TintaSiyasi.id -- Direktur Forum on Islamic World Studies Farid Wadjdi, mengatakan gugurnya petinggi sayap Militer Hamas, Al-Qassam yaitu Juru Bicara Militer Abu Ubaida tidak akan menghentikan perjuangan pembebasan Palestina.
"Gugurnya petinggi Al Qassam ini tidak akan serta merta menghentikan perjuangan untuk membebaskan tanah Palestina, karena pembebasan tanah Palestina ini bukan ditentukan oleh individu tetapi yang menjadi dasar dari perjuangan ini adalah keimanan," ungkapnya di Mbois : Banyak info menarik di akhir tahun 2025 terkait F1 LISTIN, Apa dan Bagaimana?di akun YouTube Tabloit Media Umat, Rabu (31/12/2025).
Ia mengatakan, dalam Islam ada kewajiban untuk membebaskan tanah Palestina yang diberkati. Oleh karena itu kalau ada pihak yang menganggap dengan syahidnya atau gugurnya Abu Ubaidah ini akan menghentikan perjuangan adalah sungguh sangat keliru, karena perjuangan Palestina adalah perjuangan yang berbasiskan keimanannya.
Farid mengatakan walau di tengah kesepakatan gencatan senjata, namun Zionis Israel tetap lancarkan serangan yang akhirnya menyebabkan para petinggi Hamas telah gugur. Hal ini menunjukkan kebiadaban entitas penjajah Yahudi.
“Ini menunjukkan bahwa fase gencatan senjata justru adalah fase yang jauh lebih berbahaya," ujarnya.
Padahal, kata Farid, fase sebelumnya, genosida terjadi secara terbuka dan dikecam banyak orang, sementara ketika masuk dalam fase gencatan senjata seolah-olah persoalan sudah selesai, seolah ada perdamaian di sana tetapi sesungguhnya pembunuhan terus berlanjut. Kebiadaban Zionis Yahudi terjadi di Palestina seolah-olah tidak ada yang bisa menghentikannya.
"Ini sesungguhnya menunjukkan bahwa Palestina saat sekarang ini sedang dikhianati. Siapa yang mengkhianati mereka? Mereka adalah penguasa-penguasa negeri-negeri Islam terutama negara-negara Arab," ujarnya.
Hal ini semua kata Farid, tidak bisa dilepaskan dari ketiadaan kepemimpinan politik secara internasional di tengah-tengah kaum Muslimin yang membuat musuh-musuh Islam termasuk entitas penjajahan Yahudi berbuat seenaknya terhadap kaum Muslimin.
“Di sinilah pentingnya adanya kepemimpinan politik internasional di tengah-tengah umat Islam yang terwujud dalam bentuk negara adidaya yang disegani oleh kawan dan ditakuti oleh musuh," pungkasnya.[] Alfia