Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Menakar Urgensitas Masuknya Materi Bahaya L68T di Sekolah

Selasa, 11 Agustus 2026 | 08:17 WIB Last Updated 2026-08-11T01:17:58Z

TintaSiyasi.id -- Kemenag berencana menyisipkan materi bahaya penyebaran Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender dan Queerb (L68T) kedalam kurikulum sekolah yang dimulai sejak anak kelas 4 SD hingga sekolah menengah. Hal ini dilakukan guna menindaklanjuti Peraturan Presiden (PerPres) No. 111 Tahun 2025 Tentang Kebijakan Umum Pertahanan Negara. Dalam Perpres ini LGBT secara resmi dikelompokkan senagai salah satu ancaman non-militer terhadap ketahanan nasional.
 
L68T telah menjadi tantangan besar bagi generasi hari ini. Budaya L68T lahir dari sistem sekuler yang memisahkan agama dengan kehidupan sehingga tidak heran jika generasi hari ini begitu mendewakan kebebasan. Kebebasan menjadi salah satu kenikmatan yang dijanjikan ideologi sekuler kapitalis. Sehingga generasi sekarang begitu jauh agama.

Disisi lain L68T yang tumbuh dalam dekapan sistem kapitalis, menggunakan HAM sebagai dasar hukum legitimasi tujuan mereka yakni pernikahan sesama jenis. Kaum ini meminta untuk diakui dan diterima oleh masyarakat. Bukan tidak mungkin hal itu akan terealisasi dengan atas nama HAM yang diusungkan sistem sekuler kapitalis. 

Memasukkan materi bahaya L68T kedalam kurikulum sekolah menjadi solusi yang mampu ditempuh negara hari ini. Namun solusi itu tidaklah solutif karena di era sekuler hari ini kebijakan untuk mehalau kemaksiatan yang mengancam generasi sangat mungkin ditentang oleh pihak yang mengatasnamakan HAM. HAM sendiri lahir dari buah sistem sekuler kapitalisme. Bahkan menginisiasi materi bahaya L68T ditengah kondisi generasi hari ini seolah memakan buah simalakama. Satu sisi menginformasikan bahwa L68T berbahaya namun disisi lain siswa merasa terbiasa dan memaklumi hal tersebut. Naudzhubillahi mindzalik. 

Maka jika ingin menggunakan solusi yang tepat, tidak lain adalah kembali kepada Islam. Islam memandang bahwa L68T merupakan kemaksiatan yang sangat membahayakan dan harus dijauhkan dari generasi. Maka metode yang dilakukan secara menyeluruh mulai dari menanamkan aqidah yang benar disertai ketaqwaan kepada Allah pada setiap individu muslim. Sehingga menghasilkan generasi yang senantiasa melaksanakan syariat dan takut berbuat maksiat. 

Penerapan sistem pergaulan Islam menjadi solusi yang amat penting untuk diterapkan guna menghindarkan generasi dari kemasiatan L68T dan buruknya pergaulan bebas hari ini. Islam mengajarkan bahwa hubungan pria dan wanita hanya sebatas keperluan yang mengharuskan seperti perdagangan, pendidikan, hukum dan kesehatan.

 Interaksi antar sesama jenis juga memiliki batasan yang jelas. Terdapat batasan aurat yang boleh dan tidak boleh nampak meskipun sesama jenis. Sistem Islam sangat menjadi generasi dari kerusakan yang diakibatkan pandangan-pandangan barat. Selain itu negara juga akan senantiasa menjaga tayangan ditengah-tengah masyarakat agar tidak ada muatan L68T atau yang semisalnya.

Demikianlah bagaimana pengaturan Islam yang komprehensif. Maka tidakkah seharusnya kita merindukan penerapannya?


Oleh: Yosie E. Purwanti, S.E.
Aktivis Muslimah

Opini

×
Berita Terbaru Update