Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

‘Amazing Ummah’ Bertanggung Jawab Menyeru Amar Makruf Nahi Mungkar

Rabu, 09 September 2026 | 18:01 WIB Last Updated 2026-09-09T11:01:08Z

TintaSiyasi.id -- Mubaligah Malaysia Ustazah Nazirah Abdul Rahman menjelaskan bahwa amazing ummah berdasarkan Surah Ali Imran ayat 110 menegaskan bahwa kedudukan sebagai umat terbaik tidak sekadar diukur dari jumlah yang banyak atau kekuatan ekonomi, tetapi juga menuntut tanggung jawab untuk menyeru kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran.

 

“‘Kalian adalah umat yang terbaik di antara manusia’ maknanya harus ada tanggung jawab yang dipikul, yaitu menyeru kepada kebaikan dan juga mencegah kemungkaran. Bersatu itu bukan hanya sekadar dari segi jumlah, bukan sekadar dari segi ekonomi, tetapi ada hal yang lebih mendalam lagi yang perlu kita telusuri,” katanya dalam program talk show Being an Amazing Ummah Today yang berlangsung di Perak, Malaysia, Senin (24/08/2026).

 

Tiga Landasan

 

Nazirah menyatakan, salah satu dasar untuk membentuk masyarakat Islam yang ideal adalah memastikan pemikiran umat berlandaskan ajaran Islam, meskipun setiap individu memiliki pandangan yang berbeda.

 

“Kalau kita menanamkan bahwa akidah Islam itulah yang seharusnya menjadi landasan dalam segala perbuatan kita, dan apa yang kita lakukan semuanya berlandaskan Islam, kita melakukannya berdasarkan perintah Allah, bukan karena manusia, bukan untuk mengejar pujian manusia,” jelasnya.

 

Ia mengatakan, ukuran dalam menentukan suatu perbuatan juga harus dikembalikan kepada hukum syarak, bukan dengan mendahulukan pandangan pribadi, emosi, atau pertimbangan akal semata.

 

“Kadang-kadang ketika kita melakukan sesuatu, kita mengesampingkan hukum syarak terlebih dahulu, kita mendahulukan emosi, mendahulukan pemikiran dan akal kita. Padahal, untuk melahirkan khairu ummah, ajaran Islam itu sendiri, pemikiran yang berlandaskan Islam itu sendiri, yang perlu dijadikan sebagai pijakan dalam diri kita,” katanya.

 

Selain keselarasan pemikiran dan perbuatan, Nazirah menekankan rasa tanggung jawab terhadap saudara seakidah sebagai landasan penting untuk melahirkan amazing ummah.

 

“Kalau kita melihat di luar sana ada kemaksiatan, ada kerusakan yang terjadi, jangan sampai kita bersikap, ‘dia ya dia, aku ya aku’. Kita harus memiliki rasa tanggung jawab terhadap saudara-saudara kita yang lain,” jelasnya.

 

Ia turut mengingatkan agar umat tidak bersikap selfish atau egois sehingga kebaikan hanya terbatas pada diri sendiri atau kelompok terdekat.

 

“Kalau tidak, nantinya hanya diri kita saja yang baik, hanya teman-teman kita saja yang baik. Tetapi, bagaimana dengan masyarakat?” katanya.

 

Umat Islam Bersatu

 

Pada saat yang sama, Nazirah menyerukan umat Islam agar membangun kesatuan hati dan perasaan sehingga kesulitan yang dialami Muslim lain turut dirasakan sebagai masalah bersama.

 

“Umat Islam itu ibarat satu tubuh. Kalau ada rasa sakit di sebelah kanan, maka sebelah kiri tentu akan turut merasakan sakitnya. Harus ada perasaan seperti itu,” jelasnya.

 

Menurutnya, kesatuan tersebut penting karena pembentukan amazing ummah tidak hanya mencakup individu, tetapi juga melibatkan kepedulian terhadap kondisi umat Islam lainnya.

 

Selain itu, ketiadaan kesatuan juga dipandang sebagai salah satu faktor yang melemahkan umat, termasuk ketika kesepakatan sulit dicapai meskipun dalam komunitas sendiri.

 

“Hari ini kalau kita melihat umat Islam agak lemah, karena apa? Karena tidak adanya kesatuan di antara kita. Kita tidak perlu melihat jauh-jauh, kita lihat komunitas kita sendiri terlebih dahulu. Sesama anggota komunitas kita pun mungkin tidak bersatu, sulit untuk mencapai kesepakatan,” katanya.

 

Dakwah

 

Nazirah turut mengingatkan bahwa usaha dakwah serta amar makruf nahi mungkar tidak boleh diletakkan sebagai tanggung jawab kalangan agamawan saja karena setiap Muslim dapat memainkan peran dalam mengubah masyarakat.

 

“Kita ini bisa menjadi agen untuk mengubah masyarakat. Jangan tunggu menjadi ustazah terlebih dahulu, sampaikanlah terlebih dahulu,” ujarnya.

 

Ia menambahkan, hal ini karena setiap manusia memiliki potensi yang berbeda-beda dan potensi tersebut perlu dimanfaatkan untuk saling melengkapi dalam usaha membentuk umat yang amazing.

 

Bukan Sekadar Baik

 

Nazirah menyimpulkan bahwa pembentukan umat perlu dimulai dengan perubahan individu melalui pembinaan kepribadian Islam, penguatan ilmu, dan peningkatan ketakwaan.

 

“Hari ini banyak orang baik, tetapi kita harus belajar bagaimana menjadi orang yang taat. Seseorang bisa saja baik, tetapi belum tentu taat. Namun, kalau dia taat, maka Insyaallah dia adalah orang yang baik,” tegasnya.[] Aliya Ab Aziz

Opini

×
Berita Terbaru Update