Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Masih Tentang Gaza

Rabu, 13 Mei 2026 | 06:03 WIB Last Updated 2026-05-12T23:03:15Z

TintaSiyasi.id -- Meskipun gencatan senjata sudah disepakati antara Israel dan Palestina, namun tidak menjadikan Gaza lepas dari serangan Israel. Serangan Israel terhadap Gaza masih terus berlanjut. Rumah sakit Al-Ahli di kota Gaza melaporkan ada tiga orang tewas dan sejumlah orang terluka akibat serangan pesawat drone Israel di lingkungan Zeitoun, Gaza Tenggara. Sementara itu di lingkungan Al-Daraj, Israel pun melancarakan serangannya yang menewaskan satu orang dan melukai sepuluh orang, termasuk putera kepala negosiator Hamas, Azzam Khalil Al-Hayya. (www.cnbcindonesia.com, 7-5-2026)

Saat ini Palestina khususnya Gaza, berjuang sendiri menghadapi serangan demi serangan yang dilancarkan oleh Israel. Bahkan bantuan kemanusiaan pun ditahan oleh Israel. Itu yang terjadi pada armada global sumud kedua yang berlayar dari Barcelona, Spanyol mulai tanggal 12 April 2026. Armada itu tidak pernah sampai ke Gaza karena disita oleh Israel, dan lebih dari 100 aktivis yang pro Palestina dibawa ke pulau Kreta, Yunani. (www.cnbcindonesia.com, 2-5-2026)

Melihat dan mendengar melalui media sosial terkait masalah Gaza, membuat hati berkecamuk antara geram, benci, marah terhadap Israel yang tidak pernah menepati janji. Dalam perjanjian gencatan senjata seharusnya Israel tidak menyerang Gaza, namun janji itu selalu dilanggar. Bahkan Israel selalu memberi justifikasi palsu yang terus berulang untuk mengkriminalisasi setiap bentuk solidaritas untuk Gaza, Palestina.

Yang membuat lebih geram lagi adalah sikap para pemimpin di negeri-negeri Muslim yang mendiamkan saja setiap bentuk kekejaman dan kebiadaban yang dilakukan oleh Zionis Israel terhadap saudara-saudara seakidah yang ada di Gaza. Kalaupun ada pertentangan, itu hanya sebatas kecaman, kutukan, boikot. Walaupun kecaman, kutukan, dan boikot itu diperlukan, namun hal itu tidak menyentuh akar masalah yang bergulir di Gaza. Akar masalahnya adalah tidak adanya institusi negara yang berlandaskan akidah Islam, sehingga negeri-negeri Muslim termasuk Palestina menjadi sasaran empuk para penjajah yang ingin menguasai negeri-negeri Muslim tersebut.

Gaza merupakan bagian dari tanah kaum Muslim. Sudah seharusnya kaum Muslim yang lain di luar Gaza melindunginya. Membiarkan Israel terus menerus menyerang dan menahan setiap bantuan yang datang ke Gaza, adalah kemungkaran yang wajib diubah dengan kemampuan tertinggi yang dimiliki umat Islam, yaitu bersatunya umat Islam seluruh dunia.

Ketika setiap Muslim sudah mulai sadar akan pentingnya persatuan, maka dari situlah mulai timbul keinginan untuk mengangkat seorang pemimpin yang akan memberi perintah sesuai dengan Al-Qur'an, sebuah kitab yang menjadi rujukan atau sumber hukum yang berasal dari Allah Swt.

Itulah sistem pemerintahan yang syar'i yang memiliki wewenang dan kewajiban untuk melindungi setiap warganegaranya. Seorang pemimpin dalam negara yang diatur oleh syariat Islam akan melindungi jiwa-jiwa kaum Muslim yang ditindas, tidak hanya di Gaza tapi di mana pun mereka berada dengan jihad fisabilillah. Sesungguhnya seorang Muslim itu adalah saudara bagi Muslim lainnya. Ibarat satu tubuh. Jika ada bagian tubuh yang sakit maka bagian tubuh lainnya akan ikut merasakan sakit juga (HR Bukhari Muslim).

Wallahu a'lam.[]

Yuli Juharini 
(Aktivis Dakwah)

Opini

×
Berita Terbaru Update