Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Kedermawanan, Cahaya Hati yang Mengangkat Derajat: Jalan Menuju Cinta Ilahi

Jumat, 01 Mei 2026 | 12:59 WIB Last Updated 2026-05-01T06:00:02Z
TintaSiyasi.id -- Mukadimah: Dari Dengki Menuju Derma

Jika dengki adalah api yang membakar jiwa, maka kedermawanan (sakhā’) adalah air yang memadamkannya. Para arif billah memahami bahwa perjalanan ruhani bukan sekadar meninggalkan keburukan, tetapi menggantinya dengan kebaikan yang lebih tinggi. Dari hasad menuju cinta, dari kebencian menuju kasih, dari sempitnya hati menuju kelapangan jiwa.
Dalam hal ini, perkataan Abdullah Ibnul Mubarak menjadi cahaya yang menuntun:
“Wahai hamba-hamba Allah, bersikaplah dermawan terhadap sesama makhluk Allah…”

Kedermawanan: Ideologi Langit, Bukan Sekadar Akhlak
Dalam perspektif sufistik, kedermawanan bukan hanya memberi harta. Ia adalah:
• cara pandang terhadap makhluk,
• cara berinteraksi dengan takdir,
• dan cara mendekat kepada Allah.
Orang yang dermawan:
• tidak melihat “kepemilikan”, tetapi “titipan”
• tidak merasa “kehilangan”, tetapi “dipilih untuk memberi”
Ia memberi bukan karena mampu, tetapi karena percaya kepada Allah.

Rahasia Ilahi: Musuh Bisa Menjadi Kekasih
Perkataan Ibnul Mubarak mengandung rahasia besar:
Allah bisa memindahkan musuh-Nya menjadi kekasih-Nya.
Ini mengajarkan bahwa:
• Tidak ada manusia yang “terkunci” dalam keburukan
• Tidak ada hati yang mustahil berubah
Bahkan:
• pendengki bisa menjadi pecinta,
• pendosa bisa menjadi wali,
• yang jauh bisa menjadi dekat.
Yang menentukan bukan masa lalu, tetapi arah kembali kepada Allah.

Hadis tentang Pelipatgandaan Amal
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Jika seseorang memperbaiki keislamannya, maka setiap kebaikan dilipatgandakan sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat. Sedangkan keburukan hanya dicatat satu.”
Ini menunjukkan dua hal besar:
1. Allah Maha Pemurah
• Kebaikan dilipatgandakan luar biasa
• Keburukan tidak diperbanyak
2. Jalan menuju Allah itu dimudahkan
• Sedikit amal → bisa menjadi besar
• Asal dilakukan dengan ikhlas dan istiqamah
Ini adalah kabar gembira bagi setiap hamba yang ingin berubah.

Transformasi Jiwa: Dari Kikir Menuju Sakhā’
Dalam tasawuf, kikir dan derma adalah dua kutub jiwa:
Kikir Derma
Takut kehilangan Yakin pada Allah
Terikat dunia Bebas dari dunia
Sempit hati Lapang dada
Jauh dari Allah Dekat dengan Allah
Orang yang dermawan sebenarnya:
• sedang melatih tawakkal,
• menguatkan iman,
• dan membersihkan hati dari cinta dunia.

Kedermawanan sebagai Penyembuh Penyakit Hati
Dengki berkata:
“Mengapa dia mendapat?”
Kedermawanan menjawab:
“Semoga Allah menambah untuknya, dan aku ingin berbagi.”
Dengki menyempitkan dada.
Derma meluaskannya.
Dengki memutus hubungan.
Derma menyambungkannya.

Praktik Sufistik: Melatih Kedermawanan
Untuk menanamkan sifat dermawan, lakukan latihan ruhani berikut:
1. Memberi dalam keadaan sulit
Bukan menunggu kaya, tetapi belajar memberi saat sempit.
2. Memberi tanpa diketahui
Agar hati terhindar dari riya’.
3. Memberi kepada yang tidak disukai
Ini menghancurkan ego dan menyucikan jiwa.
4. Memberi dengan wajah cerah
Karena senyum juga sedekah.
5. Menganggap diri sebagai perantara
Bukan pemilik, tetapi hanya “jalan” rezeki Allah.

Perspektif Hakikat: Siapa yang Sebenarnya Memberi?
Dalam pandangan sufistik yang dalam:
• Allah adalah pemberi hakiki
• Manusia hanya perantara
Sehingga ketika kita memberi:
• sebenarnya kita sedang menerima kemuliaan dari Allah
Bukan kita yang memuliakan orang lain, tetapi Allah yang memuliakan kita dengan menjadikan kita pemberi.

Penutup: Jalan Menuju Kekasih Allah
Dunia ini bukan tentang siapa yang paling banyak memiliki, tetapi:
• siapa yang paling banyak memberi,
• siapa yang paling bersih hatinya,
• dan siapa yang paling dekat dengan Allah.
Dengki menjauhkan kita dari Allah.
Kedermawanan mendekatkan kita kepada-Nya.

Doa Penutup
“Ya Allah, jadikanlah hati kami lapang dalam memberi,
jauhkan kami dari sifat kikir dan dengki,
dan jadikan kami hamba-hamba yang Engkau cintai.”

Dr. Nasrul Syarif, M.Si. (Penulis Buku Gizi Spiritual dan Dosen Pascasarjana  UIT Lirboyo)

Opini

×
Berita Terbaru Update