Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

UIY: Perbedaan Zaman Bukan Penghalang untuk Itibak Ajaran Nabi

Rabu, 02 September 2026 | 04:28 WIB Last Updated 2026-09-01T21:28:57Z

TintaSiyasi.id -- Cendekiawan Muslim Ustaz Ismail Yusanto menuturkan bahwa perbedaan zaman bukan penghalang untuk menjalankan itibak, sebab ajaran Nabi Muhammad saw. bersumber dari Allah Sang Al-Mudabbir yang berlaku universal sepanjang masa.

 

“Perbedaan zaman bukan penghalang untuk menjalankan itibak, sebab ajaran Nabi Muhammad saw. bersumber dari Allah Sang Al-Mudabbir yang berlaku universal sepanjang masa,” tutur UIY di kanal YouTube 1 Ummah berjudul Meneladan Rasulullah, Mengemban Risalah Islam, Selasa (25/08/2026).

 

"Nabi hidup 1.400 tahun yang lalu, tetapi yang kita ikuti adalah Nabi sebagai pembawa risalah. Risalah itu dituntun oleh Allah Swt. yang Maha Mengetahui dan Maha Mengatur (Al-Mudabbir), Allah Swt. bukan hanya sekadar pencipta, tapi juga Sang Pengatur. Dia menurunkan risalah-Nya untuk mengatur kehidupan manusia," ucapnya.

 

Ia menambahkan bahwa Allah Swt. sebagai Sang Pencipta tentu Maha Mengetahui jalan terbaik untuk mengatur kehidupan hamba-Nya. “Allah telah merancang risalah Islam bukan hanya untuk masyarakat di zaman Nabi, melainkan juga untuk menuntun seluruh perjalanan hidup manusia hingga akhir zaman,” lugasnya.

 

"Terus apa sih yang membedakan hidup kita sekarang dengan hidup orang-orang di masa lalu dan di masa yang akan datang? Itu sesungguhnya yang membedakan hanya sarana-sarana yang menyertai kehidupan, sementara kita sebagai manusia hidup kita tidak berubah," ungkapnya.

 

Lebih lanjut, ia menegaskan, manusia dari dulu hingga saat ini sama, yakni membutuhkan makan dan minum, sehingga mau hidup di zaman Nabi ataupun saat ini risalah tetaplah relevan.

 

"Sepanjang kita manusia maka risalah itu tetap akan relevan. Di situlah substansi itibak kita kepada Nabi," tegasnya.

 

Sehingga, pria kelahiran Yogyakarta itu menekankan bahwa itibak merupakan tanda cinta kita kepada Nabi Muhammad saw. sekaligus tanda cinta kita kepada Allah Swt.

 

"Di Surah Ali Imran ayat 31 dikatakan, 'Katakanlah, jika engkau benar-benar cinta kepada Allah maka ikutilah aku.' Karena itu, Imam Ibnu Katsir mengatakan siapa saja yang mengaku cinta kepada Allah tapi tidak itibak kepada Nabi atau dia itibak kepada Nabi tapi tidak itibak kepada Allah, dia dusta," terangnya.

 

"Jadi mengikuti Nabi dalam hal apa? Dalam dua unsur penting yang ada pada kita, yaitu pada pikiran kita di dalamnya ada keyakinan dan dalam perilaku. Perilaku perbuatan maupun perkataan, dua unsur ini paling menentukan," pungkasnya.[] Taufan

Opini

×
Berita Terbaru Update