Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

PBB Saat Ini Tidak Memiliki Legitimasi Kuat di Dunia Internasional

Kamis, 05 Februari 2026 | 20:39 WIB Last Updated 2026-02-05T13:39:16Z

TintaSiyasi.id -- Direktur Forum on Islamic World Studies (FIWS) Farid Wadjdi, mengatakan saat ini Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tidak memiliki legitimasi kuat di dunia internasional. 

"Keberadaan PBB pada saat sekarang ini tidak lagi memiliki legitimasi yang kuat di mata dunia internasional," ungkapnya di Pantaskah Negara Sumbang USD 1 miliar dan Bergabung ke Board of Peace Buatan Amerika?, di akun YouTube Tabloid Media Umat, Kamis (29/1/2026).

Meskipun begitu, kata Farid, PBB tidak akan dihilangkan atau dipinggirkan karena PBB tetap dibutuhkan oleh negara-negara Barat. Karena negara-negara Barat inilah yang mendirikan PBB, kemudian memberikan hak veto penuh kepada 5 anggota tetap Dewan Keamanan PBB. PBB pada posisi sebagai alat politik negara-negara imperialis, sebagai alat politik, kadang-kadang PBB digunakan kadang-kadang tidak digunakan..

"Oleh karena itu tidak bisa kita katakan bahwa PBB itu akan disingkirkan, karena bagaimanapun PBB suatu saat akan kembali digunakan kalau bermanfaat buat Amerika dan perlu kita ketahui apa yang disebut dengan BoP bagian dari proposal 20 poin dari Donald Trump yang itu telah disetujui oleh resolusi PBB," tambahnya. 

Sehingga, bisa dikatakan bahwa tidak akan menghilangkan pengaruh PBB sama sekali dalam dunia internasional. Yang jelas bisa jadi Amerika saat sekarang ini tidak merasa efektif menggunakan struktur PBB untuk benar-benar mengendalikan Gaza, karena itulah PBB disingkirkan, tetapi suatu saat ketika Amerika membutuhkan legitimasi PBB misalkan maka Amerika akan akan menggunakannya karena PB ini adalah alat politik dari negara-negara imperialis.

Kedua, menunjukkan organisasi global yang dibangun oleh negara-negara Barat untuk kepentingannya. 

"Karena itu PBB akan digunakan sejalan dengan kepentingan Barat, dan kondisi sekarang itu menunjukkan dengan jelas hal itu, bahwa PBB itu sekedar stempel ini tentu akan makin mengurangi legitimasi dari keberadaan PBB yang diklaim sebagai organisasi internasional untuk semua dunia, apa yang terjadi sekarang itu menunjukkan kelumpuhan dan kelemahan PBB, dan makin menunjukkan bahwa PBB itu sebagai alat," urainya.

Tetapi di satu sisi, negara-negara Barat masih memerlukan PBB sebagai legitimasi politik imperialisme mereka dengan mengatasnamakan organisasi internasional.

"Nah jadi secara fakta sebenarnya keberadaan PBB itu sudah tidak lagi paling tidak lagi memiliki legitimasi untuk bisa dianggap sebagai organisasi yang mengatur urusan-urusan dunia, di sinilah kelemahan dan tanda-tanda bahwa PBB akan semakin tidak lagi memiliki peran yang bisa digunakan untuk perdamaian dunia, dalam kondisi seperti itu tentu dunia sangat membutuhkan tantangan baru dengan pengaturan internasional yang lebih adil," sarannya. 

Nah di sini, ia mensolusikan, posisi penting dari khilafah yang berdasarkan kepada syariat Islam yang rahmatan lil alamin tidak akan menjadi alat politik negara-negara imperialis, yang didasarkan pada ideologi kapitalisme yang rakus.

"Karena itu khilafah akan membangun tatanan dunia yang didasarkan kepada rahmatan lil alamin tadi yang akan memberikan kebaikan pada seluruh umat manusia, oleh karena itu kondisi sekarang ini sebenarnya adalah kesempatan yang sangat besar bagi dunia Islam untuk menghadirkan khilafah dengan pengaturannya yang berdasarkan Islam yang akan memberikan kebaikan pada seluruh umat manusia," pungkasnya.[] Alfia

Opini

×
Berita Terbaru Update