Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Hj. Siti Rofida: Hasad Dengki Mengganggu Ukhuah Islamiah

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:35 WIB Last Updated 2026-08-11T03:35:35Z

TintaSiyasi.id -- Pengasuh BKI Ma’had Wakaf Syaraful Haramain Nyai Hj. Siti Rofida mengatakan bahwa hasad atau dengki merupakan penyakit hati yang dapat merusak ukhuah sesama umat Islam. "Hasad ini sangat mengganggu ukhuah islamiah," ujarnya dalam tayangan YouTube Sultan Channel pada program Tazkiyatun Nafs Cahaya Muslimah, Senin (27/07/2026).

 

Ia menambahkan, Rasulullah saw. telah mengingatkan bahaya hasad karena sifat tersebut dapat memicu permusuhan dan merusak persaudaraan di antara sesama muslim.

 

"Nabi saw. menghubungkan larangan hasad dengan ukhuah islamiah karena sifat ini memang mengganggu hubungan sesama Muslim. Kalau kita berteman dengan orang yang memiliki penyakit hati seperti ini, kita sendiri tidak akan merasa nyaman," katanya.

 

Ia menjelaskan bahwa rasa iri pada awalnya hanya berupa perasaan tidak senang melihat orang lain memperoleh nikmat, tanpa disertai keinginan agar nikmat tersebut hilang.

 

"Sebenarnya iri itu belum sampai menginginkan nikmat orang lain hilang. Orang lain mendapat nikmat, sementara saya tidak, itulah yang disebut iri," ujarnya.

 

Namun, menurutnya, jika perasaan iri tersebut tidak dikelola dengan baik, maka dapat berkembang menjadi hasad atau dengki, yaitu berharap nikmat yang dimiliki orang lain hilang.

 

"Ketika sudah naik kelas, iri itu menjadi hasad atau dengki. Apa yang terjadi? Seseorang mulai berharap nikmat yang dimiliki orang lain hilang," katanya.

 

Selain itu, ia mengatakan bahwa persaingan dan sikap individualistis dalam sistem kapitalisme turut mempengaruhi cara manusia memandang nikmat yang dimiliki orang lain.

 

Menurutnya, manusia menjadi semakin mudah membandingkan diri, mengejar kelebihan materi, dan menjadikan keberhasilan orang lain sebagai tolok ukur kebahagiaan serta kesejahteraan hidup.

 

"Kita sudah terlanjur hidup dalam sistem kapitalis. Di dalamnya ada sikap individualistis dan materialistis yang mendominasi. Media sosial juga sangat mengganggu. Ketika melihat kehidupan orang lain, muncul perasaan, 'Enak sekali hidupnya.' Lalu rasa iri itu semakin bertambah," katanya.

 

Ia juga menekankan pentingnya setiap pendakwah membersihkan hati dari sifat hasad karena penyakit hati tersebut dapat melemahkan kekuatan dan persatuan dalam perjuangan dakwah.

 

"Meskipun seseorang sudah memahami Islam atau memiliki akidah yang kuat, tetap saja dia manusia. Sifat hasad bisa menghinggapi siapa pun," ujarnya.

 

Menurutnya, dakwah akan semakin kokoh apabila para pelakunya bergaul dengan penuh keikhlasan, husnuzan, saling mendoakan, serta terus bermuhasabah, dan mengendalikan perasaan negatif.

 

"Berkumpullah dengan orang-orang yang bersih hatinya. Orang yang bersih akan terhubung dengan orang-orang yang juga bersih. Dari situlah dakwah akan menjadi lebih mudah dan ukhuah islamiah semakin kuat," pesannya.

 

Menutup penyampaiannya, ia membagikan cara mengendalikan rasa hasad agar tidak merusak hubungan sesama muslim maupun melemahkan kekuatan umat Islam.

 

Menurutnya, seseorang perlu terus memperkuat keimanan, mengelola rasa iri ketika muncul, serta mendoakan kebaikan bagi orang lain.

 

"Ketika rasa dengki muncul, kita harus mampu mengelolanya. Doakan orang yang kita dengki, sebutkan kebaikan-kebaikannya, lalu bermuhasabah agar perasaan itu tidak berkembang menjadi hasad," tutupnya.[] Rahmah

Opini

×
Berita Terbaru Update