TintaSiyasi.id -- (Telaah Ideologis–Sufistik yang Mencerahkan Umat)
Kitab Nashoihul Ibad karya agung ulama Nusantara, Imam Nawawi al-Bantani, bukan sekadar kumpulan nasihat, tetapi lentera ruhani yang menuntun umat agar hidup dengan akal yang tercerahkan dan hati yang tersucikan. Di antara mutiara hikmah tentang kesempurnaan akal, beliau menukil beberapa atsar yang sangat dalam maknanya.
Lafadz Hikmah tentang Tanda Kesempurnaan Akal
Disebutkan:
يَكُونُ هَمُّهُ فِي آخِرَتِهِ، وَيُقِلُّ الْكَلاَمَ، وَيَكْثُرُ الْعَمَلَ، وَيَزْهَدُ فِي الدُّنْيَا
Artinya:
"Hatinya sibuk memikirkan akhiratnya, sedikit berbicara, banyak beramal, dan bersikap zuhud terhadap dunia."
Dan ditambahkan pula dalam makna yang senada:
عَلَامَةُ كَمَالِ الْعَقْلِ اتِّبَاعُ رِضَا اللَّهِ وَالِاجْتِنَابُ عَمَّا يُسْخِطُهُ
Artinya:
"Tanda kesempurnaan akal adalah mengikuti keridhaan Allah dan menjauhi segala hal yang mendatangkan kemurkaan-Nya."
Dimensi Kesempurnaan Akal
1. Orientasi Akhirat: Akal yang Visioner
Orang yang sempurna akalnya tidak hidup dalam kepicikan dunia. Ia berpikir jauh melampaui usia biologisnya. Ia sadar dunia hanya terminal sementara, bukan tujuan akhir.
Akal yang sempurna selalu bertanya:
• Apakah langkah ini mendekatkanku pada Allah?
• Apakah keputusan ini menyelamatkanku di hari hisab?
Karena akal sejati bukan yang cerdas menghitung keuntungan dunia, tetapi yang cerdas menghitung keselamatan akhirat.
2. Sedikit Bicara, Banyak Makna
Lisan adalah cermin kedewasaan akal. Orang yang akalnya matang tidak mudah larut dalam perdebatan sia-sia, tidak gemar menyakiti dengan kata-kata, dan tidak haus pengakuan.
Diamnya adalah tafakkur.
Bicaranya adalah dzikir.
Ia memahami bahwa setiap kata akan dipertanggungjawabkan.
3. Banyak Amal, Bukan Sekadar Wacana
Kesempurnaan akal tampak dalam gerak nyata. Ia tidak puas dengan teori, tetapi melahirkan aksi.
Akal yang sehat melahirkan:
• Shalat yang khusyuk
• Sedekah yang tulus
• Akhlak yang lembut
• Dakwah yang bijaksana
Ilmu tanpa amal adalah kesombongan tersembunyi.
4. Zuhud: Bebas dari Perbudakan Dunia
Zuhud bukan anti-harta, tetapi anti-diperbudak harta. Dunia ada di tangan, bukan di hati.
Orang yang sempurna akalnya:
• Tidak silau jabatan
• Tidak gelisah kehilangan
• Tidak sombong ketika memiliki
Karena ia tahu dunia hanyalah ujian, bukan identitas.
Puncak Kesempurnaan Akal: Mengikuti Ridha Allah
Inilah inti terdalam:
اتِّبَاعُ رِضَا اللَّهِ وَالِاجْتِنَابُ عَمَّا يُسْخِطُهُ
Akal yang sempurna adalah akal yang tunduk pada wahyu. Bukan akal yang merasa paling benar. Bukan akal yang memaksakan logika di atas syariat, tetapi akal yang berkata:
"Ya Allah, aku memilih apa yang Engkau ridhai, meski berat bagi nafsuku."
Hikmah Besarnya:
✔ Mengikuti ridha Allah melahirkan ketenangan jiwa.
✔ Menjauhi murka Allah menjaga hati dari kegelapan.
✔ Ketaatan menyempurnakan cahaya akal.
Karena setiap maksiat adalah kegelapan, dan setiap ketaatan adalah cahaya.
Analisis Ideologis: Krisis Akal di Zaman Modern
Hari ini banyak manusia cerdas, tetapi sedikit yang berakal sempurna.
Mengapa?
Karena akal dipakai untuk:
• Membenarkan hawa nafsu
• Mencari pembenaran dosa
• Mengejar popularitas
• Menghalalkan segala cara
Padahal akal diciptakan untuk mengenal Allah dan tunduk kepada-Nya.
Akal yang tidak dibimbing wahyu akan tersesat oleh ego.
Akal yang dibersihkan oleh iman akan menjadi cahaya peradaban.
Refleksi Sufistik
Dalam tradisi ruhani, kesempurnaan akal melahirkan tiga keadaan batin:
1. Takut akan murka Allah
2. Rindu pada ridha-Nya
3. Malunya hati ketika bermaksiat
Ia tidak lagi beribadah karena takut neraka semata, tetapi karena cinta kepada Allah.
Akalnya telah bersih.
Hatinya telah hidup.
Nafsunya telah terdidik.
Kesimpulan
Menurut hikmah dalam Nashoihul Ibad, tanda kesempurnaan akal adalah:
✔ Fokus pada akhirat
✔ Menjaga lisan
✔ Memperbanyak amal
✔ Zuhud terhadap dunia
✔ Mengikuti ridha Allah
✔ Menjauhi segala yang dimurkai-Nya
Inilah akal para salaf.
Inilah akal yang melahirkan peradaban Islam yang agung..Inilah akal yang mengantarkan manusia menuju keselamatan abadi.
Dr Nasrul Syarif, M.Si.
Penulis Buku Gizi Spiritual dan Dosen Pascasarjana UIT Lirboyo