Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Jangan Salahkan Prabowo!

Minggu, 21 Juni 2026 | 10:08 WIB Last Updated 2026-06-21T03:09:08Z
TintaSiyasi.id -- “Indonesia gelap” ternyata tidak hanya sekedar tagar, tapi mencerminkan kondisi nyata dibawah kepemimpinan Prabowo-Gibran. Kabinet gemuk dan tidak efektif, kebijakan yang banyak mengabaikan hak asasi manusia, ekonomi yamg semakin menjepit, perusakan alam atas nama Proyek Strategis Nasional, Korupsi semakin menggila, Pajak yang kian mencekik, utang luar negeri, serta kondisi politik yang semakin panas.

Hari ini membuat publik menilai bahwa akar masalahnya ada pada Prabowo Subianto. Publik juga menilai bahwa kinerja Prabowo sebagai Presiden Indonesia, tak mampu membawa indonesia lebih baik dari masa sebelumnya. Bahkan hari ini seolah rakyat menjadi obyek pemerasan penguasa atas nama pajak yang dilegalkan oleh negara. Benarkah akar masalah bangsa ini adalah kesalahan Prabowo ???

Banyak program prabowo yang dianggap tidak populis menguras anggaran negara. Ditengah kondisi keuangan negara yang deficit Presiden memaksa anggaran untuk MBG sebesar Rp. 335 Trilliun tahun ini, yaitu naik 71 Trilliun dari tahun 2025. Penerima manfaat ditargetkan 82,9 juta penerima, padahal hanya sekitar 17-25 juta anak yang mengalami gizi buruk. Ini berarti ada sekitar 58 juta lebih penerima MBG bukan kalangan kekurangan gizi, intinya ini adalah untuk bisnis SPPG. Apakah ini kemudian menjadi salah Prabowo ?

Terbitnya Peraturan Pemerintah (PP. Nomor 20 tahun 2026) mengubah sejumlah ketentuan dalam PP No. 55 tahun 2022 yang memicu banyak reaksi di kalangan pelaku usaha. Artinya pemerintah telah menghapus PP No. 55 tahun 2022 yang memberlakukan pajak 0,5% pada UMKM diganti menjadi 22% di PP No. 20 tahun 2026. Apakah kenaikan pajak UMKM ini juga salah Prabowo ?

Kejahatan seksual di indonesia kini semakin meningkat. Berdasarkan data pemerintah dalam kurun januari-juni 2024 saja terdapat 5.246 kasus kekerasan seksual dari total 11.850 kasus kekerasan seksual dalam satu tahun. Bahkan survei nasional menunjukan bahwa 1 dari 4 perempuan mengalami kekerasan seksual. http://nasional.kompas.com/read/2025/06/14 . Apakah ini juga kesalahan Prabowo ?

Presiden Joko Widodo telah mewariskan utang negara sebesar Rp. 8.700 trilliun. Hari ini Presiden Prabowo telah menambah hutang sebesar Rp. 9.920,42 triliun per maret 2026. Padahal sumber kekayaan alam indonesia sangat melimpah ruah. Hutan indonesia terluas ke3 dunia, pengekspor gas alam terbesar dunia, penghasil batu bara terbesar ke 3 dunia, penghasil emas terbesar ke 9 dunia, penghasil nikel, dan lain sebagainya. Lalu kemana semua kekayaan alam indonesia ? apakah ini juga kesalahan Prabowo ?

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berada dikisaran Rp. 17.500 hingga Rp. 18.200, akibbatnya kenaikan biaya hidup rakyat semakin tinggi. Harga barang naik, BBM naik. Listrik naik, harga kebutuhan pokok naik, pajak naik, banyak PHK dan lain sebagainya. Apakah ini juga kesalahan Prabowo ???

Masih banyak kondisi negeri ini yang semakin carut marut di masa Presiden Prabowo. Tak heran rakyat juga mahasiswa pun banyak bergerak melakukan aksi protes terhadap kebijakan Prabowo. Prabowo dianggap sebagai inti dari carut marutnya indonesia. Benarkah semua ini salah Prabowo ?

Siapapun Presidennya rakyat akan tetap sengsara. Hal ini telah disampaikan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dalam beberapa aksinya sebelum dicabut badan hukum perkumpulannya. Juga pernah dibahas dalam bulletin Al-Islam atau bulletin Kaffah serta majalah Media Umat. Mengapa demikian ? ingat indonesia pernah dipimpin Presiden Soekarno, Presiden Soeharto, Presiden Habibi, Presiden Gus Dur, Presiden Megawati, Presiden SBY, Presiden Jokowi, Presiden Prabowo hari ini. Apakah kemudian mereka semua mampu membawa indonesia lebih baik ? bukankah mereka ada yang ahli teknologi, nasionalis, religi/ulama, militer, sipil, tapi mereka tidak membawa perubahan. 

Apa akar masalahnya ? akar masalahnya adalah mereka semua  menggunakan sistem politik yang sama, mabda yang sama. Pergantian hanyalah orang perorang saja, tapi hukum dan sistem kehidupan yang mereka jalankan adalah sama yaitu kapitalisme sekulerisme demokrasi. Mereka mengadopsi sistem dan perundang-undangan kufur dari barat yang terbukti semakin menjerat dan menjajah serta menguras sumber daya alam kita untuk asing dan aseng. Sehingga siapapun Presidennya pasti sama dari keadaan buruk menuju keadaan buruk berikutnya. Karena yang merekan jalankan sama, pijakan kebijakan mereka sama, dasar hukum juga sama. Maka tidak akan ada perubahan siapa pun Presidennya. 

Maka jangan salahkan Prabowo jika belum mampu membawa indonesia menjadi lebih baik. Karena Prabowo pun mengadopsi sistem yang sama dari sebelumnya. Ini semua adalah kesalahan sistem hidup yang kita ambil mabda yang kita terapkan. Ingat sistem yang buruk akan menghsilkan keburukan sementara sistem yang baik akan menghasilkan kebaikan. Dan ketahuilah bahwa sistem terbaik pastilah bersumber dari zat yang maha bailk. Dan zat yang maha baik itu hanyalah Allah SWT. Dan sistem yang bersumber dari zat yang maha baik itu  adalah sistem islam/mabda islam. Maka jika ingin baik terapkan sistem islam dalam semua lini kehidupan. Islam kaffah inilah yang pasti akan membawa kebaikan, tidak hanya di dunia tapi juga sampai akhirat.[]

Oleh. AB. LATIF

Opini

×
Berita Terbaru Update