show Being an Amazing Ummah Today yang berlangsung di Perak, Malaysia, Senin (24/08/2026).

 

Menurutnya, beragam tantangan yang dihadapi perempuan saat ini bukan berarti mereka harus melakukan segala hal dalam upaya menjalankan perannya di masyarakat.

 

“Tetapi bagaimana perempuan menjadi penggerak perubahan dengan iman, ilmu, dan juga hikmah,” jelasnya.

 

Ia melanjutkan, “Kalau kita lihat sekarang, di zaman kapitalisme ini, manusia memang seolah ‘diciptakan’ agar pandai melakukan semua hal. Kalau bisa, apa yang laki-laki bisa lakukan, perempuan juga ingin melakukannya. Betul, kan? Tidak salah. Tetapi jangan sampai kita melupakan hak dan tanggung jawab kita.”

 

Dalam membina diri seorang Muslimah, ia menempatkan iman sebagai fondasi jati diri yang perlu ditanamkan dengan kuat sejak kecil hingga tertanam dalam pemikiran seseorang.

 

“Jadi, ketika dia tumbuh dalam lingkungan atau landasan keimanan serta pengajaran yang benar, dan dididik sejak kecil hingga dewasa, maka apa pun yang datang, ujian maupun tantangan dari luar, dia akan kuat untuk tetap berpegang teguh pada ajaran Islam,” paparnya.

 

“Kalau kita ingin melakukan sesuatu, terutama menjadi penggerak umat, iman itu harus tertanam dalam hati kita untuk selamanya. Sebab, kalau keimanan kita kepada Allah kuat, 100 persen, tidak akan ada keraguan. Apa saja yang Allah katakan boleh dilakukan, lakukan. Tetapi kalau Allah mengatakan tidak boleh, maka tidak boleh dilakukan,” sambungnya.

 

Setelah iman, aktivis yang menetap di Mesir itu juga menyebut ilmu sebagai pedoman dan menyerukan kepada para ibu serta calon istri untuk mencari kesempatan mengikuti berbagai kajian agar memiliki pengetahuan yang cukup untuk membina diri dan mendidik keluarga.

 

“Kalau kita tidak memiliki ilmu, bagaimana kita bisa memotivasi keluarga dan juga masyarakat? Jadi, kita harus memiliki ilmu itu, kemudian kita perlu mempraktikkannya. Kita praktikkan terlebih dahulu pada diri kita sendiri,” ujarnya.

 

Ia turut menyebut bahwa keluarga sebagai tempat pertama dalam membangun umat karena rumah merupakan tempat awal bagi anak untuk belajar melalui apa yang mereka lihat dan teladani dari kedua orang tuanya.

 

“Bagaimana kita memperlakukan anak-anak kita, mendidik mereka sesuai dengan cara pendidikan yang diajarkan Rasulullah kepada anak-anak. Kalau ibunya selalu salat, ibu dan ayahnya selalu salat dan pergi ke masjid, maka anak akan melihat dan mengikutinya,” jelasnya.

 

Dalam menghadapi perkembangan zaman, Norafidah mengatakan bahwa Muslimah perlu menguasai pengetahuan terkait teknologi agar mampu memahami persoalan anak-anak yang semakin terpapar media sosial.

 

“Kalau anak kita sering melihat TikTok, ibunya juga harus tahu bagaimana TikTok itu dan apa saja isinya. Kalau anak-anak remaja kita melihat TikTok, apa yang mereka tonton dan tren apa yang mereka ikuti. Hal-hal seperti itulah yang tidak kita inginkan,” katanya, mengingatkan tentang tantangan konten di dunia media sosial saat ini.

 

Ia turut menekankan pentingnya memilih lingkungan pertemanan. “Dengan siapa seseorang berteman dan bergaul memainkan peran dalam menentukan arah serta tindakan seseorang, di mana pun ia berada,” luganya.

 

Ia mencontohkan pengalamannya di Al-Azhar, “Mereka juga merupakan penggerak umat dan para pendakwah. Mereka juga memahami tanggung jawab sebagai seorang Muslimah yang perlu menjadi penggerak umat, perlu berdakwah kepada masyarakat, dan terjun langsung ke tengah masyarakat. Jadi, karena saya banyak berteman dengan mereka, saya pun ikut terdorong untuk bangkit bersama-sama, bergerak, dan membangun masyarakat.”

 

Pada akhir penyampaiannya, ia menegaskan bahwa Muslimah penggerak umat bukanlah perempuan yang sempurna, melainkan mereka yang senantiasa memperbaiki diri.

 

“Saya beri contoh diri saya sendiri. Dulu saya juga pernah mengajar, tetapi sampai sekarang, kalau ada kelas saya tetap akan ikut. Dan saya akan menganggap diri saya benar-benar mulai dari nol,” tuturnya.

 

“Kita harus rendah hati. Begitulah kalau kita ingin belajar. Saat belajar, kita adalah murid dari guru kita. Artinya, tidak ada salahnya untuk terus belajar, belajar sebanyak-banyaknya. Sebab, semakin banyak kita belajar, semakin kita menyadari betapa banyak yang belum kita ketahui,” pungkasnya.[] Aliya Ab Aziz

Opini

×
Berita Terbaru Update