“Intervensi AS terhadap Venezuela
merupakan cermin retaknya tata dunia modern yang selama ini hanya dibangun di
atas mitos,” ujar HILMI kepada TintaSiyasi.ID, Selasa (06/01/2026).
Dalam Intellectual Opinion No. 034
bertajuk "Venezuela & Mitos
Tata Dunia Global, Preseden Intervensi Kemanusiaan di Sejarah Islam",
HILMI menyoroti bagaimana prinsip kedaulatan negara dan hukum internasional
sering kali dilanggar demi kepentingan kekuasaan semata.
“Legitimasi intervensi terhadap
Venezuela dibangun melalui narasi penyelamatan demokrasi dan tuduhan kejahatan
transnasional,” ungkap HILMI.
Namun motif sebenarnya diyakini HILMI
adalah penguasaan cadangan minyak terbesar di dunia yang dimiliki Venezuela.
“Mekanisme multilateral seperti PBB hanya
menjadi penonton atau pelegitimasi pascakejadian karena sifat dewan keamanannya
yang oligarkis dengan hak veto,” kritik HILMI.
“Dari sudut pandang Islam, kondisi
ini menunjukkan bahwa "Family of Nations" hanyalah mitos normatif
yang menutupi hierarki global di mana negara kuat bebas menghukum negara lemah
tanpa proses hukum yang setara,” tandas HILMI.[] Rere
