TintaSiyasi.id -- Analis Senior Pusat Kajian dan Analisa Data PKAD Fajar Kurniawan, mengatakan, model ekonomi kapitalisme memang didesain menciptakan kehancuran ekologis.
"Model ekonomi (kapitalisme) yang memang didesain untuk menciptakan kehancuran ekologis," ungkapnya di akun TikTok fajar.pkad, Selasa (3/2/2026).
Ia mengatakan, bencana di Sumatra dan daerah lainnya bukan cuma soal cuaca tetapi soal bagaimana hutan diubah jadi monokultur dan tambang demi cuan segelintir orang alias kaum oligarki.
"Bencana bukanlah sebuah kejadian tiba-tiba tetapi sebuah proses panjang dari eksploitasi yang dilegalkan," tegasnya.
Ia menjelaskan konsep capitalogenic menempatkan kapitalisme sebagai aktor utama. Bukan manusia secara abstrak yang memproduksi krisis, melainkan sistem ekonomi politik tertentu yang mengorganisir relasi manusia dan alam demi akumulasi tanpa batas.
"Dalam kerangka ini banjir dan longsor bukan akibat pelaku manusia secara umum tetapi hasil dari model pembangunan yang secara sadar memprioritaskan ekstrasi dan investasi sembari memperlakukan daya dukung ekologis sebagai variabel kompromistis," ungkapnya.
Ia mengutip buku Capitalism in the web of life Jason W. Moore seorang profesor sosiologi Binghamton University, USA, menyebut kapitalisme bekerja dengan strategi chip nature tenaga kerja, pangan, energi, dan bahan mentah harus murah agar akumulasi modal dapat terus berlangsung.
"Caranya dengan mengapropriasi kerja dan energi tidak dibayar dari manusia dan alam, mereduksi hutan, sungai, dan tanah menjadi input produksi sementara menganggap eksternal fungsi ekologisnya," tambahnya.
Kemudian, mengutip Bellamy Foster seorang profesor sosiologi University of Oregon menjelaskan dimensi material proses ini melalui konsep metabolic rift sebagaimana yang dia tulis dalam buku “Marx’s Ecology: Materialism and Nature” kapitalisme menurutnya memutus siklus metabolik antara manusia dengan bumi melalui ekstrasi sumber daya yang tidak diimbangi pemulihan ekologis, memeras nutrisi tanah, air, energi untuk menopang produksi, dan konsumsi, sementara dampaknya dialihkan ke ruang-ruang yang dilemahkan wilayah pinggiran, komunitas miskin, dan ekosistem yang terdegradasi.
Sementara itu, Raja Swammy seorang profesor sosiologi bencana dari Universitas Tennessee, menegaskan bahwa bencana adalah produk sosial dari kapitalisme. "Dia bilang sistem ini enggak cuma menyebabkan bencana tetapi seringkali memanfaatkannya untuk akumulasi modal baru istilahnya disaster capitalism," pungkasnya. [] Alfia