Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Bagaimana Mengatasi Remaja yang Kecanduan Judi Online?

Minggu, 19 April 2026 | 07:02 WIB Last Updated 2026-04-19T00:02:11Z
TintaSiyasi.id -- Mengatasi remaja yang sudah kecanduan judi online bukanlah perkara sederhana—ini bukan sekadar “nakal” atau kurang iman, namun sudah menyentuh aspek psikologis, kebiasaan, dan bahkan bisa menjadi gangguan perilaku adiktif. Oleh karena itu, pendekatannya harus komprehensif: ruhani, emosional, sosial, dan teknis.

Berikut langkah-langkah yang bisa dilakukan secara bijak dan efektif:

1. Pahami: Ini Masalah Kecanduan, Bukan Sekadar Dosa

Kecanduan judi online mirip dengan Kecanduan lain—otak remaja terbiasa dengan dopamin (rasa senang instan) dari menang atau harapan menang.

Dalam psikologi, ini berkaitan dengan perilaku seperti Gambling Disorder.

Maka pendekatannya:

Jangan langsung memarahi atau menghakimi

Bangun komunikasi penuh empati

Dengarkan alasan dan perasaannya

2. Bangun Hubungan, Jangan Putuskan Kepercayaan

Remaja yang kecanduan biasanya:

Merasa bergairah

Ingin diakui

Mencari pelarian dari masalah

 Lakukan:

Ajakbicara dari hati ke hati

Hindari kata-kata kasar atau memalukan

Jadilah “tempat pulang”, bukan “hakim”

3. Batasi Akses ke Judi Online (Langkah Teknis)

Ini sangat penting, karena tanpa henti, sulit berhenti.

Langkah konkret:

Blokir situs/aplikasi judi di HP

Gunakan kontrol orang tua

Batasi akses uang (e-wallet, transfer)

Awasi penggunaan gadget

 Ini bukan mengekang, tapi melindungi dari pemicu (trigger).

 4. Ganti dengan Aktivitas Pengganti yang Sehat

Kecanduan tidak bisa dihilangkan—harus diganti.

Alihkan ke:

Olahraga (futsal, gym)

Kegiatan masjid/komunitas

Belajar skill digital (desain, editing, bisnis online halal)

Kegiatan sosial (relawan, dakwah pemuda)

 Prinsip: Dari candu dunia → menjadi cinta aktivitas bermakna

5. Sentuh Hatinya dengan Pendekatan Ruhani

Sebagai seorang Muslim, pendekatan ini sangat kuat.

Tanamkan:

Judi adalah dosa besar (QS. Al-Maidah: 90)

Harta dari judi tidak diberkati

Hidup bukan tentang “untung cepat”, tapi “ridha Allah”

Ajak secara perlahan:

Shalat berjamaah

Dzikir dan doa

Mendengarkan kajian

 Jangan memaksa, tapi mengajak dengan hikmah dan kasih sayang

6. Jika Parah, Libatkan Profesional

Jika sudah berat (utang, bohong, mencuri), jangan ragu:

Konsultasi ke

Rehabilitasi kecanduan

Pendampingan intensif

Karena ini sudah masuk ranah penanganan serius.

7. Bangun Kesadaran, Bukan Sekadar Larangan

Remaja perlu sadar, bukan sekedar takut.

Ajak dia berpikir:

“Apa yang kamu dapat dari judi?”

“Apa yang kamu kehilangan?”

“Mau jadi seperti apa hidupmu 5 tahun ke depan?”

 Ini disebut membangun kesadaran internal (self-awareness)

 Penutup (Refleksi Sufistik)

Kecanduan itu tanda hati yang sedang kosong.
Dan hati yang kosong akan mencari “tuhan-tuhan kecil”—termasuk uang dan kemenangan semu.

Padahal Allah telah mengingatkan: “Sebenarnya setan ingin menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kalian melalui khamar dan judi, serta menghalangi kalian dari mengingat Allah.

Maka tugas kita bukan hanya berhenti judi, tapi: Mengisi hati dengan cahaya iman, makna hidup, dan cinta kepada Allah.

Dr. Nasrul Syarif M.Si. (Konsultan Pendidikan dan SDM dan Dosen Pascasarjana UIT Lirboyo)

Opini

×
Berita Terbaru Update