Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Lelah Boleh, Menyerah Jangan: Umat Ini Butuh Pejuang, Bukan Penonton!

Jumat, 01 Mei 2026 | 12:53 WIB Last Updated 2026-05-01T05:53:23Z

“Lelah Boleh, Menyerah Jangan: Umat Ini Butuh Pejuang, Bukan Penonton!”

TintaSiyasi.id -- Pemikiran yang disampaikan oleh Taqiyuddin An-Nabhani dalam kitab Nidzam al-Islami bukan sekadar kalimat teoritis, melainkan seruan ideologis yang mengguncang kesadaran umat: “Nahdhah (kebangkitan) umat tidak terwujud kecuali dengan akidah Islam yang menjadi asas berpikir, tolok ukur amal, dan ikatan persatuan.”

Kalimat ini mengandung tiga pilar utama kebangkitan: fikrah (cara berpikir), miqyas (standar amal), dan rabithah (ikatan persatuan)—yang semuanya bersumber dari akidah Islam.

 1. Krisis Umat: Bukan Kekurangan Sumber Daya, Tapi Kehilangan Arah

Hari ini, umat Islam tidak kekurangan jumlah. Tidak kekurangan kekayaan alam. Bahkan tidak kekurangan kecerdasan. Namun yang hilang adalah arah berpikir yang benar.

Banyak kaum Muslimin:

Berpikir dengan standar sekularisme

Mengukur keberhasilan dengan materi semata

Menjadikan nasionalisme atau kepentingan kelompok sebagai ikatan utama

Akibatnya, umat ini tercerai-berai. Bukan karena tidak kuat, tetapi karena tidak lagi diikat oleh akidah sebagai ideologi hidup.

Padahal dalam sejarah, ketika akidah Islam menjadi asas:

Ia melahirkan generasi seperti para sahabat

Ia membangun peradaban yang menerangi dunia

Ia menyatukan bangsa-bangsa dalam satu visi: li i’la kalimatillah

2. Akidah Islam: Bukan Sekadar Keyakinan, Tapi Ideologi Kehidupan

Akidah Islam bukan hanya “percaya kepada Allah”. Ia adalah:

Asas berpikir: bagaimana kita memandang hidup, tujuan, dan realitas

Tolok ukur amal: apa yang benar dan salah, halal dan haram

Ikatan persatuan: yang menyatukan manusia bukan ras, bukan bahasa, tapi iman

Akidah yang hidup akan melahirkan:

Cara berpikir yang jernih

Keberanian dalam kebenaran

Konsistensi dalam perjuangan

Sebaliknya, akidah yang lemah hanya melahirkan:

Ritual tanpa ruh

Semangat tanpa arah

Perjuangan tanpa hasil

 3. Perjuangan: Jalan Panjang yang Tidak Bisa Ditinggalkan

Benar, perjuangan ini melelahkan.

Berdakwah di tengah arus sekularisme

Menyeru kepada syariat di tengah stigma negatif

Mengajak umat kembali kepada Islam kaffah di tengah budaya liberal

Semua itu tidak mudah.

Namun renungkan:

 Lebih berat mana…
Letih karena berjuang di jalan Allah?
Atau
Menanggung akibat umat yang terus hidup dalam sistem yang menjauh dari syariat?

Sejarah mengajarkan bahwa:

Para Nabi berdakwah dalam kesulitan

Para sahabat berjuang dalam tekanan

Ulama terdahulu menghadapi ujian berat

Namun mereka tidak berhenti. Karena mereka tahu: Kebenaran tidak akan menang tanpa diperjuangkan.

 4. Kebangkitan Umat: Dimulai dari Kesadaran Ideologis

Kebangkitan (nahdhah) bukan dimulai dari ekonomi, teknologi, atau politik semata. Itu semua adalah hasil, bukan sebab.

Sebab utamanya adalah: 

Kembalinya umat kepada akidah sebagai ideologi hidup
Tumbuhnya kesadaran kolektif untuk menjadikan Islam sebagai solusi
Terbangunnya perjuangan yang terarah dan terorganisir

Ketika akidah menjadi asas:

Politik menjadi amanah, bukan sekadar kekuasaan

Ekonomi menjadi keadilan, bukan eksploitasi

Sosial menjadi ukhuwah, bukan perpecahan

5. Refleksi: Jangan Lelah Memperjuangkan Kebenaran

Wahai jiwa yang beriman…

Engkau boleh lelah oleh dunia:

Oleh pekerjaan

Oleh tekanan hidup

Oleh ujian yang datang silih berganti

Namun jangan pernah lelah:

Menjaga imanmu

Menuntut ilmu

Berdakwah walau satu ayat

Memperjuangkan tegaknya nilai-nilai Islam

Karena sesungguhnya: Perjuangan ini berat, tapi lebih berat lagi jika umat hidup tanpa syariat.

Tanpa syariat:

Keadilan menjadi ilusi

Moral menjadi relatif

Hidup kehilangan arah

Penutup: Menjadi Bagian dari Kebangkitan

Setiap kita punya peran:

Dengan ilmu → menyebarkan pemahaman yang benar

Dengan dakwah → mengajak kepada kebaikan

Dengan keteladanan → menjadi Islam yang hidup

Jangan tunggu orang lain.
Jangan menunda kesadaran.

Karena kebangkitan umat ini tidak akan datang tanpa usaha. Ia lahir dari:

Jiwa-jiwa yang sadar

Hati-hati yang ikhlas

Langkah-langkah kecil yang istiqamah

Akhirnya…

Jika dunia membuatmu lelah, ingatlah:
Perjuangan ini bukan tentang dunia semata.

Ini tentang:

Menyelamatkan umat

Menegakkan kebenaran

Menggapai ridha Allah

Dan di sanalah letak kebahagiaan sejati—
bukan pada hasil, tapi pada jalan perjuangan itu sendiri.

Dr. Nasrul Syarif M.Si. (Penulis, Dosen dan Konsultan SDM dan Pendidikan. Coach Pengusaha Hijrah)

Opini

×
Berita Terbaru Update