Tintasiyasi.id.com -- Belakangan ini publik dikejutkan dengan kasus viral kekerasan di sebuah daycare di Yogyakarta, di mana puluhan anak diduga menjadi korban penelantaran dan kekerasan. Bahkan dilaporkan ada anak-anak yang mengalami luka lebam, diikat dalam waktu lama, hingga trauma psikologis yang mendalam.
IDAI pun turun tangan untuk membantu pemulihan psikologis anak-anak korban, sementara kasusnya masuk ranah pidana dan ditangani aparat kepolisian. Sedikitnya 53 anak disebut menjadi korban dalam kasus ini.
Peristiwa ini menjadi tamparan keras bagi para orang tua. Tempat yang seharusnya menjadi ruang aman bagi anak justru berubah menjadi sumber luka. Ketika daycare tidak menjalankan tugasnya dengan baik—kurang perhatian, kurang kasih sayang, bahkan lalai dalam menjaga tumbuh kembang anak—maka dampaknya bukan hanya pada fisik anak, tetapi juga pada mental, akhlak, dan rasa aman mereka.
Anak adalah amanah dari Allah yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban. Karena itu, pengasuhan bukan sekadar urusan dunia, tetapi juga bagian dari ibadah dan amanah besar bagi setiap orang tua. Menitipkan anak bukan hanya soal mencari tempat yang praktis, tetapi memastikan bahwa amanah itu tetap terjaga.
Dalam Islam, tugas utama seorang ibu adalah sebagai ummun wa rabbatul bait—ibu sekaligus pengatur rumah tangga. Ibu bukan hanya melahirkan, tetapi juga menjadi madrasah pertama bagi anak-anaknya. Dari tangan seorang ibu lahir generasi yang kuat iman, akhlak, dan ilmunya. Karena itu, kehadiran ibu dalam pengasuhan memiliki peran yang sangat besar.
Bekerja bagi perempuan dalam Islam hukumnya mubah, boleh, selama tetap menjaga syariat dan tidak melalaikan kewajiban utamanya. Namun ketika pekerjaan membuat amanah terhadap anak terabaikan, maka perlu ada evaluasi besar. Sebab keberhasilan karier tidak sebanding dengan hilangnya perhatian pada amanah yang Allah titipkan.
Solusi akhir dalam Islam bukan sekadar memilih daycare yang lebih baik, tetapi mengembalikan cara pandang hidup sesuai syariat. Islam menempatkan keluarga sebagai pondasi utama peradaban.
Negara juga wajib hadir menjamin kesejahteraan keluarga sehingga ibu tidak dipaksa keadaan untuk meninggalkan peran utamanya. Dengan penerapan Islam secara kaffah, perempuan dimuliakan, anak terjaga, dan keluarga menjadi tempat terbaik untuk tumbuhnya generasi yang shalih.[]
Oleh: Margaret Erfika
(Aktivis Muslimah)