Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Gencatan Senjata dan Perdamaian ala Isr43l-AS, Sandiwara Belaka

Selasa, 17 Februari 2026 | 06:24 WIB Last Updated 2026-02-16T23:24:15Z

TintaSiyasi.id -- Mata dunia hingga kini masih tertuju pada Palestina. Kondisi nya belum lebih baik sebab serangan demi serangan masih terus dilancarkan oleh Zionis. Gencatan senjata dan Board Of Peace (BoP) yang ditawarkan sebagai solusi perdamaian Gaza. Nyatanya pelanggaran gencatan senjata berulang kali telah dilakukan oleh Zionis Israel. Bahkan setelah adanya Board Of Peace yang “diharapkan” mampu menjadi Solusi terbaru, ternyata mustahil. Militer Israel justru kembali melanggar kesepakatan gencatan senjata dengan menggempur habis-habisan Jalur Gaza, Palestina, pada Rabu (4/2) setelah adanya Board Of Peace. Imbas serangan Israel 23 orang termasuk anak-anak tewas.(cnnindonesia.com, 5/2/2026)

Bukan pertama kali Zionis Israel melanggar perjanjian. Sudah berulang kali melanggar perjanjian namun dunia terlalu naif, masih percaya dengan janji-janji gencatan senjata dan BoP yang diinisiasi AS, meskipun Israel sudah berulang kali dengan sengaja melanggar perjanjian. Gencatan senjata dan BoP hanyalah sandiwara AS-Israel demi melanggengkan penjajahan dan pendudukan mereka di Palestina. Sebagai umat Islam seharusnya kita tidak mudah ditipu daya dengan berbagai skenario. Sebab penjajah tentu akan melakukan berbagai cara untuk mendapatkan wilayah jajahannya sekalipun dikecam. 

Penguasa negeri-negeri Muslim pun tak punya nyali untuk melawan negara penjajah sekelas AS-Israel, dengan alasan menjaga keamanan kawasan dan mencegah perang semakin meluas. Walhasil penguasa negeri Muslim tunduk saja dengan keputusan AS-Israel. Tidak ada tindakan lebih yang mereka lakukan kecuali hanya retorika. Terlebih lagi yang bergabung kedalam BoP adalah negeri-negeri Muslim dengan sukarela. Sungguh, sikap penguasa negeri Muslim ini menunjukkan kepada kita betapa mereka saat ini dengan jelas berdiri bersama penjajah bukan bersama saudara seiman mereka.

Sikap umat Islam harus tegas, tidak ada toleran terhadap narasi gencatan senjata dan perdamaian yang digembar-gemborkan AS-Israel bagi kemerdekaan Palestina. Umat Islam sebagai umat terbaik seharusnya bersatu melawan kebiadaban Zionis Israel dan sekutunya dengan jihad bukan dengan berbagai perundingan. Kesatuan umat Islam dalam politik Islam dan kepemimpinan yang satu sangat dibutuhkan untuk melawan hegemoni penjajah kafir. Kembali nya kepemimpinan umat yang satu hanya bisa terwujud dengan adanya khilafah. Hanya dengan bersatu di bawah naungan khilafah, penjajah kafir akan gentar melihat umat Islam. Sebagaimana gentarnya pasukan Romawi dan Persia ketika menghadapi pasukan Kaum Muslim di peperangan. 

Untuk itu, yang sangat diperlukan saat ini adalah memahamkan umat dan para penguasa Muslim untuk melakukan jihad dan mendorong penyatuan negeri-negeri Muslim di bawah naungan khilafah. Umat harus menyadari sepenuhnya bahwa tidak ada solusi lain terhadap Palestina kecuali dengan jihad dan khilafah. Umat tidak boleh terbuai dengan segala bentuk perjanjian dengan penjajah. Tidak lagi percaya dengan AS dan segala bentuk kebohongan nya. Umat harus memahami politik Islam agar mampu menandingi politik sekular yang disebarkan oleh kafir Barat.

Islam sebagai agama yang berasal dari Rabb Pencipta Alam Semesta telah mewajibkan jihad untuk melawan orang-orang kafir. Bukan dengan perundingan atau perjanjian damai. Allah SWT berfirman, "Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan". (QS. Al-Hajj : 78)

Untuk itu, tidak perlu mengikuti sandiwara AS dengan masuk kedalam BoP sebab Islam telah jelas memberikan solusi untuk menghadapi kafir harbi fi'lan.

Wallahu a'lam bishshawab.[]


Oleh: Pipit Ayu
Aktivis Muslimah

Opini

×
Berita Terbaru Update