"Kalau kita lihat polanya
dari tahun ke tahun, bulan Ramadan itu justru bulan di mana Israel meningkatkan
invasi serangan ke kaum Muslim itu sangat kuat sekali," ujarnya di kanal YouTube
UIY Official; Kebiadaban Israel di Tengah Ramadan, BoP Diam, Ahad (22/02/2025).
Lanjutnya, ia mengingatkan pada
Mei 2021 lahirnya Perang Saif Al-Quds yang dilakukan oleh para pejuang Gaza sebagai
dampak dari Israel yang menghalang-halangi kaum Muslim dalam menjalankan ibadah
di Masjidil Aqsa.
"Menariknya, itu satu tahun
setelah Abraham Accords. Abraham Accords yang digadang-gadang sebagai forum
yang diinisiasi oleh Amerika Serikat yang katanya casing-nya untuk
mendamaikan Timur Tengah, ternyata itu tidak terbukti," ungkapnya.
"Satu tahun setelah Abraham Accords
Israel melakukan bombardir yang sangat kuat terhadap Masjidil Aqsa dan juga
upaya penggusuran terhadap masyarakat kaum Muslim Palestina, jadi pola ini
bukanlah pola yang baru" tambahnya.
Terlebih, ia menjelaskan awal
bulan Ramadan 2026 Israel sudah melakukan pembunuhan berkali-kali terhadap
masyarakat Palestina. “Ironisnya itu terjadi di tengah-tengah KTT perdana Board
of Peace (BoP) yang dilakukan di Washington,” serunya.
"Yang sama juga
digadang-gadang oleh banyak kalangan dunia internasional katanya ini (BoP)
sebagai solusi untuk memberikan perdamaian di Palestina, tetapi tidak
terbukti," tandasnya.[] Taufan
