Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Individu Merdeka Mengabdikan Diri kepada Allah Semata

Rabu, 09 September 2026 | 18:01 WIB Last Updated 2026-09-09T11:01:06Z

TintaSiyasi.id -- Aktivis Muslimah Malaysia Farisha Aris menyatakan bahwa dasar untuk menjadi individu yang merdeka menurut Islam adalah mengabdikan diri kepada Allah semata dengan menyadari bahwa manusia memiliki tugas dan tanggung jawab yang harus dilaksanakan.

 

“Bagaimana menjadi individu yang merdeka? Yaitu dengan mengabdikan diri kepada Allah semata. Allah menciptakan jin dan manusia hanya untuk mengabdi kepada Allah, bukan berbuat sesuka hati. Kita memiliki tugas, tanggung jawab, dan kewajiban yang harus dilaksanakan, baik laki-laki maupun perempuan,” katanya. 

 

Ketika mengemukakan ciri-ciri individu yang merdeka, Farisha membedakan aspek ideologi yang menurutnya seharusnya menjadi pegangan umat dengan sistem asing yang membentuk kehidupan mereka.

 

“Ideologi Islam itulah yang seharusnya kita anut sekarang, tetapi kita telah dipaksa untuk berada dalam sistem atau menganut ideologi asing. Apa itu? Ideologi kapitalisme,” jelas aktivis Muslimah Malaysia itu dalam program daring Open Circle Muslimah bertajuk Ayuh! Merdekakan Diri dengan Islam Kaffah pada Sabtu (29/08/2026).

 

Ia mengaitkan berbagai masalah yang timbul dari sistem ciptaan manusia dengan keterbatasan pengetahuan manusia terhadap kehidupan.

 

“Kita tidak akan tahu apa yang akan terjadi pada masa mendatang. Tidak perlu jauh-jauh ke masa mendatang, sebentar lagi pun kita tidak tahu apa yang akan terjadi pada kita. Namun, Allah memiliki pengetahuan yang Maha Mendalam,” katanya.

 

Bagi Farisha, pengakuan seseorang sebagai seorang Muslim membawa konsekuensi berupa tuntutan terhadap cara seorang Muslim menjalani kehidupan sehari-harinya.

 

“Maka dia harus memastikan dirinya terikat dengan syariat Islam. Itulah syarat untuk menjadi individu yang merdeka,” ujarnya.

 

Ia turut memasukkan kebebasan menyebarkan Islam tanpa hambatan sebagai salah satu kondisi yang melengkapi nikmat kemerdekaan.

 

“Di tempat lain, mereka sangat sulit melaksanakan kewajiban Islam karena terdapat berbagai hambatan. Islam dapat disebarkan dengan sangat mudah ketika tidak ada hambatan,” jelasnya.

 

Setelah itu, Farisha turut menegaskan bahwa kemerdekaan individu memerlukan penerapan Islam secara kaffah, yakni secara menyeluruh dan sempurna. “Pendekatan tersebut menjadi benteng dan kekuatan bagi umat untuk menyaring atau menghalangi pengaruh yang datang dari kekufuran atau Barat,” lugasnya.

 

“Selama kita tidak mengambil Islam secara keseluruhan, hanya memilih-milih, yang mudah diambil sedangkan yang sulit tidak mau dilakukan dan ditinggalkan, kita akan senantiasa terbelenggu oleh kungkungan Barat,” katanya mengingatkan.

 

Farisha selanjutnya menekankan perubahan pemikiran sebagai bagian dari cara memerdekakan diri, dengan akidah dan syariat menjadi dasar bagi pemikiran serta aturan kehidupan.

 

“Islam adalah sebuah ideologi yang lengkap dan sempurna, yang membentuk pemikiran dan aturan kehidupan. Jadi, pemikiran Islam, sistemnya, atau aturan kehidupannya juga harus mengikuti Islam,” ujarnya.

 

Dalam menentukan tujuan hidup, ia menempatkan akhirat sebagai tujuan utama tanpa bermaksud meninggalkan urusan dunia.

 

Ia mengingatkan, “Kita tidak meninggalkan dunia. Kita menggunakan dunia untuk mencari akhirat dan menjadikan akhirat sebagai tujuan utama melebihi dunia. Tempat kita yang kekal dan abadi adalah akhirat, bukan dunia. Dunia hanya tempat persinggahan sementara.”

 

Untuk memastikan tindakan seseorang tidak bertentangan dengan syariat, Farisha turut menekankan pentingnya menuntut ilmu agar dapat membedakan perkara yang benar dan salah.

 

Di penghujung penyampaiannya, ia mengaitkan pentingnya kemerdekaan individu dengan kesadaran bahwa setiap perbuatan di dunia akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat kelak.

 

“Perbuatan kita hari ini adalah penentu hari esok. Bukan hari esok dalam arti hari Minggu, tetapi hari esok menuju akhirat. Jadi, kita harus senantiasa memperhatikan dan memastikan setiap perbuatan kita tidak menyalahi syariat Allah, dan tentunya segala perintah Allah wajib kita laksanakan,” simpulnya.[] Aliya Ab Aziz

Opini

×
Berita Terbaru Update