Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Apa yang Menimpa Anak-Anak di Gaza Adalah Bencana Politik

Selasa, 30 Desember 2025 | 16:47 WIB Last Updated 2025-12-30T09:47:27Z

TintaSiyasi.id -- Direktur Forum on Islamic World Studies Farid Wadjdi, mengatakan, apa yang menimpa anak-anak di Gaza saat ini bukan bencana alam tetapi bencana politik yang disengaja. 

“Apa yang menimpa anak-anak Gaza sekarang ini sebagaimana kematian mereka bukan hanya disebabkan oleh peluru ataupun bom tapi karena cuaca dingin yang mematikan. Perlu kita tegaskan ini bukanlah bencana alam, tapi ini adalah bencana politik yang disengaja akibat buah langsung penghianatan sistemis penguasa-penguasa negeri muslim yang membiarkan Palestina terkepung tanpa perlindungan yang nyata,” ungkapnya di Kabar Petang, KuldesaK, di akun YouTube Khilafah News, Sabtu (27/12/2025).

Pengamat Politik Internasional itu mengungkapkan bahwa sekarang ini juga di Palestina mengalami krisis kesehatan dan obat-obatan. Menurut siaran pers Kementerian Kesehatan di Gaza, beberapa obat yang sangat penting itu sudah habis. Kekurangan 52 persen. Alat medis juga sudah habis dipakai kekurangannya sekitar 71 persen. Demikian juga pemeriksaan atau organ laboratorium dan Bank darah dan layanan kesehatan juga mengalami dampak yang sangat signifikan. Unit gawat darurat dan ICU itu kekurangan 38 persen. Ada 200.000 pasien beresiko kehilangan pelayanan darurat. 

“Sementara kalau kita lihat sampai sekarang ini masih terjadi pembatasan dan bantuan, truk medis yang masuk ke Gaza itu benar-benar dibatasi, kurang dari 30 persen dari kebutuhan bulan ini. Ini menunjukkan bahwa genosida sebenarnya masih terus terjadi meskipun gencatan senjata telah berlangsung,” ujarnya.

Kemudian, ia menjelaskan, ada bahaya yang besar dari gencatan senjata. Secara opini seolah-olah pembunuhan tidak lagi terjadi, secara opini seolah-olah perdamaian itu ada tetapi kenyataannya pembunuhan terus berlangsung bahkan sekarang ada pembiaran terhadap anak-anak Gaza dengan membiarkan situasi yang menyebabkan kematian. 

"Jadi inilah bahaya terbesar dari gencatan senjata di mana publik dunia seolah-olah melihat ini sudah selesai, demikian juga penguasa-penguasa Arab kalau kita lihat menganggap bahwa sudah memberikan legitimasi bagi mereka untuk tidak membantu rakyat Palestina bukankah sudah ada gencatan senjata," cecarnya. 

Jadi, gencatan senjata ini, kata Farid, adalah cara untuk membiarkan kekejaman yang terus dilakukan oleh Zionis Yahudi. Gencatan senjata ini sesungguhnya bukanlah perjanjian damai melainkan instrumen penipuan politik, mereka menggunakan perjanjian ini hanya untuk memberi waktu, untuk melanggar.

"Sesungguhnya ya (mereka) tidak berniat hidup berdampingan dengan adil, karena itu yang harus diperhatikan bahwa gencatan-senjata ini di bawah sponsor Amerika yang tidak memiliki legitimasi sama sekali untuk bicara kemanusiaan, karena Amerika lah yang selama ini telah menjadi pangkal dari kehancuran kemanusiaan itu, Amerika telah memberikan legitimasi kejahatan ya bukan perlindungan terhadap rakyat Palestina," pungkasnya.[] Alfia

Opini

×
Berita Terbaru Update