Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Amien Rais: Telah Terjadi Skandal Moral di Puncak Kekuasaan

Rabu, 13 Mei 2026 | 04:20 WIB Last Updated 2026-05-12T21:20:13Z

TintaSiyasi.id -- Ketua Majelis Syura Partai Ummat, Prof. Dr. Amien Rais, mengungkapkan rasa prihatin karena menurutnya telah terjadi skandal moral di puncak piramida kekuasaan.

"Saya memang prihatin. Karena menurut pandangan saya, telah terjadi skandal moral di puncak piramida kekuasaan," ungkapnya dalam diskusi online: LGBT di Ruang Politik? di kanal YouTube Media Umat, Ahad (10/5/2026).

Amien Rais menegaskan, dirinya tidak berbicara tanpa dasar saat menanggapi isu yang beredar. Ia mengaku memperoleh informasi dari berbagai sumber yang jelas, berita tertulis dan tayangan YouTube, baik dalam maupun luar negeri.

"Karena presiden berada di posisi paling atas. Ibarat sungai, jika hulunya tercemar skandal moral, maka yang di hilir bisa menganggap hal itu sebagai contoh yang wajar untuk ditiru," cetusnya.

"Karena pihak di atas, dalam bahasa hukumnya itu seolah telah melegalisir sesuatu yang seharusnya dianggap tidak bermoral dan tidak manusiawi. Inilah yang membuat kita prihatin, sebab hal tersebut justru terjadi di puncak kekuasaan," tambahnya lagi.

Dia mengaku dirinya mungkin tidak akan menyampaikan peringatan keras ini, apabila persoalan tersebut hanya terjadi di tingkat kabupaten atau kota. Menurutnya, masalah dalam skala kecil masih dapat ditangani oleh tokoh agama maupun pemimpin masyarakat setempat.

"Ini yang lebih berbahaya lagi dan mungkin belum banyak dipikirkan orang. Sesungguhnya LGBT adalah gerbang masuk menuju peradaban yang betul-betul bangkrut, jahat, dan tidak manusiawi, yakni diizinkannya same sex marriage (perkawinan antar sesama jenis),” tegasnya.

Ia mengatakan, “ini luar biasa. Binatang saja yang tidak punya akal dan hati, seperti kuda, kucing, atau anjing jantan, tidak melakukan hal semacam itu.”

"Sesungguhnya ini masalah yang sangat berat. Namun alhamdulillah, sejauh ini Indonesia, berdasarkan sebuah riset, hanya sekitar 2 persen yang mendukung same sex marriage," ujarnya.

Amien Rais mengaku menyampaikan pernyataannya apa adanya. Ia juga meyakini, bahwa saling mengingatkan demi kebaikan merupakan kewajiban yang mesti ditunaikan. Ia mengutip surah Yasin ayat 17, وَمَا عَلَيْنَا إِلَّا الْبَلَاغُ الْمُبِينُ
Artinya: "Dan kewajiban kami tidak lain hanyalah menyampaikan (perintah Allah) dengan jelas."

Ia mengatakan bahwa kewajiban seseorang selesai ketika kebenaran sudah disampaikan, sehingga hidup menjadi lebih tenang. Namun, jika sesuatu yang penting tidak disampaikan, hal itu bisa masuk dalam konsep hukum yang dikenal sebagai crime of omission.

Menurutnya, dalam ilmu hukum dikenal dua bentuk kejahatan, yakni crime of commission dan crime of omission. Ia menjelaskan bahwa seseorang juga dapat dianggap melakukan kesalahan ketika memilih diam terhadap sebuah kejahatan.

"Jalan kebenaran bukan jalan yang aman ya. Jalan benar itu ada resikonya, mungkin digunjingkan, mungkin dituduh macam-macam tetapi ujungnya malah aman dan selamat (di akhirat)," ucapnya.

"Mari kita sebagai kaum yang berpikir, kaum terdidik, dan kaum intelektual, memperdalam ilmu agar tidak mudah digoyahkan karena akarnya kuat menancap di petala bumi, bukan akar serabut yang terkena angin sedikit saja sudah roboh. Kita berada dalam satu arus yang benar. Jangan sampai goyah hanya karena omongan, ancaman, dan hal-hal lainnya," pungkasnya.[] Tenira

Opini

×
Berita Terbaru Update