Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Telah Nyata Kesombongan dan Kebiadaban AS dan Israel, Cukup Khilafah Sebagai Solusi

Senin, 13 April 2026 | 06:05 WIB Last Updated 2026-04-12T23:05:14Z
Tintasiyasi.id.com -- Indonesia menyerukan kepada komunitas internasional, khususnya Perserikatan Bangsa-Bangsa, untuk mengambil langkah tegas guna memastikan akuntabilitas dan perlindungan bagi rakyat Palestina," tulis Kementerian Luar Negeri (Kemlu) dalam keterangan resmi melalui akun X @Kemlu_RI, Rabu (1/4/2026).

Seruan ini merupakan respon atas pengesahan RUU kontroversial yang mewajibkan pengadilan militer menjatuhkan hukuman mati bagi warga Palestina yang terbukti membunuh warga Isr43l dalam perbuatan yang dikategorikan sebagai “teror” (Kompas,1/04/2026).

Seruan itu seakan tak berarti karena bertolak belakang dengan sikap presiden Indonesia yang berpihak pada Amerika dan Israel dengan keikutsertaannya dalam Board of Peace yang notabene mendukung dalam ‘pemusnahan’ rakyat Palestina.

Padahal sikap yang semestinya dilakukan oleh pemimpin dengan penduduk muslim terbesar dunia ini adalah seruan jihad untuk mengusir penjajahan Isr43l yang dibeking oleh Amerika dari bumi Palestina.

Jadi seruan yang disampaikan oleh Kemlu tersebut sama sekali tidak memiliki pengaruh dan kekuatan apapun pada dunia. Dengan kata lain, seruan tersebut hanya sekedar lipstik agar terlihat ada keperdulian terhadap rakyat Palestina padahal hakikatnya tidak ada pengaruhnya sama sekali.

Lalu apa yang seharusnya dilakukan pemimpin Indonesia?
Tentu saja menunjukkan ketidakberpihakan pada para penjajah (AS dan Isr43l) yaitu dengan segera memutus hubungan dengan kedua negara tersebut dan keluar dari BoP.

Apalagi dengan disetujuinya hukuman mati oleh parlemen Israel bagi 10.000 tahanan palestina, jelas-jelas keputusan ini telah menunjukkan kebiadaban dan kesombongan Isr43l dan AS pada dunia.

Maka, mensikapi hal itu bukan dengan seruan atau kecaman tetapi harus dengan tindakan nyata. Apa artinya seruan dan kecaman bagi para penjajah kelas kakap macam Israel dan AS.

Untuk menunjukkan ketidakberpihakan pada para penjajah (AS dan Isr43l) seharusnya Indonesia mengambil sikap untuk tidak lagi mengikuti arahan AS.

Sebenarnya dengan segala potensi yang dimiliki Indonesia yaitu berupa sumber daya alam yang berlimpah dan sumber daya manusia yang besar, Indonesia mampu untuk mengusir antek-antek asing yang bercokol di bumi Indonesia dan mulai mengelola sumber daya alam secara mandiri dan tidak lagi mengikuti arahan AS dan bergantung padanya.

Apalagi hari ini sistem kapitalisme sedang menunjukkan wajah aslinya lewat pemimpin AS yaitu keserakahan, ketamakan dan keangkuhan dengan terus menganeksasi Palestina dan negara-negara timur tengah lainnya. 

Penerapan sistem ini juga telah menyebabkan kesenjangan ekonomi yang sangat menganga antara si kaya si miskin. Lalu dengan banyaknya kerusakan dan kesengsaraan yang telah ditimbulkan oleh sistem yang diusung oleh AS ini, masihkah umat berharap kebaikan pada sistem ini?

Nah, kembali lagi pada persoalan Palestina, Islam memiliki solusi untuk menyelesaikan penjajahan di Palestina yaitu dengan jihad dibawah komondo kepemimpinan Islam (Khilafah Islamiyah).

Untuk kesekian kalinya diingatkan bahwa untuk mengusir Isr43l dan AS dari bumi Palestina bukan dengan perundingan atau kesepakatan apapun apalagi hanya sekadar seruan.

Menghadapi mereka harus dengan cara mengangkat senjata untuk menghentikan kebiadaban dan kekejaman mereka. Mereka seperti binatang yang tidak mengerti bahasa manusia. Mereka hanya mengerti bahasa perang, maka jihad adalah solusinya.

Sudah saatnya umat Islam bersatu untuk berjuang mengadakan kembali kepemimpinan Islam. Hilangkan segala perbedaan yang bersifat cabang dan segera untuk menegakkan syariat dalam naungan Khilafah.

Allah Swt sudah mengingatkan kaum muslimin agar memerangi orang kafir yang memerangi karena urusan agama dan mengusir kaum muslimin dari kampung halaman:

اُذِنَ لِلَّذِيْنَ يُقٰتَلُوْنَ بِاَ نَّهُمْ ظُلِمُوْا ۗ وَاِ نَّ اللّٰهَ عَلٰى نَـصْرِهِمْ لَـقَدِيْرُ

“Diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi karena sesungguhnya mereka dizalimi. Dan sungguh, Allah Maha Kuasa menolong mereka itu,” (QS. Al-Hajj 22: Ayat 39)

Dan firman Allah Swt:

ٱلَّذِيْنَ اُخْرِجُوْا مِنْ دِيَا رِهِمْ بِغَيْرِ حَقٍّ اِلَّاۤ اَنْ يَّقُوْلُوْا رَبُّنَا اللّٰهُ ۗ وَلَوْلَا دَ فْعُ اللّٰهِ النَّا سَ بَعْضَهُمْ بِبَـعْضٍ لَّهُدِّمَتْ صَوَا مِعُ وَبِيَعٌ وَّصَلَوٰتٌ وَّمَسٰجِدُ يُذْكَرُ فِيْهَا اسْمُ اللّٰهِ كَثِيْرًا ۗ وَلَيَنْصُرَنَّ اللّٰهُ مَنْ يَّنْصُرُهٗ ۗ اِنَّ اللّٰهَ لَقَوِيٌّ عَزِيْزٌ

“(yaitu) orang-orang yang diusir dari kampung halamannya tanpa alasan yang benar hanya karena mereka berkata, “Tuhan kami ialah Allah.” Seandainya Allah tidak menolak (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian yang lain, tentu telah dirobohkan biara-biara Nasrani, gereja-gereja, rumah-rumah ibadah orang Yahudi, dan masjid-masjid yang di dalamnya banyak disebut nama Allah. Allah pasti akan menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sungguh, Allah Maha Kuat, Maha Perkasa.” (QS. Al-Hajj 22: Ayat 40).

Perintah ini jelas dan tegas mewajibkan kaum muslimin agar memerangi dan mengusir orang kafir yang memerangi dan mengusir karena urusan agama dan mengusir dari kampung halaman. Dan fakta ini terlihat nyata pada rakyat Palestina saat ini.

Maka, sikap yang harus segera dilakukan oleh seluruh kaum muslimin termasuk Indonesia saat ini adalah memerangi dan mengusir para penjajah yaitu Isr43l dan AS dari bumi Palestina dibawah satu komando Khilafah Islamiyah.[]

Oleh: Emmy Emmalya
(Analis Mutiara Umat Institute)

Opini

×
Berita Terbaru Update