Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Kiat Memperoleh Manfaat IlmuMenurut Imam Nawawi al-Bantani dalam Nasha’ihal-‘Ibad

Selasa, 24 Februari 2026 | 05:44 WIB Last Updated 2026-02-23T22:44:22Z
TintaSiyasi.id -- Dalam kitab Nashā’ih al-‘Ibād, Imam Nawawi al-Bantani banyak menukil nasihat para ulama salaf tentang bagaimana agar ilmu tidak sekadar diketahui, tetapi bermanfaat (nafi’) . Sebab dalam Islam, ukuran kemuliaan ilmu bukan pada banyaknya hafalan, melainkan pada keberkahannya dalam kehidupan.
Berikut beberapa kiat penting agar ilmu menjadi cahaya yang hidup dalam diri:

1. Meluruskan Niat (Ikhlas karena Allah)
Ilmu yang dicari karena dunia akan kehilangan keberkahannya.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barangsiapa menuntut ilmu yang seharusnya untuk mencari wajah Allah, tetapi ia mencarinya untuk mendapatkan dunia, maka ia tidak akan mencium bau surga.”
Imam Nawawi menekankan bahwa niat adalah ruh ilmu.
Jika niat rusak, ilmu menjadi beban.
Jika niat ikhlas, ilmu menjadi cahaya.
Secara sufistik, niat adalah pintu masuk turunnya keberkahan.

2. Mengamalkan Ilmu
Ilmu yang tidak diamalkan akan menjadi hujjah atas pemiliknya.
Allah SWT berfirman:
“Wahai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan?”
(QS. As-Saff: 2–3)
Para ulama salaf berkata:
“Kami mempelajari sepuluh ayat Al-Qur’an, lalu kami tidak melanjutkannya sampai kami mengamalkannya.”
Ilmu menjadi bermanfaat ketika ia mengubah perilaku.
Ilmu tanpa amal adalah kesombongan intelektual.
Amal tanpa ilmu adalah kesesatan.

3. Tawadhu (Rendah Hati)
Salah satu penghalang manfaat ilmu adalah kesombongan.
Imam Nawawi mengingatkan bahwa ilmu akan meninggalkan hati yang dipenuhi ujub dan riya.
Ilmu adalah cahaya.
Cahaya tidak menetap dalam hati yang gelap oleh kesombongan.
Semakin berilmu, semakin rendah hati — itulah tanda ilmu yang bermanfaat.

4. Menghormati Guru dan Sanad Ilmu
Dalam tradisi Islam, ilmu bukan hanya teks, tetapi transmisi (sanad).
Adab kepada guru membuka pintu keberkahan.
Para ulama berkata:
“Ilmu adalah agama, maka perhatikanlah dari siapa kalian mengambil agama.”
Ilmu yang diperoleh dengan adab akan berbuah manfaat.
Ilmu yang diperoleh tanpa adab akan kering dari ruh.

5. Menjauhi Maksiat
Imam Malik pernah berkata kepada muridnya:
“Aku melihat Allah menanamkan cahaya dalam hatimu, maka jangan engkau padamkan dengan maksiat.”
Maksiat menggelapkan hati.
Hati yang gelap sulit menerima cahaya ilmu.
Karena itu, menjaga diri dari dosa adalah bagian dari menjaga manfaat ilmu.

6. Konsisten dan Sabar dalam Menuntut Ilmu
Ilmu tidak datang secara instan.
Imam Nawawi al-Bantani sendiri dikenal sebagai ulama yang:
• tekun belajar
• sedikit tidur
• kuat dalam riyadhah ilmiah
Manfaat ilmu lahir dari kesungguhan dan kesabaran.
Allah berfirman:
“Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh di jalan Kami, pasti Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami.”
(QS. Al-‘Ankabut: 69)

7. Menyebarkan Ilmu dengan Hikmah
Ilmu yang disimpan tanpa diajarkan akan berkurang keberkahannya.
Namun menyebarkan ilmu harus dengan:
• hikmah
• kelembutan
• kasih sayang
Tujuan mengajar bukan untuk dipuji, tetapi untuk memberi manfaat.

Dimensi Sufistik: Ilmu sebagai Cahaya dan Amanah
Menurut para ulama tasawuf, ilmu yang bermanfaat memiliki tanda:
• menambah rasa takut kepada Allah
• menambah kerendahan hati
• mengurangi cinta dunia
• mendekatkan diri kepada akhirat
Jika ilmu justru menambah kesombongan, maka itu bukan ilmu yang diberkahi.
Ilmu sejati adalah yang menghidupkan hati.

Refleksi untuk Penuntut Ilmu
Mari bertanya kepada diri:
• Apakah ilmu yang kita pelajari sudah mengubah akhlak kita?
• Apakah ilmu membuat kita lebih dekat kepada Allah?
• Apakah ilmu kita memberi manfaat bagi orang lain?
Karena hakikat ilmu bukan pada banyaknya bacaan, tetapi pada kedalaman penghayatan.

Penutup
Menurut Imam Nawawi al-Bantani dalam Nashā’ih al-‘Ibād, manfaat ilmu diperoleh melalui:
Niat yang ikhlas
Amal yang konsisten
Tawadhu
Adab kepada guru
Menjauhi maksiat
Kesungguhan
Mengajarkan dengan hikmah
Ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang:
• menghidupkan hati
• memperbaiki akhlak
• mendekatkan kepada Allah
• membawa rahmat bagi umat

Semoga Allah menjadikan kita penuntut ilmu yang tidak hanya pandai berbicara, tetapi juga bercahaya dalam amal.

Dr. Nasrul Syarif, M.Si. (Penulis 39 Judul Buku dan Dosen Pascasarjana UIT Lirboyo)

Opini

×
Berita Terbaru Update