TintaSiyasi.id -- Ahli Fikih Islam K.H. Shiddiq Al-Jawi, M.Si. mengingatkan bahwa tidak seharusnya kaum Muslim menggantungkan harapan kepada Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian yang jelas-jelas tidak mungkin berlaku adil.
"Kaum Muslim tentu tidak
selayaknya menggantungkan harapan mereka kepada lembaga-lembaga kafir
internasional dan kepada kekuatan kapitalisme global, termasuk kepada
lembaga-lembaga ilegal seperti BoP atau Board of Peace atau Dewan Perdamaian
yang jelas-jelas tidak mungkin berlaku adil," ucapnya dalam khotbah salat Id
di Gudeg Mbok Mandeg, Yogyakarta, Kamis (19/03/2026).
Terlebih, ia menegaskan, BoP
dipimpin oleh penjahat internasional dan presiden dari sebuah negara kafir
penjajah Amerika Serikat (AS) yakni Donald Trump. “Dan AS merupakan pengusung
utama ideologi kapitalisme global,” tandasnya.
"Bayangkan sejak tahun 1798
sampai tahun 2022, Amerika Serikat telah melakukan 469 kali intervensi militer
ke berbagai negara secara brutal, baik dengan legitimasi internasional ataupun
tidak," ungkapnya.
Ia mencontohkan, AS telah
menduduki dan menjajah Afganistan, telah menciptakan kekacauan di Libia,
Somalia, Sudan, Yaman, serta Suriah. "Serta mereka menyerang dan menduduki
Irak dengan tudingan palsu memiliki senjata pemusnah massal," ujarnya
menegaskan.
Adapun, ia menyayangkan umat Muslim
sudah lama kehilangan rasa malu dan kehilangan legitimasi moral. “Bayangkan
segitu banyaknya umat Muslim di dunia mencapai dua miliar jiwa namun tidak
berdaya melawan AS,” sesalnya.
"Rasulullah telah
memperingatkan akan datang suatu masa ketika bangsa-bangsa mengeroyok kalian
sebagaimana orang-orang yang lapar berebut hidangan makanan. Para sahabat
bertanya, ‘Apakah karena Islam berjumlah sedikit? Rasulullah menjawab tidak
bahkan saat itu kalian (Muslim) berjumlah banyak tetapi kalian seperti buih di
lautan.’,” terangnya seraya mengutip hadis riwayat Abu Daud.
"Rasulullah menjawab akar
ketidakberdayaan ini. Rasulullah menyebut penyakit cinta dunia dan takut mati yang
terdapat di dalam hadis riwayat Imam Abu Daud," tambahnya.
Ia menekankan, ketika cinta dunia
merasuk ke dalam jiwa tunduk kepada sesama manusia, masuk ke dalam hati
sanubari manusia, maka sebagian Muslim begitu mudah bersekutu dengan Amerika
dan Zionis Yahudi.
"Padahal Allah Swt. telah
memperingatkan sejak dini, ‘Hai orang-orang beriman janganlah kalian
mengambil sebagai pemimpin kalian orang-orang dari kalangan Yahudi dan dari
kalangan Nasrani.’,” pungkasnya dengan menukil surah Al-Maidah ayat 51.[] Taufan