"Jadi Board of Peace muncul
justru karena semakin tersudutnya Israel dan Amerika, dan semakin redupnya
popularitas Donald Trump pada saat ini. Kalau ini berjalan dengan sangat baik
dan pejuang Gaza berhasil dilumpuhkan kemudian Gaza berhasil diredam
perlawanannya gak mungkin ada Board of Peace," ujarnya di kanal YouTube
UIY Official; Kebiadaban Israel di Tengah Ramadan, BoP Diam, Ahad (22/02/2025).
Pizaro memandang perang Israel
melawan pejuang Gaza merupakan perang asimetris, perang yang sama sekali tidak
imbang dalam hal pasukan dan persenjataan. “Hamas hanya 15 ribu pasukan dari segi militer, sedangkan Israel 600 ribu
pasukan, sudah termasuk pasukan cadangan,” bebernya.
"Belum dia (Israel) dapat support
dari Jerman, Prancis, Inggris, dan Amerika. Data terbaru ada 50 ribu orang
asing atau warga negara asing yang terlibat dalam perang di Gaza sebagai IDF,”
ungkapnya.
Pizaro menegaskan jika kondisinya
menjadi jomplang. “Tetapi kita bisa bayangkan pejuang-pejuang Gaza itu kan gak
punya F35, kapal selam, gak punya iron dome, tetapi dalam dua tahun
mereka berhasil eksis," paparnya.
Terlebih, ia menjelaskan jika
pada bulan Oktober ditarget oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam
hitungan bulan perlawanan Gaza berhasil diselesaikan. “Namun, hingga saat ini
perang masih terjadi di Gaza dan hal itu bentuk kegagalan Israel,” lugasnya.
"Karena gagal melumpuhkan
perlawanan mereka (pejuang Gaza) membentuk Board of Peace untuk menuntut
pejuang Gaza dilucuti senjatanya. Sekarang dibikin aturan baru sama Trump,
kelompok pejuang Gaza hanya boleh memiliki senjata ringan. Bayangin, dia udah enggak
punya senjata tetap dibatasi arena pertarungannya," jelasnya mengkritik.
"Justru ini kegagalan mereka
bikin Board of Peace. Kesannya namanya keren perdamaian, tetapi menurut saya
ini Board of Occupation, karena ini hanya melanggengkan eksistensi kepemimpinan
Zionis Israel yang sekarang di dalam negeri saja tuntutan pemakzulan terhadap
Netanyahu begitu kuat," tambahnya.
Ia menuturkan bahwasanya baru
kali ini demonstrasi di Israel ada setengah juta yang turun menuntut Netanyahu
mundur, lantaran masyarakat Israel melihat perang ini dilakukan hanya demi
kepentingan eksistensi politik sayap kanan yang ada di Israel.
"Dan eksistensi kepemimpinan
Netanyahu serta upaya untuk meredam sidang kasus korupsi terhadap Netanyahu dan
bahkan terakhir Donald Trump meminta Presiden Israel Isaac Herzog untuk
mengeluarkan grasi kepada Netanyahu agar kasus-kasus korupsinya
diputihkan," tandasnya.[] Taufan
