Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Pengamat Geopolitik: BoP Bentuk Kegagalan AS dan Israel Menyerang Pejuang Gaza

Kamis, 26 Februari 2026 | 06:16 WIB Last Updated 2026-02-25T23:16:06Z

TintaSiyasi.id -- Pengamat Geopolitik Pizaro Gozali Idrus menilai bahwa munculnya Board of Peace (BoP) karena kegagalan Amerika Serikat (AS) dan Israel menyerang pejuang Gaza, Palestina.

 

"Jadi Board of Peace muncul justru karena semakin tersudutnya Israel dan Amerika, dan semakin redupnya popularitas Donald Trump pada saat ini. Kalau ini berjalan dengan sangat baik dan pejuang Gaza berhasil dilumpuhkan kemudian Gaza berhasil diredam perlawanannya gak mungkin ada Board of Peace," ujarnya di kanal YouTube UIY Official; Kebiadaban Israel di Tengah Ramadan, BoP Diam, Ahad (22/02/2025).

 

Pizaro memandang perang Israel melawan pejuang Gaza merupakan perang asimetris, perang yang sama sekali tidak imbang dalam hal pasukan dan persenjataan. “Hamas hanya 15 ribu pasukan  dari segi militer, sedangkan Israel 600 ribu pasukan, sudah termasuk pasukan cadangan,” bebernya.

 

"Belum dia (Israel) dapat support dari Jerman, Prancis, Inggris, dan Amerika. Data terbaru ada 50 ribu orang asing atau warga negara asing yang terlibat dalam perang di Gaza sebagai IDF,” ungkapnya.

 

Pizaro menegaskan jika kondisinya menjadi jomplang. “Tetapi kita bisa bayangkan pejuang-pejuang Gaza itu kan gak punya F35, kapal selam, gak punya iron dome, tetapi dalam dua tahun mereka berhasil eksis," paparnya.

 

Terlebih, ia menjelaskan jika pada bulan Oktober ditarget oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam hitungan bulan perlawanan Gaza berhasil diselesaikan. “Namun, hingga saat ini perang masih terjadi di Gaza dan hal itu bentuk kegagalan Israel,” lugasnya.

 

"Karena gagal melumpuhkan perlawanan mereka (pejuang Gaza) membentuk Board of Peace untuk menuntut pejuang Gaza dilucuti senjatanya. Sekarang dibikin aturan baru sama Trump, kelompok pejuang Gaza hanya boleh memiliki senjata ringan. Bayangin, dia udah enggak punya senjata tetap dibatasi arena pertarungannya," jelasnya mengkritik.

 

"Justru ini kegagalan mereka bikin Board of Peace. Kesannya namanya keren perdamaian, tetapi menurut saya ini Board of Occupation, karena ini hanya melanggengkan eksistensi kepemimpinan Zionis Israel yang sekarang di dalam negeri saja tuntutan pemakzulan terhadap Netanyahu begitu kuat," tambahnya.

 

Ia menuturkan bahwasanya baru kali ini demonstrasi di Israel ada setengah juta yang turun menuntut Netanyahu mundur, lantaran masyarakat Israel melihat perang ini dilakukan hanya demi kepentingan eksistensi politik sayap kanan yang ada di Israel.

 

"Dan eksistensi kepemimpinan Netanyahu serta upaya untuk meredam sidang kasus korupsi terhadap Netanyahu dan bahkan terakhir Donald Trump meminta Presiden Israel Isaac Herzog untuk mengeluarkan grasi kepada Netanyahu agar kasus-kasus korupsinya diputihkan," tandasnya.[] Taufan

Opini

×
Berita Terbaru Update