Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Fungsi-Fungsi Komunikasi dalam Islam: Jalan Cahaya yang Menghubungkan Hati, Akal, dan Amal

Jumat, 01 Mei 2026 | 12:41 WIB Last Updated 2026-05-01T05:41:42Z
TintaSiyasi.id -- Dalam Islam, komunikasi bukan sekadar pertukaran kata, tetapi amanah ilahiyah yang mengandung nilai ibadah. Setiap ucapan memiliki konsekuensi dunia dan akhirat. Karena itu, komunikasi dalam Islam berfungsi bukan hanya menyampaikan informasi, tetapi juga membimbing, menyucikan, dan menyatukan manusia dalam kebenaran.
Allah SWT mengingatkan dalam QS. Qaf ayat 18 bahwa tidak ada satu kata pun yang terucap kecuali tercatat. Ini menunjukkan bahwa komunikasi dalam Islam memiliki dimensi moral, spiritual, dan ideologis sekaligus.

I. Fungsi Informatif (Tabligh): Menyampaikan Kebenaran
Fungsi pertama komunikasi dalam Islam adalah tabligh, yaitu menyampaikan risalah dengan jujur dan utuh.
Sebagaimana perintah Allah dalam QS. Al-Ma'idah ayat 67:
“Sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu…”
Makna Ideologis:
• Menyebarkan nilai tauhid dan syariat
• Meluruskan pemahaman yang menyimpang
Makna Sufistik:
• Menyampaikan bukan untuk popularitas, tetapi sebagai amanah
• Lisan menjadi alat kebenaran, bukan alat kepentingan
Refleksi:
Apakah kita berbicara untuk menyampaikan kebenaran, atau sekadar mencari perhatian?

II. Fungsi Edukatif (Ta’lim): Mencerdaskan Umat
Komunikasi dalam Islam juga berfungsi sebagai pendidikan (ta’lim). Rasulullah ﷺ diutus sebagai guru umat manusia.
Makna:
• Mengajarkan ilmu dengan hikmah
• Membangun kesadaran, bukan sekadar memberi informasi
Contohnya terlihat dalam metode pengajaran Nabi yang lembut dan bertahap.
Dimensi Sufistik:
Ilmu bukan hanya masuk ke akal, tetapi harus turun ke hati.
Sebab ilmu tanpa adab adalah kesombongan tersembunyi.

III. Fungsi Persuasif (Da’wah): Mengajak kepada Kebaikan
Komunikasi Islam bertujuan mengajak, bukan memaksa.
Sebagaimana dalam QS. An-Nahl ayat 125:
• Dengan hikmah
• Dengan nasihat yang baik
• Dengan dialog yang santun
Makna Ideologis:
• Mengubah pola pikir menuju tauhid
• Membangun kesadaran kolektif umat
Makna Sufistik:
• Menggerakkan hati dengan cinta, bukan tekanan
• Mengajak dengan keteladanan, bukan sekadar kata-kata

IV. Fungsi Sosial (Silaturahmi): Membangun Ukhuwah
Komunikasi adalah jembatan hubungan manusia.
Dalam Islam, komunikasi berfungsi:
• Menguatkan ukhuwah (persaudaraan)
• Mencegah konflik
• Menumbuhkan kasih sayang
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Tidak akan masuk surga orang yang memutus silaturahmi.”
Dimensi Sufistik:
• Setiap kata bisa menjadi penghubung hati
• Atau justru menjadi pemutus hubungan

V. Fungsi Kontrol Sosial (Amar Ma’ruf Nahi Munkar)
Komunikasi dalam Islam juga berfungsi sebagai pengendali moral masyarakat.
Sebagaimana dalam QS. Ali Imran ayat 104:
وَلْتَكُنْ مِّنْكُمْ اُمَّةٌ يَّدْعُوْنَ اِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ ۗ وَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ 
“ Hendaklah ada di antara kamu segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar.Mereka itulah orang-orang yang beruntung.” ( QS. Ali Imran (3) : 104 )
Makna:
• Mengingatkan yang salah
• Menegakkan nilai kebenaran
Namun Islam mengajarkan:
• Menegur dengan hikmah
• Menghindari mempermalukan
Dimensi Sufistik:
Menegur orang lain harus diawali dengan menegur diri sendiri.

VI. Fungsi Spiritual (Tazkiyah): Menyucikan Jiwa
Inilah fungsi terdalam komunikasi dalam Islam: tazkiyah (penyucian jiwa).
Ucapan yang baik:
• Menenangkan hati
• Menghidupkan iman
• Mendekatkan diri kepada Allah
Sebaliknya, ucapan buruk:
• Mengeraskan hati
• Menjauhkan dari cahaya ilahi
Contoh:
• Dzikir
• Nasihat yang tulus
• Kata-kata penuh hikmah

VII. Fungsi Preventif (Ishlah): Mencegah Kerusakan
Komunikasi juga berfungsi mencegah konflik dan kerusakan sosial.
Dalam QS. Al-Hujurat ayat 10:
“Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara…”
Makna:
• Menjadi penengah konflik
• Menyebarkan kedamaian
• Menghindari fitnah dan ghibah

VIII. Fungsi Reflektif (Muhasabah): Cermin Diri
Dalam Islam, komunikasi juga bersifat internal—dialog dengan diri sendiri.
Makna:
• Evaluasi diri (muhasabah)
• Mengoreksi niat
• Menyadari kekurangan
Dimensi Sufistik:
Orang yang paling bijak adalah yang mampu berdialog dengan hatinya sendiri sebelum berbicara kepada orang lain.

IX. Integrasi Fungsi: Komunikasi sebagai Ibadah
Semua fungsi komunikasi dalam Islam bermuara pada satu tujuan:
Mendekatkan manusia kepada Allah dan memperbaiki kehidupan manusia.
Komunikasi menjadi ibadah ketika:
• Niatnya lurus
• Caranya benar
• Tujuannya mulia

Penutup: Menjadi Penutur yang Mencerahkan
Wahai insan beriman…
Jagalah lisanmu, karena ia adalah cermin hatimu.
Gunakan kata-katamu untuk:
• Menyembuhkan, bukan melukai
• Membangun, bukan meruntuhkan
• Menghidupkan, bukan mematikan
Sebab dalam Islam, komunikasi bukan sekadar suara…
Ia adalah cahaya—yang bisa menerangi, atau membakar.

Dr. Nasrul Syarif, M.Si. (Penulis Buku Gizi Spiritual dan Dosen Pascasarjana  UIT Lirboyo)

Opini

×
Berita Terbaru Update